Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik
  • Teknologi

Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

5 min read
Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

Image credit: Magnific

Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik – Batas jaringan tradisional (network perimeter) kini telah sirna. Seiring bertransisinya berbagai organisasi ke layanan cloud, skema kerja hibrida (hybrid work), serta penggunaan perangkat terhubung (IoT), keamanan jaringan telah berevolusi dari sekadar melindungi batas fisik yang tetap menjadi upaya mengamankan koneksi di mana pun berada.

Keamanan jaringan (network security) bertugas melindungi infrastruktur, layanan, dan data yang melintas di dalam jaringan. Keamanan ini bekerja berdampingan dengan keamanan endpoint, identitas, dan aplikasi untuk membentengi sistem terhubung.

Awalnya, keamanan jaringan bersama dengan alat antivirus, kontrol akses, keamanan sistem operasi, dan kriptografi merupakan fondasi dasar dari keamanan siber (cybersecurity). Namun seiring berjalannya waktu, batas jaringan utama (network edge) kini hanyalah satu dari belasan area serangan (attack surfaces) yang berpotensi dieksploitasi, sehingga membutuhkan pertahanan berlapis.

Apa Itu Keamanan Jaringan?

Keamanan jaringan bertujuan melindungi data yang melintas maupun komponen infrastruktur jaringan itu sendiri. Dahulu, perlindungan hanya mencakup batas Local Area Network (LAN) internal. Saat ini, cakupannya telah meluas hingga ke lingkungan cloud, aplikasi Software-as-a-Service (SaaS), hingga lokasi kerja jarak jauh, termasuk laptop karyawan yang terhubung ke jaringan Wi-Fi publik di kedai kopi.

Berdasarkan laporan riset ESET, sebanyak 45% organisasi yang disurvei mengalami setidaknya satu insiden keamanan siber dalam 12 bulan terakhir. Hal ini menegaskan betapa seringnya peretas menemukan celah pada lingkungan kerja modern yang semakin tersebar (distributed environments).

Prinsip Dasar Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan dibangun berlandaskan tiga pilar utama (CIA Triad):

  • Kerahasiaan (Confidentiality): Memastikan hanya entitas atau pengguna berwenang yang dapat mengakses data dan sumber daya jaringan. Praktiknya berkembang dari sekadar kata sandi menjadi kontrol akses berbasis enkripsi data saat berpindah (data in transit) maupun saat tersimpan (data at rest).
  • Integritas (Integrity): Memastikan data dan sistem jaringan tidak diubah oleh pihak yang tidak sah. Hal ini dicapai melalui penggunaan checksum, hashing, serta penguncian kontrol konfigurasi jaringan.
  • Ketersediaan (Availability): Memastikan jaringan tetap tangguh dan dapat diakses, terhindar dari gangguan seperti serangan Denial of Service (DoS), pemadaman listrik, hingga kesalahan teknis operasional.

Baca juga: Identitas Non-Manusia Bom Waktu Keamanan Siber

Tipe Utama Alat dan Kontrol Keamanan Jaringan

Keamanan jaringan bukanlah satu alat tunggal, melainkan kombinasi dari berbagai teknologi dan praktik operasional. Berikut adalah ringkasan kontrol-kontrol utama dalam keamanan jaringan modern:

Kontrol Keamanan

Fungsi Utama

Lokasi Penerapan

Firewall / Next Generation Firewall (NGFW)

Menyaring lalu lintas berdasarkan aturan port, IP, dan protokol. NGFW menambah inspeksi tingkat aplikasi, identitas pengguna, inspeksi SSL/TLS, dan inteligensi ancaman.

Batas internet (internet edge), batas jaringan internal, lingkungan cloud, dan pusat data.

IDS / IPS

Menganalisis pola serangan dan anomali. Intrusion Detection System (IDS) memberi peringatan, sedangkan Intrusion Prevention System (IPS) memblokir lalu lintas mencurigakan secara langsung.

Tepat di belakang firewall pada jalur utama lalu lintas jaringan.

Virtual Private Network (VPN)

Mengenkripsi jalur komunikasi lalu lintas data antara dua titik jaringan (misal: laptop pekerja jarak jauh dengan jaringan kantor).

Berada di batas jaringan (network edge).

Network Access Control (NAC)

Memeriksa identitas serta postur keamanan perangkat (status patch, antivirus) sebelum diizinkan terhubung ke jaringan.

Pada titik masuk jaringan seperti switch, Wi-Fi access point, atau gateway VPN.

Segmentasi & Mikro-segmentasi

Membagi jaringan menjadi zona-zona terisolasi untuk membatasi pergerakan lateral (lateral movement) peretas.

Di dalam switch menggunakan VLAN, subnet, atau kebijakan Software-Defined Networking.

Zero Trust Network Access (ZTNA)

Memverifikasi setiap pengguna dan perangkat pada setiap sesi akses tanpa mengasumsikan adanya batas tepercaya bawaan.

Melingkupi seluruh jaringan, diterapkan pada setiap titik akses, segmen, dan aplikasi.

Secure Access Service Edge (SASE)

Menggabungkan fungsi jaringan (SD-WAN) dan keamanan (ZTNA, NGFW, Secure Web Gateway) dalam satu layanan berbasis cloud.

Dioperasikan melalui cloud point of presence terdistribusi yang dekat dengan pengguna.

Keamanan Email / Web / DNS

Memblokir upaya phishing, domain berbahaya, dan konten jahat di pintu masuk utama sebelum mencapai pengguna.

Pada pintu gerbang (gateway) masing-masing aplikasi.

Data Loss Prevention (DLP)

Mendeteksi dan mencegah pengiriman data sensitif keluar dari sistem tanpa izin.

Batas jaringan, endpoint, dan lapisan aplikasi cloud.

Network Detection and Response (NDR)

Memantau lalu lintas jaringan internal secara terus-menerus untuk menemukan tanda-tanda ancaman atau aktivitas peretasan.

Memantau alur lalu lintas di seluruh segmen jaringan internal.

Ancaman Utama Keamanan Jaringan

Ancaman Berdasarkan Tujuan Peretas:

  • Pemerasan (Extortion & Ransomware): Merupakan motivasi paling dominan. Laporan Verizon DBIR menunjukkan ransomware terlibat dalam 48% kasus kebocoran data. Teknik umum yang digunakan meliputi eksploitasi protokol SMB, otentikasi NTLM, dan phishing.
  • Disrupsi Layanan (DoS / DDoS): Bertujuan melumpuhkan kemampuan komunikasi organisasi, karyawan, atau pelanggan.
  • Pencurian Data (Data Exfiltration): Mengincar lapisan jaringan menggunakan teknik Man-In-The-Middle (MITM) atau penyusupan lalu lintas (traffic spoofing) untuk menyadap data sensitif.

Riset ESET menunjukkan ketidakselarasan antara kekhawatiran dan penyebab nyata insiden. Meskipun 31% organisasi paling mengkhawatirkan malware berbasis AI, insiden di lapangan justru paling sering disebabkan oleh Phishing (26%), Kerentanan Belum Ditambal (23%), Kurangnya Pemantauan Keamanan (22%), dan Kata Sandi Lemah (20%).

Baca juga: Kartel Hacker dan Kerugian Miliaran Rupiah

Praktik Terbaik Pengerasan Keamanan Jaringan

Untuk membangun ketahanan jaringan yang tangguh, organisasi disarankan menerapkan sembilan langkah mendasar berikut:

  1. Terapkan Segmentasi Jaringan: Jangan biarkan seluruh divisi dapat mengakses semua server. Batasi akses berdasarkan prinsip least privilege.
  2. Terapkan Arsitektur Zero Trust: Selalu verifikasi setiap identitas dan perangkat untuk mencegah pergerakan lateral peretas.
  3. Perkuat Protokol Jaringan (Protocol Hardening): Matikan protokol lama yang rentan seperti SMB v1 dan prioritaskan penggunaan otentikasi Kerberos dibandingkan NTLM.
  4. Segera Lakukan Penambalan (Patching): Memperbarui sistem secara berkala pada perangkat jaringan (sakelar, Wi-Fi AP) hingga perangkat IoT. Kerentanan yang tidak ditambal menjadi penyebab 23% insiden keamanan.
  5. Enkripsi Seluruh Data: Terapkan enkripsi kuat pada data saat melintas (data in transit), saat tersimpan (at rest), maupun saat digunakan (data in use).
  6. Lindungi Perangkat Endpoint: Serangan tanpa berkas (fileless attack) seperti penyalahgunaan RDP sering kali tampak seperti lalu lintas normal di jaringan, sehingga membutuhkan perlindungan berbasis host (EPP/EDR/MDR).
  7. Aktifkan Pemantauan dan Pengumpulan Log secara Masif: Analisis log via SIEM atau XDR menjadi kunci utama deteksi dini. Kurangnya pemantauan menyumbang 22% dari total insiden.
  8. Lakukan Cadangan Data (Backup) Berkala: Buat cadangan data konfigurasi jaringan dan sistem secara rutin untuk mempercepat pemulihan pasca-serangan ransomware.
  9. Integrasi Keamanan Berlapis: Integrasikan secara ketat keamanan jaringan, endpoint, dan identitas untuk visibilitas ancaman secara menyeluruh.

Kontrol Berlapis Terintegrasi

Keamanan jaringan tetap menjadi fondasi utama keamanan siber, bahkan saat batas jaringan lama telah bergeser ke layanan cloud, kerja jarak jauh, dan perangkat IoT.

Perlindungan yang tangguh berasal dari kontrol berlapis yang saling terintegrasi—mulai dari segmentasi, Zero Trust, perlindungan endpoint, pemantauan log, penambalan sistem, hingga cadangan data yang presisi.

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Jebakan Email Makin Canggih Berkat AI
  • Kartel Siber Baru Luncurkan Extortion as a Service
  • Adware & Spyware Kuasai Ekosistem Android
  • Plugin Email Ancam 210 Ribu Situs WordPress
  • Taktik 48 Menit Melawan Hacker
  • Infostealer Kejahatan Siber Ala Start Up
  • IoT Murah Gerbang Botnet ke Jaringan Anda
  • IP Dirgantara dalam Bidikan Siber
  • Airstalk Malware Lihai Curi Data Perusahaan
  • Jebakan Tanda Tangan Phising Docusign

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

 

 

 

 

Post navigation

Previous AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban
Next Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

artikel terkini

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

September 2, 2026
Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

September 2, 2026
AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

September 2, 2026
Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

September 2, 2026
Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber

Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber

September 1, 2026
Panduan Lengkap Mengembalikan Akun Instagram yang Diretas 2026 Panduan Lengkap Mengembalikan Akun Instagram yang Diretas 2026

Panduan Lengkap Mengembalikan Akun Instagram yang Diretas 2026

September 1, 2026
Email Sumber Pabrik Kredensial Terbesarl  Email Sumber Pabrik Kredensial

Email Sumber Pabrik Kredensial Terbesarl 

August 31, 2026
Pengkhianatan Kotak Masuk Pengkhianatan Kotak Masuk

Pengkhianatan Kotak Masuk

August 28, 2026

Lainnya

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com
3 min read
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

September 2, 2026
Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik
5 min read
  • Teknologi

Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

September 2, 2026
AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban
4 min read
  • Teknologi

AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

September 2, 2026
Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia
6 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

September 2, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.