Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Sektor Personal
  • Orangtua di Indonesia Malas Bahas Keamanan Siber dengan Anak
  • Sektor Personal

Orangtua di Indonesia Malas Bahas Keamanan Siber dengan Anak

3 min read

Credit image: Pixabay

Belum pulihnya dunia dari pandemi yang berkepanjangan, banyak hal mempengaruhi kehidupan masyarakat terutama bagi anak-anak yang masih terus terkukung oleh keadaan dan harus dibatasi aktivitasnya. Situasi ini mendorong anak lebih aktif menggunakan internet, baik untuk belajar, bermain atau tujuan lainnya. Meningkatnya keterlibatan anak di dunia maya juga membawa risiko tinggi atas keamanan mereka mulai dari pencurian identitas sampai predator seks.

Di Indonesia kejahatan siber pada anak juga marak terjadi, di tahun 2020 saja KPAI menerima 526 pengaduan kasus kejahatan anak di dunia maya dimana pornografi menempati urutan pertama sebagai laporan kasus terbanyak disusul korban kejahatan seksual, korban pornografi dan korban bullying mengikuti di belakangnya berturut-turut. Laporan semacam ini biasanya hanya sebagian kecil saja dari yang terlihat, karena biasanya sebagian besar orang enggan melaporkan karena malu.

Saat ini anak-anak merupakan generasi digital serta kelompok pengguna internet paling rentan. Dengan meningkatnya keterlibatan anak-anak di dunia internet, risiko potensi paparan mereka terhadap berbagai konten yang tidak pantas seksual, pornografi, kekerasan, manipulasi, pelecehan dan eksploitasi otomatis juga meningkat. Dalam hal ini, orangtua sebenarnya memegang peran utama di dalamnya karena anak adalah bagian tanggung jawab dari orangtua.

Baca juga: Gawat Orangtua Lebih Percaya Aplikasi Stalkerware daripada Parental Control

Survei ESET

Rawannya anak menjadi korban kejahatan siber merupakan keprihatinan kita bersama, sebagai bagian dari kepedulian, ESET melakukan riset di kawasan Asia Pasific termasuk Indonesia di dalamnya. Riset ini menyoroti bagaimana perilaku orangtua terhadap anak yang berkaitan dengan keamanan siber, untuk melihat adakah celah ditinggalkan yang menjadi jalan bagi penjahat siber untuk mengeksploitasi anak-anak.

Seperti yang terlihat dari data yang diperoleh melalui survei ESET, terungkap bahwa 95% responden yang merupakan orang tua dari Indonesia tidak pernah berbicara dengan anak-anak mereka tentang keamanan siber, dan angka ini tetap tinggi secara signifikan di kawasan ini, lebih dari tiga dari empat (77%) responden di seluruh APAC tidak pernah berbicara dengan anak-anak mereka tentang masalah ini.

Untuk memastikan bahwa anak di bawah umur dilindungi di dunia digital, orang tua harus memiliki andil dalam menunjukkan ancaman yang ditimbulkan oleh dunia online. 14% orang tua dari Indonesia juga mengatakan bahwa anak-anak mereka telah terpapar konten yang tidak pantas secara online.

Namun kabar baiknya, sebagian besar orang tua (95%) di Indonesia mengambil tindakan untuk memastikan keamanan online anak mereka. Metode populer termasuk membatasi jumlah waktu yang dihabiskan anak mereka untuk online (31%), menggunakan aplikasi parental control (26%), memeriksa aplikasi apa yang diinstal pada perangkat anak mereka (25%).

Baca juga: Bahaya Mengunduh Bagi Anak Orangtua Wajib Pahami Tips Ini


Orangtua di Indonesia sepertinya tipe sedikit bicara banyak bekerja, terlihat tidak peduli dengan tidak banyak bicara tentang keamanan siber terhadap-anak, tapi mereka lebih proaktif dalam mengambil tindakan preventif untuk melindungi anak-anaknya. Meski demikian, komunikasi tetap harus dibangun dengan anak, jangan sampai celah ini mempengaruhi keamanan siber anak saat mereka beraktivitas di dunia maya.

Baca juga: Bagaimana Orangtua Menghadapi Transisi Anak di Media Sosial

Kontrol privasi

Pastikan untuk membantu atau mengingatkan anak agar mengatur kontrol privasi di jejaring sosial mereka, termasuk juga konsol game yang mereka mainkan.

Internet penuh dengan penjahat dunia maya yang tidak bermoral yang melihat anak-anak sebagai sasaran empuk. Sebagai orang tua, sudah seharusnya memastikan anak-anak terlindungi saat mereka online. Selain menggunakan parental control dan memeriksa pengaturan privasi secara teratur, penting juga bagi orangtua untuk terus berkomunikasi dengan anak-anaknya tentang bahaya online.

Bicaralah dengan mereka dan sering-seringlah memeriksanya. Perhatikan bahasa tubuh mereka karena ini bisa memberi Anda petunjuk tentang hal-hal yang mungkin mereka sembunyikan. Biarkan mereka tahu bahwa mereka dapat datang kapan pun kepada orangtuanya, apa pun yang terjadi.

 

Baca lainnya: 

  • Anak Ingin Jadi YouTuber Ini yang Orangtua Harus Lakukan
  • Parental Control Bentuk Cinta Orangtua pada Anak
  • Tips Pendidikan Jarak Jauh untuk Pendidik dan Orangtua
  • Minggu Antibullying Peran Orangtua Melawan Perundungan
Tags: antivirus Andal Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Populer Antivirus Super Antivirus Super Ringan antivirus superb Antivirus Terbaik Antivirus Top ESET Keamanan Siber Anak News prosperita Parental Control Prosperita Riset di Indonesia Riset ESET Survei APAC ESET Survei Keamanan Siber Orangtua Survei Siber Orangtua Indonesia

Post navigation

Previous Meneropong Privasi Daring di Tahun 2022
Next Mengenal Serangan Magecart

artikel terkini

Kacamata Pintar Mengintai Rahasia Anda Kacamata Pintar Mengintai Rahasia Anda

Kacamata Pintar Mengintai Rahasia Anda

May 13, 2026
Magecart & GTM Ancaman Baru Belanja Daring Magecart & GTM Ancaman Baru Belanja Daring

Magecart & GTM Ancaman Baru Belanja Daring

May 13, 2026
GhostLock Kunci File Tanpa Ransomware GhostLock Kunci File Tanpa Ransomware

GhostLock Kunci File Tanpa Ransomware

May 13, 2026
Yang Membedakan Email Phising Yang Membedakan Email Phising

Yang Membedakan Email Phising

May 13, 2026
Situs JDownloader Disusupi Installer Palsu Situs JDownloader Disusupi Installer Palsu

Situs JDownloader Disusupi Installer Palsu

May 13, 2026
VoidStealer Curi Data Lewat Memori Browser VoidStealer Curi Data Lewat Memori Browser

VoidStealer Curi Data Lewat Memori Browser

May 12, 2026
Peretas Catut Nama OpenAI Curi Kredensial Peretas Catut Nama OpenAI Cur Kredensial

Peretas Catut Nama OpenAI Curi Kredensial

May 12, 2026
Dirty Frag Guncang Komunitas Linux Dirty Frag Guncang Komunitas Linux

Dirty Frag Guncang Komunitas Linux

May 12, 2026

Lainnya

Kacamata Pintar Mengintai Rahasia Anda Kacamata Pintar Mengintai Rahasia Anda
4 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Kacamata Pintar Mengintai Rahasia Anda

May 13, 2026
Magecart & GTM Ancaman Baru Belanja Daring Magecart & GTM Ancaman Baru Belanja Daring
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Magecart & GTM Ancaman Baru Belanja Daring

May 13, 2026
GhostLock Kunci File Tanpa Ransomware GhostLock Kunci File Tanpa Ransomware
3 min read
  • Sektor Bisnis

GhostLock Kunci File Tanpa Ransomware

May 13, 2026
Yang Membedakan Email Phising Yang Membedakan Email Phising
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Yang Membedakan Email Phising

May 13, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.