Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • Apakah Anak Anda Kecanduan Internet? Ini Faktanya
  • Edukasi
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Apakah Anak Anda Kecanduan Internet? Ini Faktanya

5 min read
Apakah Anak Anda Kecanduan Internet? Ini Faktanya

Image credit: Magnific

Apakah Anak Anda Kecanduan Internet? Ini Faktanya – Melihat anak menghabiskan malam demi malam bermain gim atau mengusap (scrolling) media sosial sering kali membuat orang tua cemas dan bertanya-tanya: Apakah ini sudah berlebihan? Anda tidak sendirian.

Berdasarkan survei tahun 2025 oleh Lurie Children’s Hospital, mayoritas orang tua di AS (62%) merasa bersalah atas waktu layar (screen time) anak-anak mereka. Mereka khawatir layar digital telah menjadi “pengasuh anak”, menyita waktu keluarga, dan digunakan secara berlebihan.

Namun, menunjukkan tanda-tanda keterikatan pada ponsel dan memiliki kecanduan perilaku (behavioral addiction) adalah dua hal yang berbeda. Bagi anak-anak dan remaja masa kini, dunia maya adalah tempat berlangsungnya kehidupan normal mereka: berdiskusi dengan teman, mengerjakan tugas sekolah, menonton video, bermain gim, membuat konten, atau sekadar bersantai.

Oleh karena itu, alih-alih hanya berfokus pada “Berapa jam anak saya di depan layar?”, pertanyaan yang jauh lebih relevan adalah: “Apa dampak aktivitas daring tersebut terhadap kehidupan mereka sehari-hari?”

Banyak Waktu Layar Tidak Selalu Berarti Kecanduan

Tidak ada angka ajaib yang menentukan batas pasti kapan penggunaan internet biasa berubah menjadi kecanduan. Rekomendasi dari para ahli kesehatan kini makin menjauhi tolok ukur angka jam semata.

American Academy of Pediatrics (AAP) mendorong keluarga untuk melihat konteks penggunaan media yang lebih luas melalui kerangka kerja 5C:

  1. Child (Anak): Pertimbangkan usia, tahap perkembangan, kepribadian, dan kebutuhan individual anak.
  2. Content (Konten): Perhatikan apa yang ditonton, dimainkan, atau dibuat oleh anak. Tidak semua waktu layar memiliki kualitas yang sama.
  3. Calm (Ketenangan): Amati apakah layar menjadi cara utama atau satu-satunya bagi anak untuk mengatasi rasa bosan, stres, atau emosi negatif.
  4. Crowding Out (Penggeseran): Tanyakan aktivitas penting apa yang tergeser oleh media digital, seperti waktu tidur, aktivitas fisik, hobi, atau interaksi tatap muka.
  5. Communication (Komunikasi): Terus jalin komunikasi dua arah mengenai pengalaman digital mereka, alih-alih hanya mengandalkan aturan dan pembatasan.

Contoh Perbandingan: Bayangkan dua remaja yang sama-sama bermain gim selama tiga jam pada hari Sabtu:

  • Remaja A bermain selama tiga jam untuk menyelesaikan misi gim bersama temannya. Setelah selesai, ia mematikan konsol karena harus bertemu teman secara langsung, latihan sepak bola, dan mengerjakan PR.
  • Remaja B seharusnya hanya bermain selama dua jam sebelum tidur. Namun, ia berulang kali mencoba berhenti tetapi gagal, lalu begadang hingga larut malam. Hal ini terjadi terus-menerus, ia meninggalkan hobinya, dan sering bertengkar dengan keluarga akibat gim.

Jumlah jam pada jam dinding keduanya identik (3 jam), tetapi dampaknya sangat jauh berbeda.

Baca juga: Email Sumber Pabrik Kredensial Terbesar

Apa Sebenarnya yang Dimaksud dengan “Kecanduan Internet”?

Secara medis, istilah ini cukup kompleks. Belum ada kriteria diagnosis yang disepakati secara universal untuk “kecanduan internet” secara umum. Peneliti menggunakan beberapa istilah yang saling beririsan, seperti kecanduan digital, penggunaan internet bermasalah, kecanduan ponsel pintar, dan kecanduan media sosial.

Tinjauan ilmiah tahun 2026 dari Change Direction mencatat bahwa tingkat prevalensi yang dilaporkan berkisar antara 0,3% hingga 38%, tergantung pada kriteria pengukuran. Rentang yang sangat lebar ini menunjukkan betapa sulitnya mendefinisikan fenomena ini secara konsisten.

Pada praktiknya, seseorang jarang “kecanduan internet” secara keseluruhan. Biasanya, ada aktivitas spesifik yang sulit dikendalikan, seperti:

  • Bermain gim (gaming): Saat permainan konsisten menggeser prioritas hidup lainnya.
  • Media sosial & komunikasi daring: Memeriksa feed, pesan, atau notifikasi secara impulsif.
  • Penggunaan ponsel pintar: Memegang perangkat menjadi respons otomatis tanpa sadar.
  • Konsumsi konten secara terus-menerus: Scrolling video pendek, berita, atau konten lain tanpa henti.
  • Konten seksual daring.
  • Belanja, judi, atau aktivitas finansial daring.

6 Tanda Aktivitas Daring Mulai Bermasalah

Perilaku digital yang bermasalah biasanya muncul sebagai sebuah pola terstruktur:

  1. Menjadi Pusat Perhatian: Anak terus-menerus memikirkan aktivitas daring bahkan saat melakukan hal lain.
  2. Kehidupan Lain Terabaikan: Aktivitas daring menggeser hal penting seperti tidur, sekolah, olahraga, waktu keluarga, dan hobi.
  3. Distres Saat Diberhentikan: Muncul rasa jengkel yang intens, kecemasan, atau distres berlebihan saat perangkat tidak tersedia (bukan sekadar keluhan biasa).
  4. Menjadi Cara Utama Mengatur Emosi: Internet menjadi satu-satunya pelarian dari rasa bosan, sedih, atau stres.
  5. Membutuhkan Durasi Lebih (Toleransi): Anak menghabiskan waktu makin lama untuk mendapatkan tingkat kepuasan yang sama.
  6. Gagal Mengurangi Aktivitas secara Berulang: Anak menyadari masalahnya dan ingin berubah, tetapi terus gagal mengendalikan diri.

Baca juga: Pengkhianatan Kotak Masuk

Mengapa Media Digital Sangat Sulit Dilepaskan?

Secara biologis, aktivitas digital yang memberi rasa senang memicu pelepasan dopamin pada striatum, area otak yang mengatur motivasi dan penghargaan (reward).

Dengan stimulasi digital yang intensif dan berulang, peneliti mengamati adanya perubahan pada reseptor dopamin dan koneksi pada prefrontal cortex (area otak yang bertanggung jawab atas pengendalian impuls dan pengambilan keputusan). Mekanisme ini memiliki kemiripan dengan pola yang ditemukan pada gangguan penggunaan zat (substance use disorders).

Namun, ini tidak berarti bermain gim sama bahayanya dengan mengonsumsi obat-obatan terlarang. Obat-obatan memasukkan zat kimia langsung ke dalam tubuh yang memicu toksisitas fisik dan sakaw berat. Kecanduan digital tidak menyebabkan hal itu; dampak fisiknya cenderung bersifat tidak langsung (seperti kurang tidur atau efek duduk terlalu lama).

Langkah Praktis yang Dapat Dilakukan Orang Tua

  1. Lihat Melampaui Jam Dinding: Statistik durasi layar adalah data awal. Berikan perhatian lebih pada kualitas tidur, nilai sekolah, hubungan sosial, dan suasana hati anak.
  2. Tetapkan Batasan Sebelum Konflik Terjadi: Sepakati area bebas perangkat (seperti meja makan atau kamar tidur saat malam) sebagai bagian dari rutinitas harian, bukan aturan mendadak saat bertengkar.
  3. Bikin Kehidupan Luring Lebih Menarik: Bantu anak menemukan aktivitas luring yang benar-benar mereka nikmati (olahraga, musik, seni, atau memasak) agar internet bukan satu-satunya sumber pencapaian mereka.
  4. Hindari Menjadikan Perangkat sebagai Medan Pertempuran: Jika anak benar-benar kesulitan, mengandalkan hukuman atau pencabutan akses dapat menambah rasa malu tanpa menyelesaikan masalah dasar. Dekati dengan prinsip kerja sama.
  5. Beri Contoh Kebiasaan Digital yang Sehat: Anak memperhatikan kebiasaan orang dewasa. Tunjukkan bahwa orang tua juga bisa meletakkan ponsel dan menikmati kehidupan luring.
  6. Kapan Harus Mencari Bantuan Profesional? Jika aktivitas daring telah mengganggu fungsi dasar harian dan situasi tidak membaik, konsultasikan dengan psikolog atau psikiater anak. Pendekatan seperti Cognitive Behavioral Therapy (CBT) terbukti efektif dalam mengenali pemicu dan membangun strategi koping yang lebih sehat.

 

Baca artikel lainnya:

  • ToxicPanda Kuasai Perangkat Android
  • Menyingkap Bahaya Tersembunyi Data Biometrik
  • Serangan Siber Incar Sistem Infotainment Mobil Android
  • Memahami Musuh di Rumah Sendiri
  • Malware Android Ini Curi Data Saat Offline
  • Celah Spring Security Buka Akses Admin Tanpa Otentikasi
  • Panggilan AI Bajak Rekening Bank
  • Menghadapi Risiko Ancaman Orang Dalam di Perusahaan
  • Modus Afiliasi Ransomware Menyamar Jasa Pemulihan
  • BTMob Malware Android Incar Rekening Bank

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

 

Post navigation

Previous Ketika Perangkat Remote Support Resmi Dipersenjatai Peretas
Next Langkah Darurat Saat Terjebak Penipuan Amazon

artikel terkini

Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber

Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber

September 25, 2026
Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda

Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda

September 25, 2026
Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint

Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint

September 25, 2026
Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber

Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber

September 25, 2026
Menghindari Penipuan Roblox untuk Orang Tua dan Anak Menghindari Penipuan Roblox untuk Orang Tua dan Anak

Menghindari Penipuan Roblox untuk Orang Tua dan Anak

September 24, 2026
Saat MFA Eksternal Jadi Perangkap Sandi Saat MFA Eksternal Jadi Perangkap Sandi

Saat MFA Eksternal Jadi Perangkap Sandi

September 24, 2026
Sindikat Phising EvilTokens Lumpuh Sindikat Phising EvilTokens Lumpuh

Sindikat Phising EvilTokens Lumpuh

September 24, 2026
Phising Manipulasi Otak Sejak Awal Phising Manipulasi Otak Sejak Awal

Phising Manipulasi Otak Sejak Awal

September 24, 2026

Lainnya

Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber
3 min read
  • Teknologi

Ketika Placeholder Dokumentasi Berubah Jadi Ancaman Siber

September 25, 2026
Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda
4 min read
  • Teknologi

Bahaya RemControl dan Cara Melindungi Ponsel Anda

September 25, 2026
Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint
4 min read
  • Teknologi

Bedah Tuntas Perbedaan Antivirus dan Keamanan Endpoint

September 25, 2026
Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber
5 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Mengenal XDR Solusi Komprehensif Keamanan Siber

September 25, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.