Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • 5 Teknik Serangan Utama yang Berbasis AI
  • Teknologi

5 Teknik Serangan Utama yang Berbasis AI

3 min read
5 Teknik Serangan Utama yang Berbasis AI

Image credit: Freepix

5 Teknik Serangan Utama yang Berbasis AI – Setiap tahun, para peneliti mengungkap teknik serangan paling berbahaya yang mengancam dunia digital.

Namun, tahun 2026 menandai pergeseran drastis, seluruh teknik serangan utama kini ditenagai oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).

Tren serangan saat ini tidak mungkin dilepaskan dari peran AI karena teknologi tersebut telah menjadi standar baru dalam industri kejahatan siber.

Kecepatan menjadi faktor penentu dalam pertempuran ini. Peneliti keamanan memperkirakan bahwa serangan yang digerakkan oleh AI bergerak 47 kali lebih cepat dibandingkan metode tradisional yang digerakkan manusia.

Hal ini memungkinkan aktor ancaman untuk mengubah satu login yang dicuri menjadi kendali administrator penuh dalam lingkungan cloud seperti AWS hanya dalam waktu kurang dari 10 menit.

Organisasi dituntut untuk mempercepat pertahanan mereka melalui otomatisasi dan alat keamanan berbasis AI guna mengimbangi kecepatan penyerang yang kini hampir mustahil dikejar dengan cara manual.

Baca juga: Malware Mengunci Browser Curi Kredensial

5 Teknik Serangan Utama yang Berbasis AI

Lanskap ancaman tahun 2026 menunjukkan betapa AI telah menurunkan hambatan masuk bagi pelaku kejahatan siber sambil meningkatkan skala kerusakan yang bisa ditimbulkan.

Berikut adalah lima teknik serangan utama yang diidentifikasi oleh para ahli:

1. Zero-Day Massal Generasi AI

Jika dulu eksploitasi zero-day hanya milik negara dengan dana besar, kini AI memungkinkan peneliti independen menemukan celah tersebut hanya dengan biaya token AI sebesar $116.

2. Risiko Rantai Pasokan yang Meluas

Dua dari tiga organisasi terkena dampak serangan rantai pasokan perangkat lunak tahun lalu. Contohnya, worm Shai-Hulud telah menginfeksi lebih dari 1.000 paket sumber terbuka dan mengekspos 14.000 kredibel di ratusan organisasi.

3. Krisis Akuntabilitas pada Sistem OT

Data pada infrastruktur kritikal sering menguap setelah kompromi terjadi. Ketidakmampuan memantau sistem Operational Technology (OT) menyebabkan kegagalan dalam menentukan apakah sebuah ledakan fasilitas adalah kecelakaan atau serangan terencana.

4. Penyalahgunaan AI dalam Forensik

Penggunaan AI tanpa validasi manusia dalam investigasi forensik sering menghasilkan “verdict” salah yang percaya diri, yang justru membuang sumber daya saat merespons insiden.

5. Perlombaan Pertahanan Otonom

Serangan seperti kampanye “GTG 1002” yang didukung negara telah mengotomatiskan hingga 90% proses serangan, mulai dari pengintaian hingga pergerakan lateral dalam jaringan.

Baca juga: Ratusan Ribu Ekstensi Browser Bermasalah

Membangun AI Melawan AI

Untuk menghadapi ancaman yang otonom, tim pertahanan tidak memiliki pilihan lain selain membangun dan menggunakan AI mereka sendiri. Namun, perlu diingatkan bahwa AI tidak boleh menjadi titik pengambil keputusan akhir.

AI berfungsi untuk memproses data dalam skala besar dan mempercepat analisis, sementara manusia tetap memegang otoritas validasi dan pengambilan keputusan strategis di setiap langkah investigasi.

Penerapan teknologi seperti Protocol SIFT menunjukkan hasil yang menjanjikan dalam mengompresi waktu respons.

Dalam sebuah simulasi serangan canggih yang biasanya membutuhkan waktu dua minggu untuk diselidiki, seorang analis mampu menyelesaikan seluruh investigasi dalam waktu kurang dari 15 menit. Strategi pertahanan masa depan harus fokus pada beberapa poin berikut:

  • Penerapan Patching yang Diakselerasi: Menggunakan AI untuk mengidentifikasi dan menerapkan pembaruan keamanan secara otomatis sebelum eksploitasi terjadi.
  • Verifikasi Bukti Pembangunan Perangkat Lunak: Menuntut bukti verifikasi proses pembangunan perangkat lunak dari vendor, bukan sekadar daftar bahan baku (Bill of Materials).
  • Peningkatan Visibilitas Sistem OT: Melakukan investasi pada pemantauan sistem infrastruktur kritikal sebelum bencana memaksa hal tersebut dilakukan.

Sebagai penutup, AI telah mengubah parameter peperangan siber dari sekadar adu alat menjadi adu kecepatan.

Kemampuan tim pertahanan untuk bergerak cepat, berkoordinasi secara global, dan memberdayakan analis manusia dengan alat AI akan menjadi satu-satunya keunggulan nyata dalam menghadapi aktor ancaman yang semakin otonom.

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Browser in the Middle
  • Browser Adalah Titik Serangan Baru Sudahkah Anda Siap?
  • Keamanan Browser Menjadi Pertahanan Utama Melawan Scattered Spider
  • Ekstensi Browser Bisa Jadi Pintu Masuk Peretas
  • Serangan Browser in the Browser
  • Sidik Jari Browser
  • Ancaman Browser Teratas
  • Mengurangi Risiko Kerentanan Browser
  • RedLine Alasan Kenapa Menyimpan Data di Browser Berbahaya
  • Youndoo, Malware Pembajak Browser

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

Post navigation

Previous Bahaya di Balik Situs Kloningan
Next Aksi Nyata Intelijen Ancaman

artikel terkini

Mengenal Text Salting Mengenal Text Salting

Mengenal Text Salting

July 31, 2026
Email Phising Eksploitasi ChatGPT Email Phising Eksploitasi ChatGPT

Email Phising Eksploitasi ChatGPT

July 31, 2026
Ketika AI Menjadi Peretas Ketika AI Menjadi Peretas

Ketika AI Menjadi Peretas

July 30, 2026
Membongkar Mitos SOC Membongkar Mitos SOC

Membongkar Mitos SOC

July 30, 2026
Single Sign-On (SSO): Praktis Tapi Ringkih? Single Sign-On (SSO): Praktis Tapi Ringkih?

Single Sign-On (SSO): Praktis Tapi Ringkih?

July 30, 2026
Tujuh Kebiasaan yang Perlu Dimiliki Pengguna Internet Tujuh Kebiasaan yang Perlu Dimiliki Pengguna Internet

Tujuh Kebiasaan yang Perlu Dimiliki Pengguna Internet

July 29, 2026
Benarkah iPhone Bisa Diretas? Benarkah iPhone Bisa Diretas?

Benarkah iPhone Bisa Diretas?

July 29, 2026
Ketika Web Scraping Disalahgunakan Ketika Web Scraping Disalahgunakan

Ketika Web Scraping Disalahgunakan

July 29, 2026

Lainnya

Mengenal Text Salting Mengenal Text Salting
4 min read
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Mengenal Text Salting

July 31, 2026
Email Phising Eksploitasi ChatGPT Email Phising Eksploitasi ChatGPT
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Email Phising Eksploitasi ChatGPT

July 31, 2026
Ketika AI Menjadi Peretas Ketika AI Menjadi Peretas
3 min read
  • Teknologi

Ketika AI Menjadi Peretas

July 30, 2026
Membongkar Mitos SOC Membongkar Mitos SOC
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Membongkar Mitos SOC

July 30, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.