Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Sektor Bisnis
  • Email Phising Menyamar Balasan
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Email Phising Menyamar Balasan

4 min read
Email Phising Menyamar Balasan

Image credit: magnific

Email Phising Menyamar Balasan – Email phising terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi dan kebiasaan pengguna. Jika dahulu pelaku hanya mengirimkan email dengan bahasa yang buruk dan tautan yang mudah dikenali sebagai penipuan, kini pendekatannya jauh lebih canggih.

Salah satu tren yang mulai banyak ditemukan adalah email phising yang menyamar sebagai balasan dari percakapan email yang pernah benar-benar terjadi.

Teknik ini membuat korban merasa sedang melanjutkan komunikasi yang sudah dikenal. Akibatnya, tingkat kewaspadaan menurun dan peluang korban membuka lampiran atau mengeklik tautan berbahaya menjadi jauh lebih tinggi.

Apa Itu Phising Berbasis Percakapan?

Dalam beberapa insiden yang diungkap berbagai peneliti keamanan siber sepanjang tahun 2026, pelaku tidak lagi mengirim email dari nol. Mereka lebih memilih menyisipkan pesan berbahaya ke dalam thread email yang tampak sah.

Korban akan menerima email yang terlihat seperti lanjutan dari percakapan sebelumnya, lengkap dengan:

  • Judul email (subject) yang sama.
  • Riwayat percakapan terdahulu.
  • Nama pengirim yang dikenal.
  • Gaya bahasa yang menyerupai komunikasi sebelumnya.

Karena email tersebut terlihat sangat meyakinkan, banyak pengguna menganggapnya sebagai komunikasi biasa dan tidak lagi melakukan pemeriksaan keamanan.

Mengapa Teknik Ini Sangat Efektif?

Sebagian besar orang terbiasa mempercayai email yang berasal dari kontak yang sudah dikenal. Pelaku memanfaatkan psikologi tersebut.

Beberapa alasan mengapa teknik ini efektif antara lain:

  • Pengguna tidak lagi memperhatikan alamat email secara detail.
  • Riwayat percakapan membuat email tampak asli.
  • Korban merasa sedang melanjutkan pekerjaan yang belum selesai.
  • Tidak ada tanda-tanda mencurigakan seperti tata bahasa yang buruk.

Bahkan, dalam beberapa kasus, isi email hanya berupa kalimat singkat seperti:

“Silakan cek dokumen terbaru yang saya kirim.”

atau

“Mohon konfirmasi apakah file ini sudah sesuai.”

Kalimat sederhana tersebut justru membuat email terlihat lebih alami.

Baca juga: Lebih dari 84.000 Server Email Roundcube Berisiko Diserang

Bagaimana Pelaku Bisa Mengetahui Riwayat Email?

Tidak selalu berarti akun email korban telah diretas.

Dalam banyak kasus, pelaku terlebih dahulu berhasil memperoleh akses ke akun email pihak lain, misalnya rekan kerja atau mitra bisnis. Dari akun tersebut mereka membaca percakapan lama, kemudian mengirimkan balasan kepada seluruh peserta percakapan.

Bagi penerima, email tersebut tampak benar-benar berasal dari komunikasi yang pernah dilakukan sebelumnya.

Ciri-Ciri yang Tetap Bisa Dikenali

Walaupun terlihat meyakinkan, email phising jenis ini masih memiliki beberapa indikator yang dapat diperhatikan.

1. Isi Email Tiba-Tiba Berubah Arah

Percakapan sebelumnya mungkin membahas proyek atau administrasi tertentu, tetapi balasan terbaru justru meminta membuka file baru atau mengakses tautan yang sebelumnya tidak pernah dibahas.

Perubahan konteks yang mendadak patut dicurigai.

2. Lampiran Tidak Sesuai

Misalnya selama ini komunikasi hanya menggunakan dokumen PDF, namun tiba-tiba muncul file:

  • ZIP
  • RAR
  • ISO
  • IMG
  • SCR
  • EXE

Jenis file tersebut sebaiknya tidak langsung dibuka.

3. Ada Rasa Mendesak

Pelaku sering menambahkan kalimat seperti:

  • “Harus segera.”
  • “Mohon diproses hari ini.”
  • “Tolong dibuka sekarang.”
  • “Ini sangat penting.”

Tekanan waktu merupakan salah satu cara untuk membuat korban tidak sempat berpikir panjang.

4. Tautan Mengarah ke Domain Berbeda

Meskipun nama pengirim terlihat benar, tautan yang disisipkan bisa mengarah ke domain yang tidak berkaitan dengan organisasi tersebut.

Sebelum mengklik, arahkan kursor ke tautan dan periksa alamat tujuan sebenarnya.

5. Permintaan Tidak Lazim

Misalnya:

  • Mengunduh file dari layanan yang belum pernah digunakan,
  • Mengisi ulang kata sandi,
  • Masuk kembali ke akun email,
  • Atau memberikan informasi tertentu yang biasanya tidak pernah diminta melalui email.

Baca juga: Keylogger Curi Kredensial di Server Microsoft Exchange

Mengapa Pengguna Perlu Lebih Waspada?

Email masih menjadi media komunikasi utama bagi perusahaan, instansi pemerintah, maupun individu. Hal ini membuat email tetap menjadi sasaran favorit para pelaku kejahatan siber.

Yang membuat phising modern semakin berbahaya bukan lagi tampilan emailnya, melainkan kemampuannya meniru komunikasi yang nyata.

Ketika pengguna hanya mengandalkan rasa percaya terhadap nama pengirim atau riwayat percakapan, peluang menjadi korban akan meningkat.

Langkah Menghindari Email Phising

Agar tidak mudah tertipu, biasakan menerapkan langkah-langkah berikut setiap kali menerima email.

  1. Jangan hanya melihat nama pengirim, tetapi periksa alamat email lengkapnya.
  2. Baca kembali isi percakapan sebelumnya untuk memastikan balasan terbaru masih relevan.
  3. Periksa setiap lampiran sebelum membukanya, terutama jika berupa arsip atau file yang dapat dijalankan.
  4. Jangan terburu-buru mengikuti permintaan mendesak tanpa melakukan verifikasi.
  5. Periksa tujuan tautan sebelum mengklik dengan melihat alamat URL yang sebenarnya.
  6. Konfirmasi melalui media lain, seperti telepon atau aplikasi pesan instan, apabila email berisi permintaan yang tidak biasa.
  7. Aktifkan autentikasi multifaktor (MFA) pada akun email untuk mengurangi risiko penyalahgunaan akun.
  8. Gunakan solusi keamanan email yang mampu mendeteksi lampiran maupun tautan berbahaya sebelum sampai ke kotak masuk.

Saatnya Mengubah Cara Memeriksa Email

Ancaman email phising saat ini tidak lagi mengandalkan pesan yang terlihat mencurigakan. Justru email yang paling berbahaya sering kali tampak sangat normal karena memanfaatkan percakapan yang memang pernah terjadi.

Oleh karena itu, pengguna perlu mengubah kebiasaan saat memeriksa email. Jangan hanya mempercayai nama pengirim atau riwayat percakapan.

Luangkan beberapa detik untuk memeriksa alamat email, konteks pesan, lampiran, dan tautan yang diterima. Kebiasaan sederhana tersebut dapat menjadi pertahanan paling efektif untuk mencegah pencurian akun, kebocoran data, maupun penyebaran malware melalui email

 

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Mengurai Serangan Ransomware pada Server VMware
  • ESET Tangkap Basah Malware di Software Server Web Microsoft
  • Geger Peretasan Server Microsoft Exchange, Ini Faktanya
  • Sekelumit Tentang Peretasan Server Microsoft Exchange
  • Ribuan Server Vmware Rentan Hacker Aktif Berburu Peluang
  • Hati-hati Main CS 1.6, 39 Persen Server Tercemar Trojan
  • Ribuan Server MongoDB Diserang Ransomware
  • Ransomware DXXD Incar Server Komputer
  • Server Pokemon Go Diretas
  • Ransomware Samsam Jeli Mengincar Server

 

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

 

 

Post navigation

Previous Popularitas Giring Malware Incar Roblox
Next Celah Supply Chain QuickFox Sebarkan Malware

artikel terkini

Menyingkap Bahaya Tersembunyi Data Biometrik Menyingkap Bahaya Tersembunyi Data Biometrik

Menyingkap Bahaya Tersembunyi Data Biometrik

August 26, 2026
Serangan Siber Incar Sistem Infotainment Mobil Android Serangan Siber Incar Sistem Infotainment Mobil Android

Serangan Siber Incar Sistem Infotainment Mobil Android

August 26, 2026
Memahami Musuh di Rumah Sendiri Memahami Musuh di Rumah Sendiri

Memahami Musuh di Rumah Sendiri

August 26, 2026
Malware Android Ini Curi Data Saat Offline Malware Android Ini Curi Data Saat Offline

Malware Android Ini Curi Data Saat Offline

August 24, 2026
Celah Spring Security Buka Akses Admin Tanpa Otentikasi Celah Spring Security Buka Akses Admin Tanpa Otentikasi

Celah Spring Security Buka Akses Admin Tanpa Otentikasi

August 24, 2026
Panggilan AI Bajak Rekening Bank Panggilan AI Bajak Rekening Bank

Panggilan AI Bajak Rekening Bank

August 24, 2026
Menghadapi Risiko Ancaman Orang Dalam di Perusahaan Menghadapi Risiko Ancaman Orang Dalam di Perusahaan

Menghadapi Risiko Ancaman Orang Dalam di Perusahaan

August 21, 2026
Modus Afiliasi Ransomware Menyamar Jasa Pemulihan Modus Afiliasi Ransomware Menyamar Jasa Pemulihan

Modus Afiliasi Ransomware Menyamar Jasa Pemulihan

August 21, 2026

Lainnya

Menyingkap Bahaya Tersembunyi Data Biometrik Menyingkap Bahaya Tersembunyi Data Biometrik
4 min read
  • Edukasi
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

Menyingkap Bahaya Tersembunyi Data Biometrik

August 26, 2026
Serangan Siber Incar Sistem Infotainment Mobil Android Serangan Siber Incar Sistem Infotainment Mobil Android
3 min read
  • Teknologi

Serangan Siber Incar Sistem Infotainment Mobil Android

August 26, 2026
Memahami Musuh di Rumah Sendiri Memahami Musuh di Rumah Sendiri
5 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Memahami Musuh di Rumah Sendiri

August 26, 2026
Malware Android Ini Curi Data Saat Offline Malware Android Ini Curi Data Saat Offline
3 min read
  • Mobile Security
  • Sektor Personal

Malware Android Ini Curi Data Saat Offline

August 24, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.