Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Ransomware
  • Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon
  • Ransomware

Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon

3 min read
Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon

Image credit: magnific

Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon – Grup peretas di balik operasi Ransomware DeadLock mengadopsi pendekatan baru dengan memanfaatkan infrastruktur terdesentralisasi berbasis teknologi blockchain.

Langkah ini dilakukan untuk melindungi komunikasi dengan korban serta aktivitas situs pemerasan (data-leak site) agar tidak mudah ditutup oleh aparat penegak hukum.

Kelompok ancaman ini pertama kali muncul pada pertengahan 2025 dan menerapkan taktik pemerasan ganda (double-extortion), yaitu mencuri data sensitif sebelum mengunci dan mengenkripsi berkas sistem korban.

Hingga Juli 2026, situs pemerasan DeadLock tercatat telah mempublikasikan 80 organisasi korban, sebagian besar berasal dari:

  • Sektor TI.
  • Pertambangan.
  • Transportasi.
  • Manufaktur.
  • Perhotelan.
  • Dan barang konsumsi.

Peneliti mencatat bahwa malware ini didistribusikan oleh beberapa kelompok afiliasi peretas, termasuk yang sebelumnya terhubung dengan ekosistem ransomware Lynx dan INC.Micr

Baca juga: Bahaya Ekstensi Pencuri di Cursor

Komunikasi via Blockchain Polygon

Alih-alih mengandalkan situs Tor konvensional yang berisiko disita penegak hukum, DeadLock menggunakan blockchain Polygon untuk menyimpan data konfigurasi serta postingan daftar korban.

Mekanisme Teknis Infrastruktur Terdesentralisasi:

  • Pengambilan Alamat C2 via Smart Contract: Halaman HTML pemerasan melakukan kueri pembacaan (read-only eth_call) ke smart contract di blockchain Polygon untuk mendapatkan alamat chat-proxy terbaru secara otomatis.
  • Jaringan Komunikasi Terenkripsi: DeadLock memanfaatkan jaringan terdesentralisasi Session untuk mengamankan percakapan negosiasi dengan korban.
  • Penyimpanan Berkas Bocoran: Berkas curian di-hosting di layanan cloud Wasabi.

Pendekatan ini memungkinkan operator mengubah alamat proxy obrolan tanpa perlu memperbarui aplikasi di sisi korban, sekaligus mengurangi ketergantungan pada domain web biasa.

Meski demikian, peneliti menegaskan bahwa sistem ini tidak sepenuhnya kebal dari gangguan, penyedia cloud seperti Wasabi tetap dapat menghapus berkas curian jika menerima laporan penyalahgunaan, dan akses ke endpoint RPC publik Polygon masih dapat dibatasi.

Proses Kerja dan Fitur Enkripsi 

Laporan peneliti juga mengungkap detail mekanisme enkripsi DeadLock. Secara bawaan, skrip ransomware dikonfigurasi untuk mengecualikan sistem yang berlokasi di negara-negara bekas Uni Soviet.

Termasuk kawasan Commonwealth of Independent States (CIS), Iran, Suriah, Oman, dan Yaman.

  • Sistem Target: Malware menghapus berkas cadangan (backups), menghentikan layanan virtualisasi, dan mengosongkan Recycle Bin.
  • Proses Enkripsi Efisien: DeadLock mengenkripsi direktori non-sistem menggunakan kunci unik XChaCha20 per berkas yang dilindungi enkripsi kurva eliptis Curve25519.
  • Penggunaan Sumber Daya Terbatas: Ransomware dikonfigurasi untuk menggunakan maksimal 29% memori sistem dan 70% CPU, sehingga korban masih dapat menggunakan komputer tanpa merasakan efek penurunan performa yang drastis saat enkripsi berlangsung.
  • Enkripsi Berkas Besar: Untuk mempercepat proses, berkas berukuran besar dienkripsi secara parsial menggunakan blok 512-byte, yang sudah cukup untuk membuat berkas tidak dapat dipulihkan.
  • Perubahan Identitas Berkas: Berkas terenkripsi diubah namanya menggunakan ekstensi .dlock, ikon berkas diganti, nota tebusan dalam format TXT ditinggalkan, dan wallpaper desktop diubah sebagai penanda bahwa sistem t

Pelaku meminta tebusan dalam bentuk cryptocurrency Bitcoin atau Monero. Sebagai imbalannya, peretas menjanjikan dekriptor berkas, penghapusan data curian, informasi vektor akses awal yang mereka gunakan, serta rekomendasi keamanan.

Baca juga: Curi Webcam Bikin Zoom Palsu

Panduan Mitigasi dan Pencegahan

Untuk membentengi sistem dari ancaman ransomware DeadLock, Microsoft merekomendasikan beberapa langkah perlindungan endpoint:

1. Perketat Keamanan Endpoint

Aktifkan perlindungan antivirus berbasis cloud, jalankan EDR dalam block mode, aktifkan proteksi manipulasi (tamper protection), serta fitur otomatisasi investigasi dan pemulihan.

2. Pembatasan Akses Berkas

Gunakan fitur Controlled Folder Access untuk mencegah perubahan berkas tanpa izin dari aplikasi yang tidak dikenal.

3. Aturan Pengurangan Area Serangan (Attack-Surface Reduction)

Aktifkan aturan ASR untuk memblokir eksekusi berkas tidak tepercaya serta mencegah pergerakan lateral (lateral movement) yang memanfaatkan utilitas seperti PsExec dan WMI.

 

 

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Memahami Cara Kerja RFID dan NFC
  • Copy Fail Memori yang Berkhianat
  • Serangan Pencuri Kredensial & Token Autentikasi
  • Cheat Minecraft Palsu Berisi Infostealer
  • Malware Pencuri OTP via Phone Link
  • Rootkit Siluman Pengincar Developer
  • Celaka! Peretas Jalankan RCE Tanpa Login
  • Ledakan Serangan Berbasis Asisten AI
  • IT Palsu Teams Gunakan Taktik Email Bombing
  • Phising Kit Berbasis AI Incar Akun Global

 

 

 

 

Sumber berita:

 

Prosperita IT News

 

 

 

Post navigation

Previous IoT Bekas Ancaman yang Sering Diabaikan
Next Celah SIM Card Intai Sistem IoT dan Smartphone

artikel terkini

Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber

Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber

September 25, 2026
Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda

Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda

September 25, 2026
Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint

Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint

September 25, 2026
Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber

Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber

September 25, 2026
Menghindari Penipuan Roblox untuk Orang Tua dan Anak Menghindari Penipuan Roblox untuk Orang Tua dan Anak

Menghindari Penipuan Roblox untuk Orang Tua dan Anak

September 24, 2026
Saat MFA Eksternal Jadi Perangkap Sandi Saat MFA Eksternal Jadi Perangkap Sandi

Saat MFA Eksternal Jadi Perangkap Sandi

September 24, 2026
Sindikat Phising EvilTokens Lumpuh Sindikat Phising EvilTokens Lumpuh

Sindikat Phising EvilTokens Lumpuh

September 24, 2026
Phising Manipulasi Otak Sejak Awal Phising Manipulasi Otak Sejak Awal

Phising Manipulasi Otak Sejak Awal

September 24, 2026

Lainnya

Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber
3 min read
  • Teknologi

Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber

September 25, 2026
Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda
4 min read
  • Teknologi

Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda

September 25, 2026
Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint
4 min read
  • Teknologi

Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint

September 25, 2026
Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber
5 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber

September 25, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.