Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Sektor Bisnis
  • Xpath Injection
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Xpath Injection

3 min read
Xpath Injection

Image credit: Freepix

Xpath Injection – Dalam ekosistem digital 2026, XML (Extensible Markup Language) masih menjadi tulang punggung bagi banyak sistem pertukaran data, konfigurasi aplikasi, dan layanan web.

Namun, ketergantungan ini membawa risiko besar jika aplikasi tidak mengamankan kueri yang digunakan untuk mengakses data tersebut. Teknik serangan ini dikenal sebagai XPath Injection.

XPath adalah bahasa kueri yang digunakan untuk memilih bagian tertentu dari dokumen XML. Serangan ini terjadi ketika penyerang menyisipkan perintah XPath berbahaya ke dalam kolom input pengguna.

Jika aplikasi menggabungkan input tersebut langsung ke dalam kueri XPath tanpa validasi, peretas dapat memanipulasi struktur kueri untuk mengeksploitasi data sensitif di dalam file XML.

Baca juga: Scam AI Natal Incar Pengguna Android

Dampak Fatal Serangan XPath Injection

Karena dokumen XML sering kali menyimpan konfigurasi sistem atau data pengguna, dampak dari injeksi ini bisa sangat melumpuhkan:

  1. Akses Data Tanpa Izin (Unauthorized Data Access): Penyerang dapat memanipulasi kueri untuk melewati proses autentikasi. Misalnya, dengan memasukkan logika ‘ or ‘1’=’1, peretas bisa masuk ke sistem tanpa kata sandi yang sah dan melihat seluruh isi dokumen XML, termasuk daftar pengguna dan informasi rahasia lainnya.
  2. Manipulasi atau Modifikasi Data: Dalam beberapa implementasi yang memungkinkan perubahan data melalui XPath, penyerang dapat mengubah nilai di dalam dokumen XML. Ini bisa berarti mengubah hak akses, memodifikasi harga produk, atau merusak file konfigurasi yang menyebabkan aplikasi gagal berfungsi.
  3. Kompromi Server secara Menyeluruh: Jika dokumen XML yang diserang digunakan untuk menyimpan konfigurasi server atau kredensial sistem, penyerang dapat mengekstrak informasi tersebut untuk melakukan serangan lebih lanjut. Peneliti mencatat bahwa data yang dicuri dari XML sering kali menjadi batu loncatan untuk menguasai infrastruktur server secara penuh.
  4. Eskalasi Hak Akses (Privilege Escalation): Penyerang dapat mencari elemen di dalam XML yang mengatur peran pengguna (user roles). Dengan memanipulasi kueri, mereka bisa mengubah status akun mereka dari “tamu” menjadi “administrator”, memberikan mereka kendali penuh atas fitur-fitur sensitif di dalam aplikasi.

Relevansi bagi Sistem Digital di Indonesia

Di Indonesia, banyak integrasi sistem antarlembaga dan aplikasi perbankan lama yang masih sangat mengandalkan format XML untuk pertukaran data:

  • Banyak API (Application Programming Interface) lama yang digunakan untuk sinkronisasi data kependudukan atau administrasi masih berbasis XML. Celah XPath Injection di sini bisa berdampak pada kebocoran data skala nasional.

  • Protokol lama seperti SOAP yang menggunakan XML sering kali menjadi target peretas untuk mencoba menembus lapisan keamanan transaksi keuangan.

Baca juga: Adware & Spyware Kuasai Ekosistem Android

Mengamankan Struktur XML

Menghadapi XPath Injection memerlukan pendekatan keamanan yang ketat pada lapisan kode. Peneliti merekomendasikan langkah-langkah mitigasi berikut:

Teknik Pengkodean yang Aman

  • Mirip dengan pencegahan SQL Injection, pastikan input pengguna dipisahkan dari logika kueri menggunakan variabel atau parameter.
  • Hanya izinkan karakter yang benar-benar diperlukan. Tolak semua karakter spesial seperti ‘, [, ], atau / yang sering digunakan dalam sintaks XPath.
  • Gunakan pustaka (library) pengolahan XML yang secara otomatis melakukan sanitasi terhadap input berbahaya.

Keamanan Konfigurasi

  • Pastikan aplikasi hanya memiliki izin baca pada file XML yang diperlukan, bukan akses penuh ke seluruh direktori konfigurasi.
  • Jangan pernah menyimpan kata sandi atau kunci rahasia dalam teks biasa (plain text) di dalam dokumen XML.

XPath Injection adalah pengingat bahwa keamanan data tidak hanya soal basis data besar, tetapi juga soal bagaimana aplikasi membaca file konfigurasi sederhana.

Dengan memvalidasi setiap input yang masuk ke kueri XML, kita dapat memastikan struktur data kita tetap menjadi fondasi yang kokoh, bukan pintu masuk bagi peretas.

 

 

Baca artikel: 

  • Klien YouTube SmartTube di Android Disusupi Malware
  • Trojan Perbankan Pembaca Enkripsi Pembajak Android
  • Trojan Android Baru Cerdik Meniru Gerak Manusia
  • 10 Malware Tercanggih yang Mengintai Ponsel Android
  • Aplikasi Tanpa Izin Bisa Curi Isi Layar Ponsel Android
  • Spyware Android Baru Menyamar Jadi WhatsApp dan TikTok
  • Dua Spyware Android Mengintai Pengguna Signal dan ToTok
  • Aplikasi Android Berbahaya Diunduh 19 Juta Kali
  • Game Populer Disusupi Trojan Android
  • TapJacking Android Manfaat Animasi UI Bypass Izin Pengguna
  • Mengatasi HP Android Terinfeksi Malware

 

 

Sumber berita:

 

Prosperita IT News

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Post navigation

Previous Mengenal Command Injection
Next Operasi Senyap di Asia Bawa Malapetaka

artikel terkini

Geng Trigona Pencuri Data Presisi Geng Trigona Pencuri Data Presisi

Geng Trigona Pencuri Data Presisi

April 27, 2026
Awas! Staf TI Palsu di Microsoft Teams Awas! Staf TI Palsu di Microsoft Teams

Awas! Staf TI Palsu di Microsoft Teams

April 27, 2026
Botnet 900 Perusahaan via Telegram Botnet 900 Perusahaan via Telegram

Botnet 900 Perusahaan via Telegram

April 27, 2026
Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon Caller-as-a-Service Industrialisasi Penipuan Telepon

Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon

April 24, 2026
109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware 109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware

109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware

April 24, 2026
Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber

Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber

April 24, 2026
Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI

Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI

April 24, 2026
Saat Foto Menjadi Senjata Siber Saat Foto Menjadi Senjata Siber

Saat Foto Menjadi Senjata Siber

April 23, 2026

Lainnya

Geng Trigona Pencuri Data Presisi Geng Trigona Pencuri Data Presisi
3 min read
  • Ransomware
  • Teknologi

Geng Trigona Pencuri Data Presisi

April 27, 2026
Awas! Staf TI Palsu di Microsoft Teams Awas! Staf TI Palsu di Microsoft Teams
3 min read
  • Teknologi

Awas! Staf TI Palsu di Microsoft Teams

April 27, 2026
Botnet 900 Perusahaan via Telegram Botnet 900 Perusahaan via Telegram
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Botnet 900 Perusahaan via Telegram

April 27, 2026
Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon Caller-as-a-Service Industrialisasi Penipuan Telepon
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon

April 24, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.