Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Edukasi
  • Mengapa Kaum Muda Lebih Rentan terhadap Ancaman Siber
  • Edukasi
  • Sektor Personal

Mengapa Kaum Muda Lebih Rentan terhadap Ancaman Siber

4 min read
Mengapa Kaum Muda Lebih Rentan terhadap Ancaman Siber

Credit image: Freepix

Mengapa Kaum Muda Lebih Rentan terhadap Ancaman Siber – Menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa, kaum muda memimpin adopsi dan inovasi digital kontribusi ini pemuda layak disebut sebagai generasi digital. Namun, di balik julukan ‘generasi digital’, mereka ternyata tidak kebal terhadap ancaman online.

Sebaliknya, penelitian justru menunjukkan bahwa mereka berpotensi lebih rentan terhadap risiko siber dan cenderung kurang peduli terhadap dampak yang bisa terjadi dalam hidup mereka. Ini adalah kombinasi yang mengkhawatirkan.

Baca juga: Puluhan Ribu Sub Domain Manipulasi SEO Curi Kripto

Paradoks Generasi Digital

Mengapa Kaum Muda Lebih Rentan terhadap Ancaman Siber
Credit image: Freepix


Beberapa faktor membuat generasi muda lebih rentan terhadap risiko siber. Pertama, mereka lebih banyak terhubung ke internet dibandingkan generasi yang lebih tua.

Sebuah studi dari National Cybersecurity Alliance menemukan bahwa 65% Gen Z dan 64% Milenial menyatakan selalu terhubung.

Selain itu, mereka cenderung memiliki lebih banyak akun online (38% Gen Z dan 36% Milenial memiliki lebih dari 10 akun), yang secara langsung meningkatkan paparan terhadap ancaman siber.

Ironisnya, data juga menunjukkan bahwa Gen Z, khususnya, memiliki kebiasaan keamanan digital yang buruk. Laporan yang sama mengungkapkan:

  • Berbagi Data Sensitif: 46% Gen Z mengakui berbagi informasi kerja sensitif dengan AI tanpa sepengetahuan atasan, jauh lebih tinggi dari rata-rata 38% dari semua responden yang bekerja.
  • Penggunaan Kata Sandi: Hanya 58% Gen Z yang menggunakan kata sandi unik untuk setiap akun, dibandingkan 71% Baby Boomers.
  • Adopsi MFA: Hanya 56% Gen Z yang menggunakan Multi-Factor Authentication (MFA), jauh di bawah Boomers (71%) dan Gen X (70%).
  • Pembaruan Perangkat Lunak: Hanya 44% Gen Z yang selalu atau sangat sering menginstal pembaruan sistem.
  • Prioritas Keamanan: Meskipun 68% Gen Z mengklaim memprioritaskan keamanan online, angka ini jauh lebih rendah dibandingkan Gen Silent (91%) dan Baby Boomers (89%).

Penelitian terpisah dari HP juga mendukung temuan ini, menunjukkan bahwa kaum muda kurang patuh terhadap kebijakan keamanan perusahaan.

Hampir separuh dari responden berusia 18-24 tahun menganggap alat keamanan sebagai penghalang, dan hampir sepertiga (31%) mengaku pernah mencoba melewati kebijakan keamanan untuk menyelesaikan pekerjaan.

Baca juga: Metode Penyebaran Malware Makin Naik Level

Ancaman Online yang Menargetkan Kaum Muda

Mengapa Kaum Muda Lebih Rentan terhadap Ancaman Siber
Credit image: Freepix


Meskipun ancaman siber yang dihadapi kaum muda tidak jauh berbeda dari generasi yang lebih tua, faktor psikologis dan emosional membuat mereka lebih rentan terhadap beberapa jenis serangan:

Sextortion

Serangan pemerasan di mana korban ditipu untuk mengirim gambar atau video eksplisit, lalu diperas untuk mengirim lebih banyak atau uang. Ancaman ini juga kini menggunakan alat AI untuk membuat gambar palsu yang digunakan sebagai alat pemerasan.

Account Takeover

Akun media sosial dan gim sering menjadi sasaran pembajakan. Serangan ini berhasil jika korban tidak menggunakan kata sandi yang kuat dan unik atau MFA.

Penipuan Online

Iklan dan pesan di media sosial menjadi sarana penipuan investasi, yang sering kali menggunakan deepfake atau akun yang diretas untuk menciptakan rasa urgensi (Fear of Missing Out / FOMO) dan menipu korban agar memberikan informasi pribadi atau uang.

Unduhan Berbahaya

Konten bajakan, gim, atau aplikasi dari sumber tidak resmi seringkali disisipi malware yang dirancang untuk mencuri informasi, merekam percakapan, atau menyebarkan adware. Karena kaum muda cenderung lebih hemat, mereka lebih sering mencari konten semacam ini di situs pihak ketiga.

Baca juga: Ratusan Juta Email Phising Melanda Dunia Maya

Tips Menjaga Diri Tetap Aman

Praktik terbaik keamanan siber berlaku untuk semua orang, termasuk kaum muda. Berikut adalah beberapa tips untuk meminimalkan risiko:

  1. Pilih Sumber Resmi: Selalu unduh aplikasi dari toko resmi dan hindari konten bajakan. Ini akan mengurangi kemungkinan memasang malware tanpa disadari.
  2. Periksa Reputasi: Sebelum mengunduh aplikasi baru, periksa ulasan dan reputasi pengembangnya.
  3. Perbarui Sistem Secara Berkala: Pastikan sistem operasi dan perangkat lunak di semua perangkat PC dan seluler selalu diperbarui ke versi terbaru dan teraman.
  4. Gunakan Perangkat Lunak Keamanan: Pasang perangkat lunak keamanan dari penyedia tepercaya di semua perangkat untuk mencegah malware dan unduhan berbahaya.
  5. Waspada terhadap Phishing: Jangan pernah mengklik tautan atau membuka lampiran dari pesan yang tidak diminta. Jika ragu, konfirmasi langsung dengan pengirim (jangan membalas pesan atau menghubungi nomor yang ada di pesan tersebut).
  6. Hati-hati dengan Penipuan di Media Sosial: Jangan mudah percaya pada iklan online, waspada terhadap endorsement palsu dari selebriti (deepfake), dan curigai pesan dari teman karena akun mereka mungkin telah diretas.
  7. Tinjau Pengaturan Privasi: Periksa kembali pengaturan privasi di akun media sosial. Berbagi terlalu banyak informasi dapat memberi penyerang data untuk menargetkan Anda dengan serangan phishing yang meyakinkan.

Generasi digital mungkin merasa nyaman dengan teknologi, tetapi mereka juga bisa terlalu mudah percaya, impulsif, dan tidak sabar saat online.

Kunci untuk mengubah perilaku ini bukanlah dengan menceramahi, tetapi dengan berbagi pengetahuan dan mengomunikasikan risiko dengan empati dan pemahaman.

Sampai di sini pembahasan kita mengenai Mengapa Kaum Muda Lebih Rentan terhadap Ancaman Siber, semoga dapat memberi manfaat bagi pembaca.

 

 

 

Baca artikel lainnya:

  • Sextortion dan Predator Online Merajalela di Dunia Maya
  • Ratusan Ribu Kartu Kredit Dicuri Darcula Lewat Phising
  • Hati-hati Lamaran Online Berisi Phising
  • Scattered Spider Penjahat Siber Paling Bengis
  • Bahaya Rekam Retina Dibayar Sekali Risikonya Seumur Hidup
  • Spionase Siber Tiongkok Serang Asia Tenggara
  • Momok Ransomware Teratas DragonForce
  • Ketika Ketergantungan pada Ponsel Merenggut Ketenangan
  • Mengenal Lebih Dekat Kejahatan Siber Catfishing
  • Mengupas Tuntas Kejahatan Siber Money Mules

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

Post navigation

Previous Ancaman Ransomware Baru dengan Taktik Mirip Kelompok APT
Next Munculnya Ancaman Baru dan Strategi Pertahanan yang Harus Diadopsi

artikel terkini

Eksploitasi Skrip Web via Browser Runtime Eksploitasi Skrip Web via Browser Runtime

Eksploitasi Skrip Web via Browser Runtime

May 22, 2026
Webworm Sulap Akun Cloud Korban Jadi Alat Mata-Mata Webworm Sulap Akun Cloud Korban Jadi Alat Mata-Mata

Webworm Sulap Akun Cloud Korban Jadi Alat Mata-Mata

May 21, 2026
Memahami Email Phising Secara Sederhana Memahami Email Phising Secara Sederhana

Memahami Email Phising Secara Sederhana

May 21, 2026
Paket Palsu Curi Data Pengembang Paket Palsu Curi Data P

Paket Palsu Curi Data Pengembang

May 19, 2026
Serangan Device Code Phishing Serangan Device Code Phishing

Serangan Device Code Phishing

May 19, 2026
Konflik Geopolitik Senjata Utama Penipu Siber Konflik Geopolitik Senjata Utama Penipu Siber

Konflik Geopolitik Senjata Utama Penipu Siber

May 19, 2026
Hanya 5 Menit Peretas Infiltrasi Jaringan Hanya 5 Menit Peretas Infiltrasi Jaringan

Hanya 5 Menit Peretas Infiltrasi Jaringan

May 19, 2026
TrickMo Trojan Perbankan yang Jago Spionase TrickMo Trojan Perbankan yang Jago Spionase

TrickMo Trojan Perbankan yang Jago Spionase

May 18, 2026

Lainnya

Eksploitasi Skrip Web via Browser Runtime Eksploitasi Skrip Web via Browser Runtime
5 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Eksploitasi Skrip Web via Browser Runtime

May 22, 2026
Webworm Sulap Akun Cloud Korban Jadi Alat Mata-Mata Webworm Sulap Akun Cloud Korban Jadi Alat Mata-Mata
5 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Webworm Sulap Akun Cloud Korban Jadi Alat Mata-Mata

May 21, 2026
Memahami Email Phising Secara Sederhana Memahami Email Phising Secara Sederhana
5 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Memahami Email Phising Secara Sederhana

May 21, 2026
Paket Palsu Curi Data Pengembang Paket Palsu Curi Data P
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Paket Palsu Curi Data Pengembang

May 19, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.