Image credit: magnific
Layanan AI Jadi Target Botnet – Sebuah botnet berbasis bahasa pemrograman Go bernama NadMesh terdeteksi pada awal Juli 2026.
Botnet ini secara aktif berburu layanan kecerdasan buatan (AI services) yang terakses publik tanpa proteksi. Dasbor internal milik operator botnet tersebut mengklaim telah berhasil mengumpulkan 3.811 kunci AWS unik.
Menggunakan pemindai berbasis Shodan, antrean pemindaian botnet ini terus diisi dengan berbagai antarmuka AI dan alur kerja populer yang sering kali dioperasikan secara terburu-buru tanpa perlindungan firewall yang memadai, seperti:
- ComfyUI (generator gambar)
- Ollama (penjalal model lokal)
- n8n (pembangun alur kerja/otomatisasi)
- Open WebUI, Langflow, dan Gradio
Umpan intelijen di balik dasbor tersebut menunjukkan 47 pengambilan kredensial (credential hauls) dan 41 inventarisasi model dalam 100 catatan terakhirnya.
Inventarisasi tersebut memuat pengenal model seperti DeepSeek, GLM, dan Kimi yang ditandai dengan label :cloud, yang mengindikasikan bahwa data yang dikatalogkan oleh botnet ini menjangkau aset di luar infrastruktur lokal host itu sendiri.
Ketidaksesuaian Data pada Dasbor Operator
Tim peneliti keamanan menerbitkan laporan riset mengenai malware ini, menamakannya NadMesh berdasarkan string pengendali “n4d mesh controller” yang ditemukan di dalam kode sumbernya, serta melampirkan tangkapan layar panel kontrol milik peretas.
Angka-angka pada dasbor operator yang ditangkap pada 10 Juli tersebut menunjukkan beberapa ketidaksesuaian data:
- Angka penghitung mencatat 17.700 total penyebaran (deploys), tetapi skema funnel di bawahnya mengklaim 95.700 penyebaran dalam 24 jam terakhir.
- Satu blok menampilkan 16 bot aktif, sementara blok di sebelahnya mencatat 12 bot.
- Sensor eksternal milik peneliti menunjukkan bahwa IP sumber unik yang menyebarkan NadMesh berfluktuasi dekat angka nol hingga akhir Juni, sebelum melonjak tajam pada minggu pertama Juli hingga mencapai sekitar 139 IP per hari.

Kredensial Cloud dan Akses Kluster
Hal utama yang dicuri dan dikirimkan kembali oleh botnet ini bukan sekadar kontrol atas server fisik (host), melainkan:
- Kunci AWS yang diambil dari variabel lingkungan (environment variables)
- Token akun layanan Kubernetes (k8s)
- Isi dari berkas konfigurasu sensitif: ~/.aws/config, .env, dan ~/.docker/config.json
- Akses model AI dan alat Model Context Protocol (MCP) yang dapat dipanggil secara jarak jauh.
Vektor Serangan MCP
Dalam tabel prioritas pengendali botnet, eksploitasi MCP menempati urutan teratas, di atas Kubernetes, Docker API, dan Redis. Vektor eksploitasi yang dicatat oleh XLab adalah panggilan JSON-RPC tools/call ke perintah execute_command.
Spesifikasi awal MCP menyerahkan mekanisme otentikasi sepenuhnya ke luar protokol inti. Meskipun alur otorisasi telah ditambahkan pada Maret 2025, penerapannya masih bersifat opsional, sehingga banyak implementasi di lapangan yang mengabaikannya.
- Data mencatat terdapat 12.520 layanan MCP yang terjangkau di 8,758 alamat IP pada akhir April, meningkat menjadi lebih dari 21.000 pada awal Mei.
- Sekitar 90 layanan mengiklankan alat yang mampu menjalankan perintah sistem secara langsung, di mana 39 di antaranya menggunakan nama fungsi execute_command.
Distribusi Lalu Lintas Eksploitasi
Meskipun penargetan AI dan pencurian kredensial menjadi tujuan utama intake data, analisis peneliti terhadap lalu lintas eksploitasi yang teramati menunjukkan bahwa mayoritas serangan masih mengincar pilar infrastruktur klasik:
|
Vektor Eksploitasi/Kerentanan |
Porsi lalu Lintas Serangan |
|
Password Telnet Lemah CVE-2022-22947 (Spring Cloud Gateway) CVE-2017-12611 (Apache Struts) Redis Unauthenticated
|
30.31% 22.28% 10.36% 6.48% 4.15% 8.29% 0.78% |
Mekanisme Pemindaian dan Persistensi
Botnet NadMesh memiliki logika pemindaian mandiri yang sangat agresif:
- Resampling Otomatis: Subnet yang menghasilkan respons positif akan dipindai ulang secara lebih padat setiap lima menit.
- Prioritas Port AI: Alamat IP yang ditandai berbahaya dalam 24 jam terakhir dipindai ulang setiap 15 menit (/32 rescans) dengan memprioritaskan port AI terlebih dahulu.
- Deteksi Honeypot: Target yang menerima 10 kali upaya penyebaran tanpa pernah mengembalikan hasil akan dimasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) otomatis karena dicurigai sebagai honeypot peneliti.
- Generasi Acak: Jika antrean pemindaian habis, bot akan membuat rentang IP /24 secara acak untuk melanjutkan pemindaian.
Obfuscation dan Persistensi Multi-Lapis
Penghapusan agen dari sistem terinfeksi dirancang agar gagal. Agen ini mempertahankan akses (persistence) melalui tiga metode sekaligus secara bersamaan, sehingga jika satu jalur dihapus, jalur lain akan mengunduh dan menjalankannya kembali.
Setiap kompilasi agen melewati enkripsi Garble, pemampatan UPX -9, dan penambahan random padding, sehingga tidak ada dua sampel agen yang memiliki nilai hash yang sama.
|
Baca juga: Menghadapi Ancaman Siber Tingkat Tinggi |
Panduan Mitigasi dan Respons Insiden
Sebagian besar serangan NadMesh mengincar layanan terbuka tanpa otentikasi (unauthenticated admin services). Tidak ada patch perangkat lunak yang dapat menutup kelalaian konfigurasi ini.
1. Amankan Port Sensitif
Segera tempatkan layanan di belakang otentikasi ketat atau hapus dari akses internet publik, terutama 4 port utama yang diprioritaskan oleh botnet:
- Port 8188 (ComfyUI)
- Port 11434 (Ollama)
- Port 7860 (Gradio)
- Port 5678 (n8n)
2. Prioritaskan Pembaruan Patch
Periksa dan perbarui sistem terhadap kerentanan berikut:
- CVE-2026-39987: Pre-auth RCE pada Marimo Notebooks (versi < 0.23.0).
- CVE-2026-41176: Kerentanan pada server rclone RC (versi 1.45.0 hingga 1.73.5) yang dijalankan tanpa HTTP auth.
- CVE-2022-22947: Celah pada Spring Cloud Gateway Actuator.
3. Periksa Jalur Drop & Indikator Kompromi (IoC)
Periksa keberadaan berkas dan entri mencurigakan pada sistem Anda:
- Entri SSH: ~/.ssh/authorized_keys (cari kunci asing yang tidak dikenal).
- Jalur Berkas Sembunyi: /dev/shm/.a, /var/tmp/.a, /tmp/.a
- Jadwal Cron: /etc/cron.d/.sys_monitor, /etc/cron.d/.s
- Langkah Darurat: Jika salah satu indikator di atas ditemukan, segera isolasi host dari jaringan dan cabut (revoke) seluruh kredensial yang terakses oleh server tersebut (Kunci AWS, token kluster K8s, isi berkas .env, kredensial container registry). Pastikan untuk membersihkan persistensi malware terlebih dahulu sebelum menerbitkan kunci baru.
Sumber berita: