Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Sektor Bisnis
  • Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

6 min read
Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

Image credit: Dreamina

Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia – Email masih menjadi salah satu sarana komunikasi digital yang paling penting, baik untuk kebutuhan pribadi maupun pekerjaan.

Mulai dari pertukaran informasi, pengiriman dokumen, pemberitahuan transaksi, hingga komunikasi antarorganisasi, semuanya dapat dilakukan melalui email.

Namun, tingginya penggunaan email juga menjadikannya salah satu media yang paling sering dimanfaatkan pelaku kejahatan siber untuk melakukan serangan, terutama melalui email phising.

Email phising adalah upaya penipuan yang dilakukan melalui pesan email dengan tujuan mendorong penerima melakukan tindakan tertentu yang menguntungkan pelaku.

Tindakan tersebut dapat berupa memberikan informasi sensitif, membuka lampiran berbahaya, mengakses tautan palsu, atau menjalankan instruksi tertentu yang disamarkan sebagai permintaan resmi.

Keberhasilan email phising pada dasarnya tidak selalu bergantung pada teknologi yang rumit. Justru, salah satu kekuatan utama serangan ini adalah kemampuannya memanfaatkan faktor manusia, seperti rasa percaya, rasa takut, rasa penasaran, atau terburu-buru dalam mengambil keputusan.

Email yang Terlihat Meyakinkan

Salah satu alasan email phising masih efektif adalah karena pesan yang dikirimkan sering kali dirancang agar terlihat seperti email yang sah.

Pelaku dapat meniru nama perusahaan, lembaga, atau bahkan individu tertentu agar penerima merasa yakin bahwa pesan tersebut berasal dari pihak yang terpercaya.

Email tersebut dapat menggunakan berbagai pendekatan, misalnya pemberitahuan mengenai masalah pada akun, permintaan untuk memperbarui informasi, notifikasi transaksi, pemberitahuan tagihan, atau pesan yang mengharuskan penerima segera mengambil tindakan.

Dalam beberapa kasus, email phising bahkan menggunakan tampilan yang sangat profesional. Logo, tata letak, bahasa, dan gaya komunikasi dapat dibuat menyerupai komunikasi resmi. Hal inilah yang membuat pengguna tidak cukup hanya menilai keamanan sebuah email berdasarkan tampilannya.

Sebuah email yang terlihat resmi belum tentu benar-benar dikirimkan oleh pihak yang mengaku sebagai pengirimnya.

Baca juga: DeepLoad Malware AI Nir-Lelah

Tanda-Tanda Email Phising yang Perlu Diwaspadai

Meskipun semakin meyakinkan, email phising biasanya tetap memiliki sejumlah karakteristik yang dapat dikenali. Pengguna perlu membiasakan diri untuk memperhatikan beberapa hal sebelum merespons sebuah email.

Beberapa tanda yang patut dicurigai antara lain:

1. Alamat pengirim tidak sesuai

Nama pengirim dapat terlihat meyakinkan, tetapi alamat email sebenarnya mungkin menggunakan domain yang tidak berkaitan dengan organisasi resmi.

Karena itu, pengguna sebaiknya memeriksa alamat email secara lengkap, bukan hanya melihat nama yang ditampilkan.

2. Menciptakan rasa mendesak

Pelaku sering menggunakan kalimat yang mendorong penerima untuk segera bertindak. Misalnya, akun akan diblokir, transaksi harus segera dikonfirmasi, atau akses akan dihentikan jika tidak melakukan tindakan tertentu dalam waktu singkat.

Tujuannya adalah membuat korban bertindak cepat tanpa memiliki cukup waktu untuk berpikir atau melakukan pemeriksaan.

3. Permintaan informasi sensitif

Email yang meminta kata sandi, kode verifikasi, informasi akun, atau data sensitif lainnya harus mendapatkan perhatian khusus. Organisasi yang sah pada umumnya memiliki prosedur resmi dan tidak sembarangan meminta informasi penting melalui email.

4. Tautan yang mencurigakan

Sebelum mengklik sebuah tautan, pengguna perlu memperhatikan alamat tujuan yang sebenarnya. Nama tautan yang terlihat resmi tidak selalu mengarah ke situs yang benar.

5. Lampiran yang tidak diharapkan

File yang dikirimkan secara tiba-tiba, terutama jika pengguna tidak sedang menunggu dokumen tersebut, perlu diperlakukan dengan hati-hati. Lampiran dapat digunakan untuk membawa program atau kode berbahaya ke perangkat korban.

6. Isi Email yang Tidak Sesuai dengan Konteks

Email phising tidak selalu memiliki kesalahan bahasa atau tampilan yang buruk. Dengan bantuan teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan, pelaku kini dapat membuat pesan dengan bahasa yang rapi, profesional, dan menyerupai komunikasi resmi.

Oleh karena itu, pengguna tidak seharusnya menjadikan kesalahan tata bahasa sebagai indikator utama untuk mengenali email phising. Sebaliknya, perhatian perlu diberikan pada konteks pesan.

Misalnya, pengguna menerima email mengenai tagihan yang tidak pernah dibuat, permintaan untuk memperbarui akun pada layanan yang tidak digunakan, pemberitahuan transaksi yang tidak dikenal, atau instruksi dari seseorang yang sebenarnya tidak sedang berkomunikasi dengannya.

Email juga perlu dicurigai apabila isi pesan meminta tindakan yang tidak biasa, meskipun bahasa yang digunakan terlihat profesional dan identitas pengirim tampak meyakinkan.

Karena itu, pertanyaan penting yang perlu diajukan bukan hanya “Apakah email ini ditulis dengan benar?”, tetapi juga “Apakah saya memang mengharapkan email ini dan apakah permintaan di dalamnya masuk akal?”

Baca juga: Ribuan Bug Mengintai di Perangkat Serial-to-IP

Teknik yang Semakin Berkembang

Perkembangan teknologi membuat pelaku email phising semakin mampu membuat pesan yang terlihat lebih meyakinkan. Jika sebelumnya banyak email penipuan mudah dikenali karena kesalahan bahasa atau desain yang buruk, kini pesan dapat dibuat dengan struktur yang lebih rapi dan menyerupai komunikasi bisnis yang sebenarnya.

Pemanfaatan teknologi otomatisasi dan kecerdasan buatan juga berpotensi membantu pelaku menghasilkan pesan dalam jumlah besar dengan kualitas bahasa yang lebih baik.

Pesan dapat disesuaikan dengan bahasa penerima, konteks pekerjaan, maupun informasi yang tersedia secara terbuka.

Kondisi tersebut membuat pengguna tidak dapat lagi hanya mengandalkan kesalahan tata bahasa sebagai indikator utama. Pemeriksaan terhadap identitas pengirim, konteks pesan, alamat tautan, dan permintaan yang disampaikan menjadi semakin penting.

Ancaman email phising juga dapat meningkat ketika pelaku berhasil memperoleh informasi tentang organisasi atau individu tertentu. Informasi tersebut kemudian digunakan untuk membuat isi email terasa lebih relevan sehingga penerima lebih mudah mempercayainya.

Jangan Terburu-Buru Mengambil Tindakan

Kebiasaan sederhana yang sangat penting dalam menghadapi email phising adalah berhenti sejenak sebelum bertindak.

Ketika menerima email yang meminta tindakan penting, pengguna sebaiknya tidak langsung mengklik tautan, membuka lampiran, atau memberikan informasi. Luangkan waktu untuk memeriksa siapa pengirimnya dan apakah isi pesan tersebut sesuai dengan konteks.

Apabila email mengatasnamakan sebuah organisasi, pengguna dapat melakukan verifikasi melalui saluran resmi. Misalnya, dengan membuka situs resmi secara langsung melalui peramban, menghubungi layanan pelanggan, atau menggunakan kontak resmi yang sudah diketahui sebelumnya.

Jangan melakukan verifikasi melalui nomor telepon, alamat email, atau tautan yang tercantum di dalam pesan yang sedang dicurigai.

Baca juga: Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda

Langkah Sederhana untuk Mengurangi Risiko

Pengguna dapat menerapkan beberapa langkah berikut untuk mengurangi risiko menjadi korban email phising:

  1. Periksa alamat email pengirim secara lengkap.
  2. Jangan terburu-buru merespons pesan yang menciptakan tekanan atau rasa takut.
  3. Hindari mengklik tautan yang tidak diharapkan.
  4. Periksa alamat tujuan tautan sebelum membukanya.
  5. Jangan membuka lampiran dari email yang mencurigakan.
  6. Jangan memberikan kata sandi atau kode verifikasi melalui email.
  7. Gunakan kata sandi yang kuat dan berbeda untuk setiap akun penting.
  8. Aktifkan autentikasi tambahan pada akun email jika tersedia.
  9. Perbarui sistem operasi, aplikasi, dan perangkat lunak keamanan secara berkala.
  10. Laporkan atau tandai email mencurigakan sebagai phising apabila layanan email menyediakan fitur tersebut.

Bagi organisasi, perlindungan terhadap email phising juga perlu dilakukan secara berlapis. Penggunaan sistem keamanan email, penyaringan pesan berbahaya, autentikasi domain, serta edukasi keamanan bagi karyawan merupakan bagian penting dalam mengurangi risiko.

Namun, teknologi saja tidak cukup. Pengguna tetap menjadi salah satu lapisan pertahanan terakhir ketika sebuah email mencurigakan berhasil masuk ke kotak masuk.

Kesadaran Pengguna Menjadi Pertahanan Penting

Email phising akan terus berkembang mengikuti perubahan teknologi dan kebiasaan pengguna. Pelaku akan selalu berusaha membuat pesan yang lebih meyakinkan, memanfaatkan isu yang sedang populer, serta menggunakan berbagai cara untuk memperoleh kepercayaan korban.

Karena itu, membangun kebiasaan untuk bersikap skeptis secara sehat menjadi sangat penting. Setiap email yang meminta tindakan sensitif sebaiknya tidak langsung dipercaya hanya karena menggunakan nama organisasi terkenal atau memiliki tampilan yang profesional.

Pada akhirnya, keamanan email bukan hanya bergantung pada teknologi yang digunakan, tetapi juga pada keputusan pengguna ketika menerima sebuah pesan. Dengan membiasakan diri memeriksa pengirim, memahami konteks, tidak terburu-buru, dan melakukan verifikasi melalui saluran resmi, risiko menjadi korban email phising dapat dikurangi secara signifikan.

Di tengah komunikasi digital yang semakin cepat, kehati-hatian sederhana sebelum mengklik, membuka, atau membalas sebuah email dapat menjadi perbedaan antara pesan biasa dan sebuah insiden keamanan.

 

 

Baca artikel lainnya:

  • Botnet Mirai Incar Ruter TP-Link Lawas
  • Cara Membedakan Peringatan Data Breach Asli vs Palsu
  • Panduan 12 Bulan Memperkuat Rantai Pasok
  • Muslihat Kuda Kayu di Era Digital
  • Celah Teknis Pengelolaan Data Industri Sensitif
  • Melindungi Data Sensitif di Awan Publik
  • Mengapa Zero Trust Standar Resiliensi Siber 2026
  • Infiltrasi Storm Data Indonesia Jadi Incaran
  • Titik Buta Ketika EDR Menjadi Target
  • Memenangkan Balapan Melawan AI Siber

 


Sumber berita: 

 

Prosperita IT News

 

Post navigation

Previous Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber
Next AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

artikel terkini

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

September 2, 2026
Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

September 2, 2026
AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

September 2, 2026
Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

September 2, 2026
Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber

Mengelola Keuntungan dan Risiko AI di Keamanan Siber

September 1, 2026
Panduan Lengkap Mengembalikan Akun Instagram yang Diretas 2026 Panduan Lengkap Mengembalikan Akun Instagram yang Diretas 2026

Panduan Lengkap Mengembalikan Akun Instagram yang Diretas 2026

September 1, 2026
Email Sumber Pabrik Kredensial Terbesarl  Email Sumber Pabrik Kredensial

Email Sumber Pabrik Kredensial Terbesarl 

August 31, 2026
Pengkhianatan Kotak Masuk Pengkhianatan Kotak Masuk

Pengkhianatan Kotak Masuk

August 28, 2026

Lainnya

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com
3 min read
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Bahaya Phising Airbnb dan Booking.Com

September 2, 2026
Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik
5 min read
  • Teknologi

Keamanan Jaringan Modern:Mengamankan Infrastruktur Digital Tanpa Batas Fisik

September 2, 2026
AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban
4 min read
  • Teknologi

AI Mempermudah Peretas Mengintai dan Memprofilkan Korban

September 2, 2026
Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia
6 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Ancaman Siber yang Bergantung Kesalahan Manusia

September 2, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.