Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • Ancaman Brainrot pada Anak
  • Edukasi
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

Ancaman Brainrot pada Anak

5 min read
Ancaman Brainrot pada Anak

Image credit: magnific

Ancaman Brainrot pada Anak – Brainrot adalah fenomena yang sedang ramai terjadi menimpa anak-anak dengan dampak negatifnya, berikut pemaparannya.

Mungkin Anda sering melihat anak Anda asyik menggulir video pendek di ponsel, mengulang frasa yang terdengar aneh seperti “ballerina cappuccina”, atau tertawa melihat konten yang tampak kacau dan tidak masuk akal. Fenomena ini sering disebut dengan istilah “Brainrot”.

Istilah ini meledak secara global hingga dinobatkan sebagai Word of the Year 2024 oleh Oxford University Press, menyusul peningkatan penggunaannya sebesar 230% di dunia maya.

Meskipun namanya terdengar dramatis (secara harfiah berarti “otak yang membusuk”), ini bukan diagnosis medis, melainkan gambaran pengalaman hidup digital modern, terutama bagi generasi muda.

Baca juga: Bahaya Posting Foto Anak Online

Apa Itu “Brainrot” Sebenarnya?

Istilah ini sebenarnya sudah muncul sejak tahun 1854 dalam buku Walden karya Henry David Thoreau untuk mengkritik masyarakat yang lebih menyukai ide-ide sederhana daripada pemikiran kompleks.

Di era internet, istilah ini muncul kembali untuk menggambarkan hiburan yang membuang waktu, seperti acara realitas atau konten daring yang dangkal.

Secara formal, brainrot merujuk pada penurunan ketajaman mental akibat mengonsumsi konten sepele dalam jumlah besar.

Namun, bagi anak-anak dan remaja, kata ini digunakan secara santai untuk mendeskripsikan konten yang repetitif, absurd, atau “sangat konyol hingga menghibur.”

Bagi orang tua, brainrot juga bisa menggambarkan pola perilaku, menonton konten pendek berdurasi cepat secara terus-menerus tanpa tujuan jelas dan sulit untuk berhenti, mirip dengan pola kecanduan.

Bagaimana Konten Ini Memengaruhi Anak?

Salah satu alasan mengapa konten brainrot sulit dihentikan adalah karena pengiriman kontennya mengandalkan “penguatan intermiten”.

Psikolog menjelaskan bahwa platform digital menyajikan konten yang menarik secara tidak terduga satu video mungkin membosankan, namun video berikutnya sangat menarik. Ketidakpastian inilah yang membuat pengguna terus menggulir (scrolling).

Lama-kelamaan, otak terbiasa dengan imbalan cepat (instant reward) dan kebaruan konstan dengan upaya minimal.

Hal ini dapat membuat aktivitas yang lebih lambat, seperti membaca buku atau belajar, terasa kurang menarik. Berbagai riset mengaitkan konsumsi konten pendek yang berlebihan dengan:

  1. Berkurangnya rentang perhatian (attention span).
  2. Kelelahan mental.
  3. Penurunan daya ingat.
  4. Peningkatan risiko kecemasan atau depresi.

Meskipun ESET dan pakar lainnya menekankan bahwa ini adalah korelasi dan bukan penyebab langsung secara neurologis, menetapkan batasan yang sehat tetaplah penting.

Baca juga: Bahaya Webcam Bagi Keamanan Buah Hati dan Tipsnya

Ciri-Ciri Konten Brainrot

Peneliti merumuskan lima fitur utama konten brainrot: sangat pendek, emosional, menggunakan elemen yang akrab, terkait referensi budaya populer, dan mudah dipahami secara instan. Contoh nyatanya meliputi:

  • Video Reaksi: Fokus pada reaksi berlebihan seseorang terhadap klip asli.
  • Skibidi Toilet: Seri viral yang dikenal karena gayanya yang cepat, absurd, dan repetitif.
  • Meme “Only in Ohio”: Label untuk sesuatu yang aneh atau canggung.
  • Brainrot Edits: Video dengan potongan cepat, visual bertumpuk, dan suara terdistorsi yang membingungkan.

Konten ini sering kali dibuat menggunakan bantuan AI generatif agar bisa diproduksi dalam jumlah besar secara cepat untuk mengejar algoritma platform.

Salah satunya adalah tren “Italian Brainrot” yang menggunakan karakter AI sureal dengan audio yang berulang-ulang.

Kamus Kecil Istilah Brainrot

Agar dapat berkomunikasi lebih baik dengan anak, berikut beberapa istilah yang perlu Anda ketahui:

  • Doomscrolling: Terus-menerus membaca berita negatif di internet meski membuat cemas.
  • Zombie Scrolling: Menggulir layar secara otomatis tanpa tujuan, hanya menggerakkan jempol.
  • Skibidi: Kata pengisi tanpa makna untuk menandakan sesuatu yang kacau atau aneh.
  • Rizz: Karisma atau daya tarik alami seseorang.
  • Sigma: Istilah untuk orang yang mandiri dan dominan (sering digunakan secara ironis).
  • No Cap: Berarti “tidak bohong” atau “serius”.
  • Ohio: Digunakan untuk mendeskripsikan sesuatu yang sangat aneh atau “terkutuk”.

10 Langkah Mengatasi dan Memulihkan Fokus

Kabar baiknya, otak manusia memiliki sifat neuroplastisitas, artinya kebiasaan yang membentuk perhatian kita dapat diubah kembali. Berikut adalah strategi praktis untuk orang tua:

1. Tetapkan Batasan Waktu Aplikasi

Gunakan fitur Digital Wellbeing atau Screen Time untuk membatasi aplikasi yang paling menyita waktu. Lakukan ini sebagai bagian dari aturan rumah tangga yang wajar, bukan sebagai hukuman mendadak.

2. Jam Bebas Teknologi

Penerapan paling efektif adalah satu jam sebelum tidur. Cahaya biru dari layar dan konten yang menstimulasi dapat mengganggu kualitas tidur dan fokus di hari berikutnya.

3. Praktik “Mindful Scrolling”

Ajari anak untuk berhenti sejenak di antara video dan bertanya pada diri sendiri: “Apakah aku benar-benar ingin menonton ini, atau hanya malas untuk berhenti?” Kesadaran kecil ini membantu memutus siklus “zombie scrolling”.

Baca juga: Anak Ingin Jadi YouTuber, Ini yang Orangtua Harus Lakukan

4. Perkenalkan Kembali Konten Berdurasi Panjang

Buku atau film berdurasi panjang melatih otak untuk membangun kembali kesabaran dan fokus. Mulailah dari hal kecil agar anak tidak merasa bosan.

5. Buat “Menu Dopamin” Offline

Susun daftar aktivitas menyenangkan di luar jaringan, seperti memasak, olahraga, atau bermain musik. Tujuannya adalah mencari kegiatan yang membuat tubuh merasa segar, bukan terkuras.

6. Kurasi Konten Secara Tegas

Algoritma akan memberikan apa yang kita sukai. Ajari anak untuk berhenti mengikuti (unfollow) akun-akun yang hanya memicu gulir tanpa henti dan lebih selektif dalam berinteraksi.

7. Zona Bebas Layar sebagai Norma Bersama

Aturan seperti “tidak ada ponsel saat makan” atau “perangkat tidak masuk ke kamar tidur” akan lebih efektif jika dilakukan oleh seluruh anggota keluarga, termasuk orang tua. Anak meniru perilaku orang dewasa lebih dari yang kita sadari.

8. Gunakan Alat Keamanan dari ESET

Untuk membantu pengawasan, Anda dapat menggunakan solusi dari ESET yang menyediakan fitur kontrol orang tua (parental control).

Fitur ini dapat membantu memantau aplikasi apa saja yang diakses anak dan menetapkan batasan waktu secara edukatif tanpa harus merasa seperti “memata-matai”.

9. Berbicara, Bukan Menggurui

Tunjukkan rasa ingin tahu. Mintalah anak menjelaskan meme atau tren yang mereka sukai. Jika anak merasa didengar dan tidak dihakimi, mereka akan lebih terbuka terhadap saran Anda mengenai perubahan perilaku digital.

10. Lakukan Reset Dua Minggu

Terkadang kita butuh titik awal yang baru. Cobalah jeda dua minggu dari aplikasi tertentu. Penelitian menunjukkan bahwa istirahat singkat dapat menurunkan tingkat stres dan meningkatkan kemampuan fokus secara signifikan.

Kesimpulan

Brainrot mungkin terdengar mengkhawatirkan, namun bagi anak-anak, ini sering kali hanya bagian dari cara mereka bercanda dan bersosialisasi.

Yang terpenting bukanlah melarang konten tersebut sepenuhnya, melainkan memastikan bahwa kebiasaan digital anak tetap seimbang.

Fokuslah pada kesadaran diri, batasan yang tenang, dan percakapan jujur untuk membantu anak menggunakan teknologi demi mendukung kesejahteraan mereka, bukan justru mengurasnya.

 

 

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Tips ESET Menghentikan Ketergantungan Digital
  • Cara Menghadapi Penipuan Online di Konsol Game
  • Panduan Chat Aman ESET untuk Anak
  • Swafoto dan Kesehatan Mental Anak
  • Tanda-Tanda Perangkat Anak Dimata-matai
  • Risiko AI Chatbot Bagi Anak
  • Panduan Perlindungan Identitas Digital Anak
  • Lindungi Anak dari Spyware dan Stalkerware
  • Cyberbullying Ancaman Kejahatan Siber yang Menghantui Dunia Digital
  • Menuntaskan Ancaman Siber di Lembaga Pendidikan

 

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

Post navigation

Previous 123456 Masih Jadi Primadona Peretas
Next Backdoor Baru di Balik Situs Claude AI Palsu

artikel terkini

Backdoor Baru di Balik Situs Claude AI Palsu Backdoor Baru di Balik Situs Claude AI Palsu

Backdoor Baru di Balik Situs Claude AI Palsu

May 11, 2026
Ancaman Brainrot pada Anak Ancaman Brainrot pada Anak

Ancaman Brainrot pada Anak

May 11, 2026
123456 Masih Jadi Primadona Peretas 123456 Masih Jadi P

123456 Masih Jadi Primadona Peretas

May 8, 2026
Jebakan Login Palsu di Google Search Jebakan Login Palsu di Google Search

Jebakan Login Palsu di Google Search

May 8, 2026
Evolusi Phising Melalui Thread Injection Evolusi Phising Melalui Thread Injection

Evolusi Phising Melalui Thread Injection

May 8, 2026
Amankan Sistem dari Eksploitasi Sandbox vm2 Amankan Sistem dari Eksploitasi Sandbox vm2

Amankan Sistem dari Eksploitasi Sandbox vm2

May 8, 2026
Malware Pencuri OTP via Phone Link Malware Pencuri OTP via Phone Link

Malware Pencuri OTP via Phone Link

May 7, 2026
Cara Baru Penipu Mencoba Menipu Anda Cara Baru Penipu Mencoba Menipu Anda

Cara Baru Penipu Mencoba Menipu Anda

May 7, 2026

Lainnya

Backdoor Baru di Balik Situs Claude AI Palsu Backdoor Baru di Balik Situs Claude AI Palsu
3 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Backdoor Baru di Balik Situs Claude AI Palsu

May 11, 2026
Ancaman Brainrot pada Anak Ancaman Brainrot pada Anak
5 min read
  • Edukasi
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

Ancaman Brainrot pada Anak

May 11, 2026
123456 Masih Jadi Primadona Peretas 123456 Masih Jadi P
3 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

123456 Masih Jadi Primadona Peretas

May 8, 2026
Jebakan Login Palsu di Google Search Jebakan Login Palsu di Google Search
3 min read
  • Sektor Personal

Jebakan Login Palsu di Google Search

May 8, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.