Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban
  • Teknologi

AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

4 min read
AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

Image credit: Dreamina Capcut

AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban – Kecerdasan Buatan (AI) secara bertahap mengubah lanskap ancaman siber. Pesatnya perkembangan teknologi ini membuat aktivitas yang dulunya membutuhkan waktu beberapa jam atau hari bagi peretas ahli, kini dapat dieksekusi dalam hitungan detik oleh siapapun, bahkan oleh pelaku yang tidak memiliki keahlian teknis dasar sekalipun.

Kondisi ini menurunkan hambatan (barrier to entry) bagi para penjahat siber. Fenomena ini telah terlihat pada otomatisasi eksploitasi celah keamanan, pembuatan malware sederhana, hingga proses pengintaian (reconnaissance) korban secara masif. Ketika biaya dan tingkat kesulitan serangan menurun drastis, setiap pengguna internet tanpa terkecuali dapat menjadi target kejahatan.

Baca juga: Peretas Susupi Sistem Industri dengan Logic Bomb

Dari OSINT Manual ke Skala Otomatis berbasis AI

Dahulu, pengumpulan data berbasis sumber terbuka (Open-Source Intelligence atau OSINT) hanya digunakan untuk menyasar target bernilai tinggi (high-profile targets). Hal ini dikarenakan OSINT manual memerlukan waktu, ketelitian, dan keahlian khusus.

Istilah OSINT sendiri berasal dari dunia intelijen militer yang merujuk pada upaya mengumpulkan data publik untuk mencapai tujuan strategis. Di dunia digital, peretas biasanya harus secara manual menjelajahi situs web, mencari akun media sosial target, menghubungkan informasi antar-keluarga dan rekan kerja, serta menganalisis pola perilaku sebelum menyusun serangan.

Kehadiran alat berbasis AI menghapus hambatan tersebut dengan memproses data pada kecepatan mesin. AI mampu:

  • Memindai material publik dari seluruh penjuru web dalam hitungan detik.
  • Menganalisis data tidak terstruktur (unstructured data), seperti mengekstrak konteks dari gambar dan video.
  • Memetakan jaringan hubungan antara korban dengan keluarga, teman, maupun rekan kerja secara otomatis.

Menyusun Potongan Data dalam Skala Besar

Kemampuan pemrosesan ini mempermudah pelaku penipuan untuk mengumpulkan data diri korban guna membuat rekayasa sosial (social engineering) yang jauh lebih meyakinkan:

  • Email phising yang Sangat Personalisasi: Email penipuan kini terasa sangat meyakinkan karena memuat detail pribadi seperti tempat kerja, sekolah anak, riwayat liburan, hingga ulang tahun. Semua informasi tersebut dikumpulkan secara otomatis dari domain publik.
  • Serangan Deepfake Suara dan Video: Video atau sampel suara korban di media sosial dapat diekstrak AI untuk membuat deepfake. Modus ini digunakan untuk mengelabui keluarga korban dengan pura-pura meminta uang darurat, modus penculikan palsu, hingga pemerasan berbasis konten seksual palsu (sextortion).
  • Otomatisasi Naskah Penipuan: Model Bahasa Besar (LLM) membantu penjahat siber merancang naskah rekayasa sosial dalam berbagai bahasa dengan tata bahasa profesional, sehingga pesan terlihat sangat sah meskipun pelaku bukan penutur asli.

Baca juga: Langkah-langkah Menjaga Stabilitas Zero Trust

Ancaman pada Lingkungan Kerja dan Profesional

Batas antara kehidupan pribadi dan pekerjaan kini makin kabur, terutama dengan tren kerja hybrid. Penggunaan perangkat pribadi atau alamat rumah untuk urusan pekerjaan mempermudah AI mengabungkan profil pribadi dan profesional seseorang.

Para peretas dapat memanfaatkan pengintaian ini untuk dampak bisnis:

  • Pencurian Kredensial Perusahaan: Memanfaatkan data pribadi korban untuk merancang serangan yang menyasar data akses akun kantor.
  • Serangan Business Email Compromise (BEC): Peretas memantau unggahan liburan korban, lalu menyamar sebagai korban untuk mengirim instruksi keuangan palsu kepada rekan kerja saat korban sedang tidak dapat dihubungi.

Serangan OSINT berdimensi korporasi ini tidak hanya mengancam keamanan data pribadi, namun juga berpotensi merusak reputasi profesional dan karier seseorang secara serius.

Langkah-Langkah Perlindungan dan Mitigasi

Informasi yang sudah terlanjur beredar di publik sangat sulit untuk dihapus sepenuhnya. Oleh karena itu, langkah terbaik adalah fokus pada hal-hal yang berada di bawah kendali Anda sendiri:

  1. Privasi Profil Media Sosial: Batasi akses akun media sosial Anda agar tidak dapat dilihat oleh publik atau dipindai oleh bot AI eksternal.
  2. Bijak dalam Berbagi (Oversharing): Hindari mengunggah detail sensitif seperti tanggal lahir lengkap, lokasi sekolah anak, jadwal liburan, atau informasi alamat rumah.
  3. Perhatikan Detail Foto: Waspadai latar belakang foto yang dapat memaparkan detail lokasi rumah, pelat nomor kendaraan, atau dokumen penting.
  4. Pisahkan Ranah Pribadi dan Pekerjaan: Hindari mengunggah konten yang mempermudah peretas menghubungkan identitas pribadi Anda dengan akses pekerjaan.
  5. Gunakan Otentikasi Multi-Faktor (MFA): Terapkan MFA dan kata sandi yang kuat serta unik pada seluruh akun digital Anda.
  6. Selektif Memilih Pertemanan: Jangan menerima permintaan pertemanan dari akun yang tidak dikenal secara langsung di media sosial.

Teknologi AI memberikan banyak kemajuan positif yang banyak memiliki manfaat, namun juga membawa risiko keamanan baru yang harus diwaspadai.

Pendekatan terbaik adalah mengasumsikan bahwa setiap informasi yang Anda publikasikan di internet berpotensi dibaca dan diolah oleh sistem AI. Kewaspadaan digital adalah benteng pertahanan utama bagi diri sendiri, keluarga, dan lingkungan kerja.

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Ancaman Baru Atomic macOS Infostealer dan Langkah Perlindungan
  • 6 Langkah Bantu Anak Mengatasi FOMO
  • Darurat Siber Nasional dan Langkah-langkah Keamanan Siber Mandiri
  • Empat Langkah Mitigasi Phising
  • 4 Langkah Aman di Dunia Maya
  • Ponsel Hilang Ikuti Langkah Pengamanan Ini
  • 6 Langkah UMKM Aman Ancaman Siber
  • Langkah-langkah Membangun Keamanan Siber yang Komprehensif
  • 6 Langkah Memilih Smartwatch untuk Anak
  • Empat Langkah Menghadapi Kejahatan Siber

 

Sumber berita: 

 

WeLiveSecurity

 

 

 

Post navigation

Previous Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia
Next Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

artikel terkini

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

September 2, 2026
Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

September 2, 2026
AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

September 2, 2026
Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

September 2, 2026
Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber

Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber

September 1, 2026
Panduan Lengkap Mengembalikan Akun Instagram yang Diretas 2026 Panduan Lengkap Mengembalikan Akun Instagram yang Diretas 2026

Panduan Lengkap Mengembalikan Akun Instagram yang Diretas 2026

September 1, 2026
Email Sumber Pabrik Kredensial Terbesarl  Email Sumber Pabrik Kredensial

Email Sumber Pabrik Kredensial Terbesarl 

August 31, 2026
Pengkhianatan Kotak Masuk Pengkhianatan Kotak Masuk

Pengkhianatan Kotak Masuk

August 28, 2026

Lainnya

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com
3 min read
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

September 2, 2026
Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik
5 min read
  • Teknologi

Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

September 2, 2026
AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban
4 min read
  • Teknologi

AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

September 2, 2026
Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia
6 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

September 2, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.