Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • MENGINTIP RANSOMWARE MASA DEPAN
  • Teknologi

MENGINTIP RANSOMWARE MASA DEPAN

3 min read

Credit image: Pixabay

Ransomware identik dengan tindak kejahatan ekonomi dunia maya. Penjahat siber memperoleh jarahan hingga mencapai 1 miliar dolar berdasarkan uang yang masuk ke dompet Bitcoin yang berhubungan dengan ransomware, terdiri dari $50 juta dari tiga dompet yang terkait dengan Ransomware Locky, sementara dompet keempat mencapai $70 juta.

Lalu ada Cryptowall menangguk keuntungan hingga $100 juta sebelum akhirnya menghentikan operasinya tahun ini. CryptXXX mengumpulkan $73 juta selama paruh kedua tahun 2016 dan Cerber memperoleh $54 juta.

Keluarga ransomware yang lebih kecil membawa sekitar 150 juta dolar, dan menurut laporan FBI $209 juta uang tebusan dihabiskan selama tiga bulan pertama tahun 2016. Selain uang senilai 800 juta dolar atau lebih dari dompet Bitcoin lain, sehingga diestimasikan mencapai total 1 miliar dolar selama tahun 2016.

Dalam perjalanannya, selain teknologi enkripsi yang notabene merupakan kuncian bagi ransomware, metode serangan ikut menjadi faktor penentu keberhasilan sebuah ransomware, semakin variatif dan masif kemampuan menyerang yang dilakukan, semakin besar kemungkinan memperoleh korban sebanyak-banyaknya.

Lantas, ransomware macam apakah yang akan menjadi ancaman bagi dunia digital di masa depan? ESET Indonesia melihat ada dua model ransomware yang kemungkinan akan menjadi tren di kalangan penjahat siber dalam mendistribusikan serangan di masa depan, yaitu:

  1. Locker Ransomware (Enkripsi Sistem)Jenis ini akan mengenkrip pada level sistem operasi yang ada sehingga pengguna tidak dapat menggunakan komputer. Model ini tidak terlalu marak beredar, sempat booming pada tahun 2015.
  2. Crypto Ransomware (Enkripsi Data)
    Tipe ini hanya akan mengenkripsi tipe file tertentu. Dalam perkembangannya, semakin banyak tipe file yang menjadi target, selain itu jenis ransomware ini juga mengalami perkembangan, dapat dilihat dari extension file yang dihasilkan.

Dalam penyebarannya, ransomware menggunakan pendekatan sendiri:

  1. Botnet Ransomware
    Botnet terdiri dari perangkat yang terkoneksi dengan internet seperti komputer, laptop, ponsel, perangkat IoT yang diambil alih kendalinya oleh peretas digunakan untuk melakukan serangan DDoS. Selain itu, botnet juga dapat mengirimkan spam, menyebarkan berbagai scam dan yang terbaru adalah ransomware. Berdasar hasil riset Google, dari semua lalu lintas email di tahun 2017, 50%-70% spam berasal dari botnet dan sebagian digunakan untuk ransomware.  Botnet digunakan karena dapat menutupi jejak dalam penyebaran, dan menjadi massive karena menggunakan ribuan bahkan jutaan komputer yang sudah menjadi robot. Setelah sebuah komputer terinfeksi maka secara otomatis akan mencari file yang menjadi target pada komputer tersebut atau pada file sharing. Pada beberapa jenis ransomware, mampu menggandakan diri ke komputer lain dengan cara menginfeksi.
  2. Ransomware as a Service (RaaS)Raas atau Ransomware as a Service, adalah metode penyerangan ransomware paling modern diantara yang lainnya. Pengembang malware menjadikan ransomware sebagai waralaba yang bisa digunakan oleh siapa saja, dirancang untuk mudah digunakan bahkan oleh newbie sekalipun, dengan sistem bagi hasil sangat menguntungkan bagi mereka yang mau mengoperasikan. Ada tiga kepentingan yang saling terkait dalam metode ini: Pengembang, Pemodal dan Operator/Pendistribusi.

Sejak tahun 2016 sampai sekarang, semakin banyak ransomware yang dijajakan sebagai RaaS, seperti varian baru Cerber, Satan, Unlock26, PetrWrap, Karmen, Frozrlock, Fatboy dan masih banyak lagi.

Dengan persentase pembagian keuntungan untuk operator/mitra jauh lebih besar dari sebelumnya akan mengundang semakin banyak penjahat siber dari kelas teri sampai kelas kakap datang mengambil kesempatan.

Di sisi lain, yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana operator diberi kebebasan dalam mendistribusikan ransomwarenya, dengan kata lain penyebaran ransomware dapat dilakukan dengan semakin bervariasi tergantung kemampuan operatornya.

Technical Consultant PT Prosperita – ESET Indonesia Yudhi Kukuh saat berbicara mengenai ransomware masa depan mengatakan: “Sebenarnya apa pun jenis ransomware, mereka semua sangat berbahaya dan berpotensi merugikan bisnis secara keseluruhan. Namun, ransomware yang mampu menginvasi dalam waktu cepat, menyebar dengan luas dan minim deteksi akan menjadi ancaman terbesar bagi praktisi keamanan di setiap perusahaan di seluruh dunia.”

Tentang antisipasi menghadapi ransomware memiliki kemampuan menyerang secara masif, Yudhi Kukuh menjelaskan: “Yang terpenting setiap perusahaan ataupun personal telah mempersiapkan perlindungan secara berlapis seperti penggunaan Antivirus dengan Anti-Ransomware maupun software enkripsi untuk mengamankan data agar tidak dapat diakses peretas. Yang tidak kalah penting adalah edukasi rutin dari Tim IT perusahaan terutama bagi karyawan agar selalu update dengan keamanan siber terkini, karena mayoritas serangan ransomware berhasil masuk ke perusahaan berasal dari spam email pengguna.”

Post navigation

Previous PowerPoint Penyebar Malware
Next Trojan Ekstensi Firefox Sabot Instagram

artikel terkini

Bahaya Tersembunyi di Balik Asisten Coding AI Bahaya Tersembunyi di Balik Asisten Coding AI

Bahaya Tersembunyi di Balik Asisten Coding AI

August 13, 2026
Celah SIM Card Intai Sistem IoT dan Smartphone Celah SIM Card Intai Sistem IoT dan Smartphone

Celah SIM Card Intai Sistem IoT dan Smartphone

August 13, 2026
Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon

Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon

August 13, 2026
IoT Bekas Ancaman yang Sering Diabaikan IoT Bekas Ancaman yang Sering Diabaikan

IoT Bekas Ancaman yang Sering Diabaikan

August 13, 2026
Plus Minus Tutor AI Bagi Pendidikan Anak Plus Minus Tutor AI Bagi Pendidikan Anak

Plus Minus Tutor AI Bagi Pendidikan Anak

August 12, 2026
Ancaman Online Grooming di Balik Game & Sosmed Anak Ancaman Online Grooming di Balik Game & Sosmed Anak

Ancaman Online Grooming di Balik Game & Sosmed Anak

August 12, 2026
Memahami Lampiran Email Berbahaya (Maldocs) Phising dan Taktik

Memahami Lampiran Email Berbahaya (Maldocs)

August 12, 2026
Serangan Senyap Incar Jutaan Pengguna BdThemes Serangan Senyap Incar Jutaan Pengguna BdThemes

Serangan Senyap Incar Jutaan Pengguna BdThemes

August 11, 2026

Lainnya

Bahaya Tersembunyi di Balik Asisten Coding AI Bahaya Tersembunyi di Balik Asisten Coding AI
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Bahaya Tersembunyi di Balik Asisten Coding AI

August 13, 2026
Celah SIM Card Intai Sistem IoT dan Smartphone Celah SIM Card Intai Sistem IoT dan Smartphone
3 min read
  • Mobile Security
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Celah SIM Card Intai Sistem IoT dan Smartphone

August 13, 2026
Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon
3 min read
  • Ransomware

Ransomware DeadLock Manfaatkan Blockchain Polygon

August 13, 2026
IoT Bekas Ancaman yang Sering Diabaikan IoT Bekas Ancaman yang Sering Diabaikan
2 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

IoT Bekas Ancaman yang Sering Diabaikan

August 13, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.