Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Ransomware
  • Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data
  • Ransomware
  • Tips & Tricks

Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data

3 min read
Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data

Image credit: magnific

Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data – Selama bertahun-tahun, ransomware dikenal sebagai malware yang mengenkripsi seluruh file korban, kemudian meminta uang tebusan agar data dapat dipulihkan. Namun, perkembangan ancaman siber telah mengubah pola tersebut secara drastis.

Kelompok ransomware modern tidak lagi hanya mengandalkan enkripsi data. Mereka kini menggabungkan pencurian data, pemerasan, hingga ancaman publikasi informasi sensitif untuk meningkatkan tekanan terhadap korban.

Dari Enkripsi Menjadi Pencurian Data

Sebelum mengenkripsi sistem, pelaku biasanya mencuri berbagai data penting milik organisasi. Jika korban menolak membayar, data tersebut diancam akan dipublikasikan atau dijual kepada pihak lain.

Teknik ini dikenal sebagai double extortion dan kini menjadi metode yang paling banyak digunakan oleh kelompok ransomware.

Bahkan, beberapa kelompok menerapkan triple extortion, yaitu menghubungi pelanggan, mitra bisnis, atau pemasok korban untuk memberikan tekanan tambahan agar uang tebusan segera dibayarkan.

Baca juga: Phising AI Canggih Quantum Route Redirect

Hacker Kini Menyusup Lebih Lama

Cara memperoleh akses awal juga telah berubah. Selain phising, pelaku banyak memanfaatkan kerentanan sistem yang belum diperbarui, layanan Remote Desktop Protocol (RDP) yang tidak diamankan, maupun kredensial yang telah dicuri sebelumnya.

Setelah berhasil masuk, mereka sering menggunakan pendekatan hands-on-keyboard, yaitu melakukan aktivitas secara manual untuk mempelajari jaringan, mencuri data, menonaktifkan solusi keamanan, hingga menghapus cadangan (backup) sebelum akhirnya menjalankan ransomware.

Dampaknya Bukan Sekadar Kehilangan Data

Perubahan strategi tersebut membuat dampak ransomware menjadi jauh lebih besar dibandingkan beberapa tahun lalu. Organisasi tidak hanya kehilangan akses terhadap data, tetapi juga menghadapi risiko:

  • Kebocoran informasi.
  • Gangguan operasional.
  • Kerusakan reputasi.
  • Potensi sanksi akibat pelanggaran regulasi perlindungan data.

Karena itu, ransomware kini harus dipandang sebagai ancaman terhadap keberlangsungan bisnis, bukan sekadar ancaman terhadap file.

Mengurangi Risiko Serangan Ransomware

Organisasi maupun pengguna dapat menerapkan beberapa langkah berikut.

  1. Lakukan backup secara berkala dan simpan salinannya secara offline atau immutable.
  2. Perbarui sistem operasi dan seluruh aplikasi segera setelah pembaruan keamanan tersedia.
  3. Aktifkan Multi-Factor Authentication (MFA), terutama untuk email, VPN, dan akun administrator.
  4. Terapkan prinsip Least Privilege dengan membatasi hak akses administrator.
  5. Waspadai email phising, tautan, maupun lampiran yang mencurigakan.
  6. Amankan layanan Remote Desktop (RDP) menggunakan VPN, password yang kuat, dan MFA.
  7. Gunakan solusi Endpoint Protection, EDR, XDR, atau MDR untuk mendeteksi aktivitas ransomware sejak tahap awal.
  8. Siapkan prosedur respons insiden agar organisasi dapat bertindak cepat ketika terjadi serangan.

Baca juga: RAT Baru Gunakan Trik SMS Curi Data

Bukan Sekadar Ancaman terhadap Data

Ransomware telah berkembang menjadi salah satu bentuk kejahatan siber yang paling kompleks. Jika dahulu tujuan utamanya adalah mengenkripsi file agar korban membayar uang tebusan, kini pelaku juga:

  • Mencuri data sensitif.
  • Mengancam mempublikasikannya.
  • Hingga memberikan tekanan kepada pelanggan maupun mitra bisnis korban.

Evolusi ini membuat dampak ransomware tidak lagi terbatas pada kehilangan data, tetapi juga dapat memengaruhi reputasi, operasional, bahkan keberlangsungan bisnis.

Menghadapi ancaman tersebut, organisasi perlu mengubah pendekatan keamanan dari yang bersifat reaktif menjadi proaktif. Penerapan backup secara berkala memang tetap penting, tetapi harus dilengkapi dengan:

  • Pengelolaan kerentanan.
  • Perlindungan endpoint.
  • Pemantauan aktivitas jaringan.
  • Pembatasan hak akses.
  • Kemampuan mendeteksi penyusupan sejak tahap awal.

Semakin cepat aktivitas mencurigakan diketahui, semakin besar peluang menghentikan serangan sebelum ransomware dijalankan.

Selain teknologi, faktor manusia tetap memegang peranan penting. Sebagian besar serangan ransomware masih berawal dari email phising, kredensial yang dicuri, atau kesalahan konfigurasi sistem.

Oleh karena itu, edukasi keamanan siber bagi seluruh pengguna harus menjadi bagian dari strategi pertahanan organisasi agar setiap individu mampu mengenali dan melaporkan aktivitas yang tidak wajar.

Ransomware akan terus berevolusi mengikuti perkembangan teknologi dan peluang yang dimanfaatkan pelaku ancaman. Karena itu, organisasi tidak cukup hanya berfokus pada pemulihan setelah serangan terjadi.

Tetapi juga harus membangun kemampuan untuk mencegah, mendeteksi, dan merespons ancaman secara cepat. Pendekatan inilah yang akan membantu meminimalkan dampak serangan sekaligus menjaga keberlangsungan operasional di tengah lanskap ancaman siber yang terus berubah.

 

 

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Shadow AI Ancam Keamanan Perusahaan
  • Serangan Water Saci Trojan Baru di WhatsApp
  • Kartelisasi Hacker
  • Skema Phising Canggih Targetkan Hotel dan Pelanggan
  • Peran AI dalam Kejahatan Phising Netflix
  • LandFall Ancaman Spyware Canggih di WhatsApp
  • Satu Password Bocor Bencana Miliaran Mengancam Perusahaan
  • Memanfaatkan AI Melawan Ancaman berbasis AI
  • Panduan Membentuk Anak Cerdas Digital Sejak Dini
  • Hacker Beraksi Secepat 18 Menit

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

 

 

 

Post navigation

Previous Layanan AI Jadi Target Botnet
Next Hacker Kini Tidak Lagi Mengincar Password

artikel terkini

Game Gratis Bisa Berujung Kehilangan Data Pribadi Game Gratis Bisa Berujung Kehilangan Data Pribadi

Game Gratis Bisa Berujung Kehilangan Data Pribadi

July 23, 2026
Mengenali dan Menghadapi Serangan Siber Berbasis AI Mengenali dan Menghadapi Serangan Siber Berbasis AI

Mengenali dan Menghadapi Serangan Siber Berbasis AI

July 23, 2026
Hacker Kini Tidak Lagi Mengincar Password Hacker Kini Tidak Lagi Mengincar Password

Hacker Kini Tidak Lagi Mengincar Password

July 23, 2026
Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data

Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data

July 23, 2026
Layanan AI Jadi Target Botnet Layanan AI Jadi Target Botnet

Layanan AI Jadi Target Botnet

July 22, 2026
Bahaya WP2Shell Akses RCE Tanpa Login Bahaya WP2Shell Akses RCE Tanpa Login

Bahaya WP2Shell Akses RCE Tanpa Login

July 22, 2026
Modus Baru Kalender Microsoft 365 Jadi Jalur C2 Modus Baru Kalender Microsoft 365 Jadi Jalur C2

Modus Baru Kalender Microsoft 365 Jadi Jalur C2

July 22, 2026
Menguak Mitos Juice Jacking di Fasilitas Umum Menguak Mitos Juice Jacking di Fasilitas Umum

Menguak Mitos Juice Jacking di Fasilitas Umum

July 21, 2026

Lainnya

Game Gratis Bisa Berujung Kehilangan Data Pribadi Game Gratis Bisa Berujung Kehilangan Data Pribadi
5 min read
  • Edukasi
  • Sektor Personal

Game Gratis Bisa Berujung Kehilangan Data Pribadi

July 23, 2026
Mengenali dan Menghadapi Serangan Siber Berbasis AI Mengenali dan Menghadapi Serangan Siber Berbasis AI
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

Mengenali dan Menghadapi Serangan Siber Berbasis AI

July 23, 2026
Hacker Kini Tidak Lagi Mengincar Password Hacker Kini Tidak Lagi Mengincar Password
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Hacker Kini Tidak Lagi Mengincar Password

July 23, 2026
Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data
3 min read
  • Ransomware
  • Tips & Tricks

Ransomware Kini Tidak Hanya Mengenkripsi Data

July 23, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.