Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • 123456 Masih Jadi Primadona Peretas
  • Sektor Personal
  • Teknologi

123456 Masih Jadi Primadona Peretas

3 min read
123456 Masih Jadi P

Image credit: magnific

123456 Masih Jadi Primadona Peretas – Kata sandi yang paling banyak digunakan secara global ternyata masih merupakan kombinasi yang sangat mudah ditebak: ‘123456.’

Berdasarkan laporan tahunan terbaru dari NordPass mengenai kata sandi yang terpapar dalam pelanggaran data di seluruh dunia. Pilihan-pilihan klasik lainnya seperti:

  • 123456789.
  • 12345678.
  • 12345.
  • admin.

Tetap menunjukkan dominasinya dari tahun ke tahun, menunjukkan bahwa masih banyak orang yang memiliki kesadaran keamanan yang buruk.

Meskipun peringatan mengenai kebersihan kata sandi (password hygiene) yang buruk sering kali dianggap sebagai sekadar materi menakut-nakuti.

Kenyataan di lapangan membuktikan bahwa banyak platform besar masih belum menerapkan standar keamanan yang ketat.

Bahkan di peringatan Hari Kata Sandi Sedunia pada Mei 2026 ini, hasil pengujian menunjukkan bahwa situs-situs populer masih mengizinkan penggunaan rangkaian enam digit sederhana tersebut.

Baca juga: Botnet Ganas Serang Industri Game dan Perusahaan Teknologi

Kegagalan Menegakkan Kebijakan Keamanan

Sebuah pengujian dilakukan pada platform undangan daring populer, Evite, yang ternyata masih mengizinkan penggunaan ‘123456’ sebagai kata sandi.

Hal ini sangat ironis mengingat perusahaan tersebut pernah mengalami kebocoran data pada tahun 2019 yang memengaruhi lebih dari 100 juta orang.

Data pribadi pada undangan dan respons tamu kini berada dalam risiko besar hanya karena kebijakan kata sandi yang sangat lemah.

Kondisi serupa juga ditemukan pada layanan raksasa seperti Facebook dan X. Meskipun mereka mewajibkan tingkat kompleksitas tambahan, sistem mereka tetap meloloskan kata sandi sederhana seperti ‘1234567!’.

Walaupun Facebook memberikan saran untuk mencampur huruf besar-kecil dan menggunakan frasa panjang, kenyataan bahwa pola berurutan dengan satu tanda seru di akhir masih diizinkan menunjukkan adanya celah besar bagi skrip otomatis yang melakukan serangan brute-force secara masif.

Menariknya, platform dengan konten yang kurang sensitif seperti kamus daring justru sering kali menerapkan kebijakan yang lebih ketat, mewajibkan minimal delapan karakter dengan kombinasi angka, huruf, dan simbol.

Faktor Warisan dan Motivasi Industri

Ada beberapa faktor yang menyebabkan data kata sandi buruk ini terus muncul dalam laporan tahunan:

  1. Akun Dormant (Tidak Aktif): Banyak perusahaan yang telah berdiri lama tidak pernah menghapus akun pengguna yang tidak aktif. Ketika terjadi pelanggaran data, informasi akun lama dari era sebelum kebijakan kata sandi ketat diberlakukan ikut terekspos.
  2. Kepentingan Vendor: Publikasi data mengenai kata sandi lemah sering kali menguntungkan vendor pengelola kata sandi (password manager) yang menawarkan solusi berbasis langganan.
  3. Hambatan Pendaftaran: Perusahaan yang mengandalkan pendapatan dari iklan atau pengumpulan data pribadi cenderung menolak kebijakan keamanan yang ketat (seperti MFA wajib) karena dianggap dapat menghalangi calon pengguna baru untuk mendaftar.

Baca juga: Rumitnya Keamanan Siber ESET Punya Solusinya

Rekomendasi Pengamanan Akun

Sudah saatnya industri siber berhenti membicarakan masalah “kata sandi lemah” dan mulai mengambil tindakan tegas melalui regulasi dan teknologi.

Berikut adalah panduan mitigasi yang harus diterapkan untuk memutus siklus keamanan yang buruk ini:

  1. Jangan hanya mengandalkan kata sandi. Aktifkan MFA pada setiap akun daring yang Anda buat, terlepas dari seberapa “tidak penting” layanan tersebut bagi Anda.
  2. Manfaatkan alat pengelola kata sandi untuk menghasilkan dan menyimpan rangkaian karakter acak yang unik untuk setiap situs web. Jangan pernah menggunakan kembali (reuse) kata sandi yang sama.
  3. Bagi pengelola platform, terapkan aturan yang melarang penggunaan pola berurutan (seperti 123456) dan daftar kata sandi yang paling sering bocor secara global.
  4. Dukung dan gunakan teknologi passkeys yang menggunakan biometrik atau kunci keamanan fisik, yang secara struktural lebih aman daripada kata sandi tradisional.
  5. Belajar dari industri keuangan yang mewajibkan MFA melalui regulasi seperti PSD2, pemerintah perlu mendorong aturan serupa bagi industri lain untuk melindungi data pribadi warga negara secara layak.
  6. Secara berkala, lakukan audit pada layanan yang tidak lagi Anda gunakan dan hapus akun tersebut untuk meminimalkan jejak digital jika terjadi kebocoran data di masa depan.

Mengakhiri Era Kata Sandi Lemah

Selama lebih dari 30 tahun, pesan mengenai bahaya kata sandi lemah telah digaungkan setiap hari, namun pola ini tidak kunjung berubah selama platform masih memberikan opsi “mudah” bagi konsumen.

Solusi efektifnya sangat sederhana, mandat penggunaan kata sandi kompleks atau, lebih baik lagi, MFA wajib. Hanya dengan menstandarisasi langkah-langkah keamanan teknis yang kuat di seluruh industri, kita dapat benar-benar melindungi privasi pengguna dan mengakhiri diskusi tanpa ujung mengenai kerentanan kata sandi di internet modern.

 

 

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Operasi Siber RoundPress Curi Email Pemerintah di Seluruh Dunia
  • 6 Langkah Bantu Anak Mengatasi FOMO
  • Gamer Jangan Sampai Akun dan Data Pribadimu Dicuri
  • CVE-2025 Sudah Beraksi Segera Ambil Tindakan
  • Teman Terbaik di Dunia Game
  • Meretas Beragam Wajah Phising
  • ClickFix Bidik Windows dan Linux
  • Puluhan Ribu Sub Domain Manipulasi SEO Curi Kripto
  • Ratusan Juta Email Phising Melanda Dunia Maya
  • Sextortion dan Predator Online Merajalela di Dunia Maya

 

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

Post navigation

Previous Jebakan Login Palsu di Google Search
Next Ancaman Brainrot pada Anak

artikel terkini

Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun

Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun

July 10, 2026
Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi

Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi

July 10, 2026
Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI

Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI

July 10, 2026
Kualitas Email Phising Terus Meningkat Kualitas Email Phising Terus Meningkat

Kualitas Email Phising Terus Meningkat

July 10, 2026
IoT dan Risiko Siber IoT dan Risiko Siber

IoT dan Risiko Siber

July 9, 2026
FortiBleed Gerbang Baru Serangan Ransomware FortiBleed Gerbang Baru Serangan Ransomware

FortiBleed Gerbang Baru Serangan Ransomware

July 7, 2026
Update yang Berubah Menjadi Malware Update yang Berubah Menjadi Malware

Update yang Berubah Menjadi Malware

July 7, 2026
Kejahatan Siber Memasuki Era Baru Kejahatan Siber Memasuki Era Baru

Kejahatan Siber Memasuki Era Baru

July 3, 2026

Lainnya

Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun
4 min read
  • Ransomware

Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun

July 10, 2026
Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi

July 10, 2026
Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI
5 min read
  • Ransomware
  • Teknologi

Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI

July 10, 2026
Kualitas Email Phising Terus Meningkat Kualitas Email Phising Terus Meningkat
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Kualitas Email Phising Terus Meningkat

July 10, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.