Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Informasi seputar IT Security

  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Edukasi
  • Mobile Security
  • Teknologi
  • Ransomware
  • Tips & Tricks
  • Home
  • Teknologi
  • Aplikasi Pembayaran Sarang Kejahatan
  • Mobile Security
  • Teknologi

Aplikasi Pembayaran Sarang Kejahatan

3 min read

Credit image: Pixabay

Aplikasi pembayaran konsumen telah mengalami perubahan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Namun di saat yang sama aplikasi tersebut menjadi sarang kejahatan siber seperti Zelle

Aplikasi baru seperti Venmo, Cash App, dan Zelle, menawarkan cara yang cepat, efektif, dan gratis bagi pengguna untuk melakukan pembayaran.

Sementara Zelle menjadi salah satu yang paling sukses dari layanan peer-to-peer (P2P), mereka juga menjadi paling buruk dalam soal keamanan.

Baca juga: Penipuan Aplikasi Transaksi

Jaringan Besar Minim Proteksi

Sekitar 10.000 lembaga keuangan sekarang berpartisipasi dalam jaringannya, yang berarti Zelle dapat diakses dari aplikasi perbankan yang tak terhitung jumlahnya, serta diunduh sebagai layanan mandiri.

Tetapi meskipun umumnya dianggap sebagai cara yang aman untuk mentransfer dana, Zelle dikritik karena menawarkan sedikit perlindungan konsumen dari penipuan.

Seperti beberapa waktu yang lalu, Zelle mendapat kecaman karena penggunanya kehilangan sekitar $440 juta melalui transaksi penipuan pada tahun 2021.

Menurut laporan, bank tidak berbuat banyak untuk memerangi penipuan di Zelle dan umumnya enggan mengembalikan uang orang yang menjadi korban.

Baca juga: Ancaman Besar Seluler Ancaman Aplikasi

Mungkinkah Uang Korban Kembali?

Zelle tidak mengharuskan pengguna untuk membagikan informasi keuangan apa pun untuk mengirim dana, dan individu biasanya diautentikasi melalui bank mereka, menambahkan lapisan keamanan yang penting.

Namun, seperti App Cashi dan layanan serupa, ia tidak menawarkan perlindungan yang sama seperti kartu kredit dan debit.

Zelle membagi penipuan dalam dua kategori, yang menjadi acuan korban mana yang harus dikembalikan uangnya, sebagai berikut:

1. Penipuan dimana ketika pihak ketiga yang tidak sah mengakses akun pengguna dan mentransfer uang tanpa sepengetahuan pengguna

2. Penipuan dimana pengguna ditipu untuk mengirim uang itu sendiri dalam platform.

Kecil kemungkinan mereka akan mendapatkan kembali dana yang ditipu jika pengguna menjadi korban dari jenis penipuan kedua.

Dari 90 persen kasus, bank umumnya tidak akan mau membayar orang yang ditipu melakukan pembayaran di platform.

Baca juga: Melindungi DIri dari Aplikasi Berbahaya

Cara Tetap Aman di Zelle

Kiat untuk tetap bebas penipuan di Zelle tidak berbeda dengan kiat menghindari penipuan di Cash App dan layanan pembayaran P2P lainnya.

Ini melibatkan kehati-hatian terhadap komunikasi yang tidak diminta, meningkatkan otentikasi akun, dan hanya mengirim uang ke orang yang Anda percayai. Pertimbangkan hal berikut:

  • Bersikaplah skeptis: Jangan pernah mengirim uang kepada siapa pun yang tidak Anda percayai, dan ingatlah bahwa jika suatu tawaran terlihat too good to be true, biasanya adalah penipuan.
  • Periksa kembali dengan pengirim yang seharusnya: Jika Anda menerima komunikasi seperti itu, segera hubungi pengirim yang dimaksud untuk memeriksa ulang apakah itu sah atau tidak. Jangan pernah menggunakan detail kontak dalam pesan asli.
  • Berhati-hatilah terhadap email phising, SMS, dan panggilan telepon: Mereka terlihat sah, tetapi sering kali menekan agar terburu-buru dalam mengambil keputusan. Jangan pernah memberikan kredensial bank atau kredensial lainnya kepada siapa pun.
  • Tingkatkan autentikasi: Jika belum diaktifkan, tambahkan autentikasi dua faktor ke aplikasi perbankan atau Zelle Anda, yang berarti bahwa meskipun penipu mendapatkan kata sandi dan nama pengguna, mereka tidak akan dapat membajak akun tersebut.
  • Tingkatkan keamanan seluler: Dengan mengunduh perangkat lunak anti-malware dari vendor terkemuka ke perangkat Anda. Ini akan sangat membantu untuk tetap aman dari serangan phishing dan unduhan malware terselubung.

 

Baca lainnya: 

  • Trojan Pencuri kredensial PayPal Bersembunyi dalam Aplikasi
  • Ransomware Cerber di Aplikasi Sepakbola
  • Mengamankan Aplikasi Kencan Online
  • Eksploitasi Aplikasi Berkirim Pesan

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

 

 

 

 

Post navigation

Previous POLONIUM Grup Peretas Spionase
Next Jenis-jenis Penipuan Aplikasi Pembayaran

Related Stories

Teror BlackSanta Melumpuhkan Sistem Keamanan Phising dan Taktik
3 min read
  • Teknologi

Teror BlackSanta Melumpuhkan Sistem Keamanan

March 12, 2026
Vibeware Vibeware
2 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Vibeware

March 10, 2026
Serangan Code Injection Serangan Code Injection
3 min read
  • Teknologi

Serangan Code Injection

March 6, 2026

Recent Posts

  • Bahaya Email Injection
  • Ancaman AI dan Taktik Senyap di Kotak Masuk
  • Teror BlackSanta Melumpuhkan Sistem Keamanan
  • Saat Alat Produktivitas Menjadi Senjata Peretas
  • Operasi Senyap di Asia Bawa Malapetaka
  • Xpath Injection
  • Mengenal Command Injection
  • Taktik Peretas Mengelabui Sistem Keamanan
  • Vibeware
  • Serangan SQL Injection

Daftar Artikel

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

You may have missed

Bahaya Email Injection Bahaya Email Injection
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Bahaya Email Injection

March 12, 2026
Ancaman AI dan Taktik Senyap di Kotak Masuk Ancaman AI dan Taktik Senyap di Kotak Masuk
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Ancaman AI dan Taktik Senyap di Kotak Masuk

March 12, 2026
Teror BlackSanta Melumpuhkan Sistem Keamanan Phising dan Taktik
3 min read
  • Teknologi

Teror BlackSanta Melumpuhkan Sistem Keamanan

March 12, 2026
Saat Alat Produktivitas Menjadi Senjata Peretas Saat Alat Produktivitas Menjadi Senjata Peretas
3 min read
  • Sektor Bisnis

Saat Alat Produktivitas Menjadi Senjata Peretas

March 11, 2026

Copyright © All rights reserved. | DarkNews by AF themes.