Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android
  • Mobile Security
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android

9 min read
Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android

Image credit: magnific

Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android – Setiap kali membeli ponsel pintar (smartphone) atau laptop baru, pengguna sering kali disuguhkan dengan pemandangan deretan aplikasi yang sudah terpasang secara otomatis di dalam menu utama.

Mulai dari aplikasi kalender tambahan, pemutar media, permainan kasual, hingga utilitas pembersih sistem yang tidak pernah diminta sebelumnya. Di dalam dunia komputasi, tumpukan program bawaan ini dikenal dengan istilah bloatware.

Meskipun sering dibahas bersamaan dengan program komputer berbahaya lainnya seperti virus, adware, hingga malware, bloatware sebenarnya merupakan entitas yang sepenuhnya berbeda dan secara kodrat dasarnya tidak dirancang untuk tujuan jahat (not inherently malicious).

Kendati demikian, kehadiran bloatware yang tidak diundang ini tetap menjadi hal yang sangat mengganggu, memicu ketidaknyamanan, serta berpotensi membuka pintu gerbang bagi eksploitasi keamanan siber di kemudian hari.

Bagi para produsen perangkat (Original Equipment Manufacturer / OEM), bloatware merupakan lini bisnis sampingan yang sangat menguntungkan.

Namun bagi konsumen, ia kerap menjadi parasit digital yang menguras kapasitas penyimpanan (storage) serta memonopoli daya pemrosesan gawai tanpa izin.

Mengapa ”Bloatware” Ada?

Eksistensi bloatware di industri teknologi modern secara garis besar didorong oleh dua faktor utama: strategi penguncian ekosistem pengguna (platform lock-in) dan komersialisasi ruang penyimpanan demi keuntungan finansial.

1. Penguncian Ekosistem Platform.

Produsen perangkat sengaja memasang aplikasi buatan mereka sendiri sebagai opsi standar (default option) dengan tujuan mengunci pembeli agar tetap berada di dalam ekosistem perangkat lunak mereka.

Taktik ini memastikan bahwa ketika pengguna hendak membeli perangkat pengganti di masa depan, mereka akan lebih condong untuk memilih merek yang sama demi kemudahan sinkronisasi data.

Fenomena ini sangat sering dijumpai pada peramban web (web browsers) serta aplikasi bawaan pabrik seperti kalender dan surat elektronik khusus.

2. Aliran Keuntungan Finansial.

Faktor kedua murni didasari oleh motif ekonomi. Perusahaan pembuat aplikasi rela membayar sejumlah komisi kecil kepada produsen gawai atau operator seluler untuk setiap unit perangkat yang dikirimkan ke pasar dengan aplikasi mereka di dalamnya.

Langkah ini diambil demi mendongkrak jumlah pengguna secara instan, yang nantinya diharapkan dapat dikonversi menjadi basis pelanggan berbayar (subscribers).

Hal yang perlu disadari oleh pengguna adalah bahwa gawai memiliki rantai pasok (supply chain) yang panjang.

Proses penyisipan bloatware ini dapat terjadi di hampir setiap titik perjalanan gawai, mulai dari tahap manufaktur di dalam pabrik, saat berada di tangan distributor, dipasarkan di toko retail, hingga ketika disuplai oleh operator jaringan seluler (carrier) yang menyediakan kartu SIM beserta koneksinya.

Baca juga: Waspada!! LinkedIn Jadi Incaran Spionase Digital

Tipologi Bloatware

Perjalanan bloatware telah berevolusi sejak zaman internet dial-up jadul. Jika dahulu pengguna PC baru kerap dibombardir oleh program ISP yang meminta pendaftaran lewat disket.

Atau cakram padat (cover discs), kini bloatware modern hadir dalam beberapa manifestasi yang lebih terstruktur:

1. Trialware (Perangkat Lunak Uji Coba).

Merupakan jenis aplikasi yang ditawarkan secara gratis untuk dicoba dalam jangka waktu tertentu sebelum pengguna dipaksa membeli lisensi penuh.

Contoh paling umum pada PC modern adalah paket program antivirus gratisan atau aplikasi produktivitas kantor. Bagi perakit sistem (System Builders), skema ini menjadi pendapatan sampingan yang sangat menggiurkan.

2. Aplikasi OEM (Original Equipment Manufacturer).

Aplikasi bawaan yang diposisikan secara paksa sebagai program standar. Taktik pembundelan (bundling) ini pernah digunakan secara agresif oleh Microsoft untuk memenangkan pangsa pasar Internet Explorer, serta oleh pabrikan besar seperti Samsung yang membenamkan aplikasi kalender dan email mandiri di atas sistem operasi Android.

Akibatnya, pengguna sering kali berakhir dengan beberapa aplikasi kalender berbeda yang saling berebut hak untuk mengatur jadwal harian mereka.

3. Aplikasi Operator Seluler (Carrier Apps).

Jenis bloatware yang melekat pada perangkat yang dijual melalui skema bundel operator seluler. Di atas kertas, aplikasi ini berfungsi memudahkan pengguna memeriksa sisa kuota atau mengubah tarif paket.

Namun secara terselubung, aplikasi ini bertindak sebagai etalase berjalan bagi operator untuk memasarkan produk baru dan melancarkan strategi penjualan tambahan (upsell).

4. Adware (Perangkat Lunak Beriklan).

Manifestasi bloatware yang paling tidak menyenangkan. Tipe pertama bertindak sebagai “perjanjian dengan iblis”, di mana pengguna dapat menikmati aplikasi gratis namun harus rela disuguhkan spanduk iklan (pop-up).

Tipe kedua jauh lebih invasif karena memiliki kemampuan untuk merekam spesifikasi gawai, kebiasaan berselancar, hingga data pribadi pengguna untuk dikirimkan kembali ke server pengiklan (phones home), bahkan bertingkah menyerupai spyware yang memantau jejak digital.

Antara Bloatware, PUP, dan Malware

Guna memudahkan proses identifikasi, tabel di bawah ini merangkum spektrum perangkat lunak tidak diinginkan, mulai dari yang sekadar mengganggu hingga yang sepenuhnya merusak sistem:

Kategori Program

Metode Infiltrasi ke Gawai

Potensi Risiko Bahaya

Protokol Mitigasi Pengguna

Bloatware

Dipasang sebagai standar oleh pabrikan, reseller, atau operator seluler.

Secara umum tidak berbahaya, namun dapat memicu celah keamanan baru.

Hapus jika memungkinkan untuk membebaskan ruang memori dan siklus prosesor.

PUP PUA (Junkware)

Menyusup sebagai bonus “ekstra” yang tersembunyi di dalam instalasi aplikasi gratis.

Biasanya tidak merusak, namun sangat tidak diinginkan karena menguras sumber daya.

Baca setiap lembar opsi instalasi dengan teliti dan hilangkan tanda centang persetujuan.

Adware

Integrasi dalam aplikasi murah/gratis, atau terpasang tanpa izin pengguna.

Berisiko memuat fungsi spyware dan melacak aktivitas daring secara ilegal.

Hindari penggunaan aplikasi yang didukung oleh sistem adware agresif.

Malware

Melalui manipulasi unduhan, situs web terinfeksi, atau eksploitasi celah OS.

Sangat Berbahaya. Dibuat dengan niat jahat untuk merampok data atau meminta tebusan.

Pasang dan jalankan paket perangkat lunak antivirus tepercaya secara berkala.

Spyware

Membonceng file malware atau menyusup secara senyap ke dalam sistem.

Sangat Berbahaya. Mencuri informasi rahasia secara sembunyi-sembunyi.

Gunakan proteksi antivirus dengan fitur pemindaian real-time yang direkomendasikan.

Sisi Gelap Bloatware

Meskipun secara definisi bloatware tidak dikategorikan sebagai malware, pandangan bahwa aplikasi bawaan selalu aman adalah sebuah kekeliruan yang fatal.

Hambatan utama yang dibawa oleh bloatware adalah konsumsi ruang penyimpanan, memori RAM, dan daya pemrosesan yang terus berjalan di latar belakang (background process) sejak gawai pertama kali dinyalakan. Lebih dari itu, bloatware dapat melacak data pengguna dan mengekspos gawai terhadap kerentanan keamanan yang serius.

Sejarah mencatat insiden fatal pada periode tahun 2014 hingga 2015, di mana produsen laptop Lenovo kedapatan mengirimkan berbagai model laptop konsumen mereka dengan perangkat lunak adware bernama SuperFish yang sudah terpasang dari pabrik.

Pihak pabrikan berkilah bahwa aplikasi tersebut bertujuan membantu konsumen menemukan produk serupa saat berbelanja. Namun secara teknis, SuperFish memasang sertifikat root yang menandatangani dirinya sendiri (self-signed root certificate) ke dalam sistem operasi.

Langkah ceroboh ini secara otomatis membuka celah keamanan yang sangat masif, memungkinkan penyerang luar untuk melancarkan aksi intersepsi data sensitif pengguna dengan sangat mudah.

Kondisi ini diperparah apabila pengguna membeli gawai dari platform e-commerce yang tidak resmi atau pasar gelap dengan harga yang mencurigakan murah.

Sebagai perbandingan kasus, pada tahun 2025 lalu, jaringan malware bernama BADBOX 2.0 ditemukan telah bersarang di dalam perangkat Android TV Stick murah yang banyak beredar di pasaran untuk pembajakan layanan streaming.

Walaupun kasus BADBOX ini murni merupakan serangan malware dan bukan bloatware, insiden tersebut menjadi bukti nyata bagaimana perangkat keras yang datang dari rantai pasok buram sangat rentan terhadap penyusupan program jahat sejak dari pabrik.

Baca juga: AI Beri Kekuatan Super Metode Penipuan Lama

Panduan Deteksi dan Protokol Pembersihan Sistem

Untuk membedakan apakah sebuah aplikasi asing di dalam gawai merupakan bloatware biasa atau program yang lebih berbahaya, pengguna dapat menerapkan beberapa parameter uji berikut:

  1. Gunakan Alat Penghapus Bawaan: Periksa apakah aplikasi tersebut dapat dihapus atau dinonaktifkan menggunakan menu pengaturan standar gawai. Jika bisa, kemungkinan besar itu hanyalah bloatware biasa.
  2. Identifikasi Status Aplikasi: Jika aplikasi muncul dalam kondisi buram (grayed-out) atau terdaftar sebagai aplikasi sistem, itu adalah bloatware pabrikan. Cobalah untuk memilih opsi Disable (Nonaktifkan) untuk menghentikan operasionalnya.
  3. Uji Konsistensi Pasca Restart: Apabila sebuah aplikasi yang telah dihapus mendadak muncul kembali atau aktif dengan sendirinya setelah gawai dinyalakan ulang (restart), program tersebut kemungkinan besar adalah PUP atau malware aktif.
  4. Amati Perilaku Agresif: Jika aplikasi tiba-tiba meminta pembayaran secara paksa, memunculkan jendela iklan beruntun, atau menguras kuota data internet secara tidak wajar, segera tandai sebagai malware.
  5. Peringatan Keras dari Pakar: Ketika Anda menemukan aplikasi yang sulit dihapus, jangan pernah mengunduh aplikasi “pembersih” (cleanup apps) acak yang banyak diiklankan di internet. Mengunduh alat pembersih pihak ketiga yang tidak tepercaya merupakan jalur klasik yang paling sering menjebak pengguna ke dalam infeksi malware dan adware yang jauh lebih parah.

Bagi pengguna di kawasan Uni Eropa, penegakan hukum Digital Markets Act (DMA) 2024 kini membawa angin segar. Regulasi ini memaksa tujuh perusahaan teknologi raksasa yang masuk kategori Gatekeepers untuk memberikan kebebasan mutlak bagi konsumen untuk menghapus aplikasi bawaan, memindahkan data dengan mudah, serta menentukan sendiri preferensi alat standar mereka.

Pembersihan Mandiri

Untuk melakukan pembersihan secara mandiri, pengguna gawai dapat mengikuti langkah-langkah berikut:

  • Pada Perangkat Android: Buka menu Settings (Pengaturan) $\rightarrow$ Apps (Aplikasi). Cari aplikasi yang ingin dibuang, lalu pilih opsi Uninstall. Jika tombol hapus tidak tersedia, tekan tombol Disable untuk membekukan aktivitasnya.
  • Pada Sistem Operasi Windows: Tekan tombol Windows atau pilih logo Windows di bilah menu, buka Settings $\rightarrow$ Apps $\rightarrow$ Installed Apps. Cari program yang ingin dibuang, klik ikon tiga titik di sebelah kanan aplikasi, lalu pilih Uninstall.
  • Pada Perangkat iOS: Tekan dan tahan ikon aplikasi yang ingin dibuang langsung dari layar utama, lalu pilih opsi Remove App (Hapus Aplikasi).

Membentengi Gawai Baru dari Bloatware

Guna memastikan perangkat Anda berikutnya terbebas dari tumpukan aplikasi sampah, kedisiplinan dalam memilih jalur pembelian dan ketelitian saat memasang aplikasi baru menjadi kunci utama:

  • Pilihlah Jalur Distribusi Resmi: Selalu beli gawai melalui saluran tepercaya atau langsung dari vendor resmi. Lakukan riset mendalam terhadap vendor perangkat sebelum membeli. Perangkat berbasis iOS umumnya bersih dari bloatware bawaan pihak ketiga, sedangkan beberapa pabrikan Android dikenal gemar membenamkan aplikasi tidak diinginkan. Untuk ekosistem Android, selalu pastikan perangkat telah memiliki sertifikasi Play Protect resmi melalui pemeriksaan di situs web Google.
  • Manfaatkan Sistem Operasi ‘Clean Install’: Google menyediakan jajaran gawai dengan sistem operasi Android murni (clean install) yang bebas dari modifikasi pabrikan, meskipun pengguna akan tetap diberikan perintah halus untuk menggunakan layanan internal Google saat pengaturan awal—siasat yang serupa dengan yang dilancarkan Apple pada perangkat Mac dan iPhone mereka.
  • Budayakan Membaca Lembar Instalasi: Saat mengunduh aplikasi dari internet, periksa dengan teliti apakah ada perangkat lunak tambahan yang diselipkan di halaman unduhan. Pilih opsi instalasi kustom (Custom Install) dan baca setiap lembar panduan wizard untuk memastikan Anda tidak secara tidak sengaja mencentang persetujuan pasang untuk program lain. Sebelum mengunduh, Anda juga bisa melakukan pencarian cepat di mesin pencari dengan format kata kunci: [Nama Aplikasi] + bloatware untuk melihat ulasan atau keluhan dari pengguna lain di forum siber.

Baca juga: Credential Stuffing Kunci Duplikat Digital Anda

Manfaat Tambahan

Melakukan pembersihan gawai dari bloatware terbukti memberikan dampak positif yang signifikan pada kesehatan perangkat dalam jangka panjang. Berikut adalah peta rincian manfaat yang diperoleh gawai setelah terbebas dari program bawaan yang tidak efisien:

  • Penyegaran Siklus Prosesor (CPU) dan RAM: Dengan menghapus aplikasi latar belakang yang tidak digunakan, beban kerja RAM akan menurun drastis. Hal ini memberikan ruang sirkulasi bagi prosesor gawai untuk bekerja lebih cepat, responsif, dan terhindar dari kendala panas berlebih (overheating).
  • Memperpanjang Masa Pakai Baterai: Aplikasi bloatware yang sering kali melakukan sinkronisasi data atau memicu iklan secara berkala di latar belakang merupakan salah satu faktor utama pengurasan daya baterai gawai. Menghapus aplikasi tersebut secara otomatis akan memperpanjang masa aktif harian gawai Anda.
  • Penyusutan Area Serangan Jaringan (Attack Surface): Setiap aplikasi yang terpasang di dalam sistem membawa pustaka kodenya masing-masing. Jika aplikasi tersebut jarang diperbarui oleh pabrikan, celah keamanan lama di dalam kode aplikasi dapat dieksploitasi oleh peretas sebagai pintu masuk. Mengurangi jumlah aplikasi tidak terpakai secara matematis memperkecil area serangan pada gawai Anda.

Saran dari Pakar Keamanan ESET

Jake Moore, selaku Global Security Advisor di ESET, memberikan catatan penting yang wajib diperhatikan oleh setiap pemilik gawai baru:

“Jangan pernah mengabaikan keberadaan bloatware hanya karena aplikasi tersebut sudah ada sejak pertama kali gawai dibeli. Meskipun mayoritas bloatware tidak berbahaya, beberapa perangkat lunak bawaan sewaktu-waktu dapat membawa risiko keamanan siber yang serius, lebih dari sekadar menguras daya tahan baterai perangkat Anda.
Sudah menjadi praktik pertahanan siber yang baik untuk selalu mengaudit setiap perangkat lunak yang menyertai gawai baru dan segera menghapus aplikasi apa pun yang tidak Anda gunakan. Selain itu, pastikan untuk selalu memperbarui aplikasi yang tersisa dan tetap waspada terhadap permintaan izin akses (permissions) yang tidak terduga, terutama yang mencoba meminta akses ke daftar kontak, lokasi GPS, kamera, hingga mikrofon gawai Anda.”

Luangkan Waktu

Bloatware adalah manifestasi gangguan digital yang akar sejarahnya telah tertanam sangat dalam sejak masa-masa awal kelahiran industri komputasi pribadi.

Kehadirannya sering kali merupakan produk dari kombinasi praktik bisnis perbatasan hukum atau strategi periklanan korporasi yang dikemas seolah-olah sebagai fitur penunjang yang membantu konsumen.

Kendati demikian, ketika pengawasan rantai pasok lengah, seperti pada kasus Lenovo dan SuperFish, dampaknya bisa berubah menjadi ancaman privasi yang sangat serius.

Meluangkan waktu sekitar 20 menit untuk mengaudit, menonaktifkan, dan membersihkan perangkat baru dari bloatware adalah langkah krusial yang menentukan apakah Anda akan mendapatkan pengalaman berselancar digital yang aman dan menyenangkan, atau justru terjebak dalam gawai ringkih yang rawan menginvasi privasi data pribadi Anda.

 

 

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Stop Spam di Router
  • Ancaman Pemerasan Digital di Era Kecerdasan Buatan (AI)
  • DeepLoad Malware AI Nir-Lelah
  • Melindungi Workload Cloud di Era DORA
  • Senjata Utama di Balik Invasi Ransomware Modern
  • Aksi Nyata Intelijen Ancaman
  • 5 Teknik Serangan Utama yang Berbasis AI
  • Bahaya di Balik Situs Kloningan
  • Bahaya Salin Tempel Perintah
  • Rapuhnya Teknologi Facial Recognition
  • ESET AI Advisor Revolusi Keamanan Siber Berbasis GenAI

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

 

 

 

Post navigation

Previous Waspada! Modus Baru Serang Pengguna macOS
Next Platform Bluekit Luncurkan 70 Hostname Phising Baru

artikel terkini

Platform Bluekit Luncurkan 70 Hostname Phising Baru Platform Bluekit Luncurkan 70 Hostname Phising Baru

Platform Bluekit Luncurkan 70 Hostname Phising Baru

June 29, 2026
Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android

Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android

June 29, 2026
Waspada! Modus Baru Serang Pengguna macOS Waspada! Modus Baru Serang Pengguna macOS

Waspada! Modus Baru Serang Pengguna macOS

June 26, 2026
Ancaman Siber Melanda Piala Dunia Ancaman Siber Melanda Piala Dunia

Ancaman Siber Melanda Piala Dunia

June 26, 2026
Operation Endgame Lumpuhkan Infrastruktur Malware Global Operation Endgame Lumpuhkan Infrastruktur Malware Global

Operation Endgame Lumpuhkan Infrastruktur Malware Global

June 26, 2026
Malware yang Bersembunyi di Balik Scheduled Task Malware yang Bersembunyi di Balik Scheduled Task

Malware yang Bersembunyi di Balik Scheduled Task

June 26, 2026
Aplikasi di Google Play Store Bisa Curi Rekening Aplikasi di Google Play Store Bisa Curi Rekening

Aplikasi di Google Play Store Bisa Curi Rekening

June 26, 2026
Ratusan Ribu Firewall Menjadi Target Perburuan Kredensial Ratusan Ribu Firewall Menjadi Target Perburuan Kredensial

Ratusan Ribu Firewall Menjadi Target Perburuan Kredensial

June 25, 2026

Lainnya

Platform Bluekit Luncurkan 70 Hostname Phising Baru Platform Bluekit Luncurkan 70 Hostname Phising Baru
5 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Platform Bluekit Luncurkan 70 Hostname Phising Baru

June 29, 2026
Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android
9 min read
  • Mobile Security
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Cara Mudah Hapus Aplikasi Bawaan Komputer dan Android

June 29, 2026
Waspada! Modus Baru Serang Pengguna macOS Waspada! Modus Baru Serang Pengguna macOS
4 min read
  • Teknologi

Waspada! Modus Baru Serang Pengguna macOS

June 26, 2026
Ancaman Siber Melanda Piala Dunia Ancaman Siber Melanda Piala Dunia
5 min read
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Ancaman Siber Melanda Piala Dunia

June 26, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.