Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Edukasi
  • Spektrum Penyimpanan Data Eksternal
  • Edukasi
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Spektrum Penyimpanan Data Eksternal

3 min read

Credit image: Pixabay

Menyimpan data perusahaan atau informasi penting di masa-masa ini menjadi sangat sentral. Beberapa perusahaan berusaha melakukan secara swadaya dengan mengelolanya sendiri, atau menggunakan penyimpanan cloud sebagai alternatif lain back up data dengan biaya yang terjangkau.

Tapi lain ceritanya jika kita kaitkan dengan unsur keamanan, situasi jadi berubah karena pasti akan muncul keengganan menyimpan data penting atau informasi rahasia di luar perusahaan. terlepas dari pertumbuhan yang sangat besar di antara perusahaan di seluruh dunia yang mulai menggunakan layanan seperti Google Drive dan Dropbox dalam beberapa tahun terakhir.

Cloud dan Proteksi Data

Berbicara penyimpanan eksternal tentu akan timbul pertanyaan apakah tingkat keamanan lokal atau internal bisa memberikan perlindungan yang lebih tinggi daripada yang diberikan penyimpanan eksternal saat melindungi data.

Hal ini adalah poin yang sangat penting, mengingat sebagian besar perusahaan yang bergerak dalam penyimpanan data cenderung menetapkan parameter yang cukup tinggi untuk mencegah data pengguna mereka dikompromikan.

Masalahnya, bukan keamanan yang mereka terapkan di server mereka yang jadi kendalanya, sebagian besar pencurian informasi seringkali terjadi karena kebijakan kontrol akses dan pengelolaan kredensial pengguna yang buruk.

Tidak ada gunanya memiliki layanan penyimpanan cloud terbaik dan paling aman jika pengguna yang mengakses sumber daya ini menggunakan kata kunci yang mudah ditebak atau yang telah digunakan pada layanan lain yang telah disusupi.

Karena itu di sini penting untuk menerapkan langkah-langkah pengamanan tambahan dan jika layanan tersebut mengimplementasikan sistem autentikasi dua faktor maka jauh lebih baik.

Selain itu, terlepas dari seberapa aman layanan yang digunakan, tidak akan pernah berlebihan dan tidak ada salahnya jika data yang tersimpan baik di dalam maupun di luar perusahaan dienkripsi sebagai pengamanan tambahan.

Dengan cara ini, jika terjadi insiden di mana peretas berhasil mendapatkan akses terhadap informasi ini, tidak mudah bagi mereka untuk membaca, sehingga meminimalkan dampak gangguan tersebut.

Faktor lain adalah bagaimana kita harus berhati-hati dalam memberikan akses. Kita tidak boleh sembarangan tentang siapa yang bisa mengakses informasi apa, dan apa yang bisa mereka lakukan dengan data tersebut.

Jika semua karyawan dibiarkan mengakses informasi rahasia, dan informasi itu kemudian dapat dibocorkan melalui cara lain, maka diperlukan cara praktis untuk menghadapinya.

Untuk menghindari hal itu, kita perlu mengadopsi aplikasi yang mencegah terjadinya kebocoran data, dengan menggunakan aplikasi yang dapat mendeteksi kapan pengguna mengakses jenis informasi rahasia tertentu atau saat dikirim ke luar perusahaan melalui cara yang ilegal.

GDPR

General Data Protection Regulation adalah peraaturan perlindungan data yang selama empat tahun digodok Uni Eropa salah satu tujuannya adalah memberikan orang lebih banyak kendali atas data pribadi mereka yang digunakan, mengingat banyak perusahaan seperti Facebook dan Google menukar akses terhadap data orang-orang untuk penggunaan layanan mereka.

Peraturan ini ternyata tidak hanya mengikat negara-negara dalam Uni Eropa dan Amerika, Tetapi juga bagi mereka yang terlibat bisnis dengan perusahaan di wilayah tersebut, maka kita perlu menyesuaikan sistem penyimpanan dan pengelolaan data menurut GDPR

Perusahaan yang mengelola layanan ini sadar akan kebutuhan untuk mematuhi semua persyaratan yang berkaitan dengan pengelolaan informasi yang disimpan oleh pengguna di server mereka. Untuk alasan ini, mereka tidak membuang waktu untuk menerapkan semua tindakan yang diperlukan agar selalu sejalan dengan aturan yang ada.

Sampai hari ini, Google dan Dropbox tidak hanya mematuhi peraturan yang diberlakukan oleh GDPR, namun juga dengan Privacy Shield, sebuah kesepakatan yang ditandatangani antara negara anggota UE dan Amerika Serikat.

Jadi kita bisa katakan bahwa menggunakan file sharing dan penyimpanan cloud terjamin aman selama mematuhi serangkaian norma dan peraturan internasional, dan kita sendiri juga menerapkan beberapa kebijakan keamanan tambahan.

Meskipun demikian, kita tidak boleh ceroboh dengan keamanan informasi yang tersimpan baik di dalam maupun di luar perusahaan kita, atau percaya bahwa itu adalah tanggung jawab orang lain. Kita perlu menerapkan semua langkah keamanan tambahan yang tersedia bagi kita seperti 2FA, enkripsi dan Data Leak Prevention untuk melindunginya dengan baik.

Tags: Antivirus ESET Antivirus Super Ringan Antivirus Terbaik BacaPikirshare ESET Macam Penyimpanan Data News prosperita Prosperita Proteksi Data Risiko Data Storage

Post navigation

Previous 2020 Tahun Penyalahgunaan Akses dan Kredensial
Next Tips Mengamankan Akun TikTok

artikel terkini

Saat Foto Menjadi Senjata Siber Saat Foto Menjadi Senjata Siber

Saat Foto Menjadi Senjata Siber

April 23, 2026
Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban

Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban

April 23, 2026
Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI

Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI

April 23, 2026
Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda

Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda

April 23, 2026
Serangan Siber yang Paling Konsisten Serangan Siber yang Paling Konsisten

Serangan Siber yang Paling Konsisten

April 22, 2026
Ribuan Bug Mengintai di Perangkat Serial-to-IP Ribuan Bug Mengintai di Perangkat Serial-to-IP

Ribuan Bug Mengintai di Perangkat Serial-to-IP

April 22, 2026
Phising iPhone Lewat Notifikasi Resmi Apple Phising iPhone Lewat Notifikasi Resmi Apple

Phising iPhone Lewat Notifikasi Resmi Apple

April 22, 2026
Membongkar Sisi Bisnis Geng Ransomware Membongkar Sisi Bisnis Geng Ransomware

Membongkar Sisi Bisnis Geng Ransomware

April 22, 2026

Lainnya

Saat Foto Menjadi Senjata Siber Saat Foto Menjadi Senjata Siber
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Saat Foto Menjadi Senjata Siber

April 23, 2026
Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban
3 min read
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban

April 23, 2026
Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI

April 23, 2026
Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda
5 min read
  • Mobile Security
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda

April 23, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.