Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Sektor Bisnis
  • Karakteristik Penyebab Seseorang Korban Kejahatan Siber
  • Sektor Bisnis
  • Tips & Tricks

Karakteristik Penyebab Seseorang Korban Kejahatan Siber

4 min read

Credit image: Pixabay

Perilaku kita, kebiasaaan yang sering dilakukan sehari-hari saat berselancar atau daring di internet ternyata bisa menjadi penyebab serangan malware.

 

Dorongan belanja online, mengunduh musik, dan penggunaan email kompulsif adalah tanda-tanda kepribadian tertentu yang membuat seseorang menjadi korban kejahatan dunia maya yang melibatkan Trojan, virus, dan malware.

Orang-orang yang menunjukkan tanda-tanda kontrol diri rendah adalah orang-orang yang lebih rentan terhadap serangan malware. Karakteristik individu sangat penting dalam mempelajari bagaimana kejahatan dunia maya dapat bertahan, khususnya orang-orang yang impulsif, karena aktivitas yang mereka lakukan saat online memiliki dampak terbesar pada risiko mereka yang dihadapi.

Kontrol diri yang rendah muncul dalam banyak bentuk. Tipe orang semacam ini dapat terlihat dari bagaimana mereka berperilaku saat daring, mereka cenderung tidak berpikir dua kali, lalai dan abai. Ketidakmampuan mengontrol diri merupakan awal dari petaka.

Pengendalian diri adalah ide yang dipandang berat dalam kriminologi dalam kaitannya dengan melakukan kejahatan. Dari sini ditemukan korelasi antara kontrol diri yang rendah dan viktimisasi. Orang dengan sifat ini menempatkan diri mereka dalam situasi di mana mereka berada di dekat orang lain yang termotivasi untuk melanggar hukum.

Internet memiliki risiko di mana-mana,dalam ruang online ada kesempatan konstan bagi orang-orang dengan kontrol diri rendah untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan, apakah itu film bajakan atau penawaran barang-barang, di satu sisi peretas dan penjahat cyber tahu bahwa orang-orang dengan kontrol diri rendah adalah orang-orang yang akan menjelajahi internet untuk apa yang mereka inginkan atau pikir mereka inginkan yang adalah membuat mereka tahu situs, file atau metode apa yang harus dikuasai untuk melakukan eksploitasi.

Memahami sisi psikologis pengendalian diri dan jenis orang yang komputernya terinfeksi malware dan kemungkinan menyebarkannya ke orang lain sangat penting dalam memerangi kejahatan dunia maya. Apa yang dilakukan orang secara online dan faktor perilaku yang berperan sepenuhnya terkait dengan risiko.

Cybercrime mengacu pada aktivitas kriminal yang melibatkan perangkat jaringan, komputer, atau jaringan. Ini didefinisikan sebagai kejahatan di mana komputer menjadi objek kejahatan atau digunakan sebagai alat untuk melakukan pelanggaran.

Penjahat dunia maya dapat menggunakan teknologi komputer untuk mengakses rahasia perdagangan bisnis, informasi pribadi atau menggunakan internet untuk tujuan jahat.

Seringkali, penjahat siber menjalankan aktivitas mereka menggunakan malware dan beberapa jenis perangkat lunak lain, tetapi social engineering seringkali merupakan komponen penting untuk mengeksekusi sebagian besar jenis kejahatan dunia maya

Dan social engineering merupakan metode yang digunakan dengan mempengaruhi sisi psikologis pengguna komputer, mereka dengan kontrol diri cenderung lebih mudah untuk dimanipulasi dengan cara-cara persuasif.

Pencegahan akan selalu menjadi garis pertahanan terbaik terhadap penjahat siber. Seperti halnya kegiatan kriminal lainnya, mereka yang paling rentan cenderung menjadi sasaran pertama.

Idealnya untuk menghadapi kejahatan siber harus melibatkan pakar keamanan TI. Firma keamanan seperti ESET misalnya mempunyai berbagai produk solusi keamanan untuk segala kejahatan siber, tetapi juga selalu mendorong edukasi yang baik agar ada simbiosis yang membangun antara teknologi keamanan dan manusianya.

Teknologi keamanan yang baik mampu memahami perilaku penggunanya, misalnya DLP atau Data Leak Prevention seperti Safetica yang dimiliki ESET mampu mempelajari kebiasaan-kebiasaan tersebut sehingga dapat membuat analisa tentang apa yang mungkin terjadi.

Atau VIMANAMAIL, teknologi cloud email security yang bertugas di gateway untuk menyaring email berbahaya yang masuk, sehingga dapat melindungi penggunanya dari serangan siber yang diarahkan melalui email.

Seperti yang kita tahu, sebagian besar serangan malware dilakukan via email. Untuk menghadapi kontrol diri rendah yang dapat berisiko terhadap keamanan, ada dua tips untuk itu, sebagai berikut:

1. Pendidikan dan pelatihan

Perusahaan harus membuat kebijakan yaitu berupa edukasi dan pelatihan tentang bahaya siber, pelatihan bagaimana berselancar internet dengan sehat.

Semua karyawan harus memahami taktik peretasan yang paling umum, seperti phising, rekayasa sosial dan sebagainya. Pendidikan dan kesadaran keamanan siber yang baik akan banyak membantu melindungi perusahaan dari banyak jenis kejahatan dunia maya.

Sedang bagi mereka yang merupakan perorangan, harus memperbanyak literasi tentang keamanan siber, masalahnya seperti Indonesia misalnya yang diketahui memiliki literasi yang rendah dengan posisi nomer dua dari bawah tentu ini akan sangat meresahkan dan berbahaya.

Di sini harus menjadi peran pemerintah untuk mengambil tindakan edukasi secara nasional, dengan membuat program-program sadar keamanan siber atau membuat buku pedoman tentang keamanan siber untuk disebar di sekolah-sekolah, namun dapat juga diakses secara umum, hal ini dapat dilakukan melalui penyebaran soft copy buku panduan tersebut secara massal.

2. Pengamanan Komprehensif Aset Digital

Seperti dipaparkan di atas bahwa diperlukan teknologi keamanan yang dapat memberi banyak benefit dan berperan aktif dalam melindungi penggunanya.

Dengan berbagai jenis kejahatan siber yang sangat agresif dii dunia maya, baik perusahaan maupun pengguna individu mau tidak mau harus mengandalkan teknologi solusi keamanan untuk dapat mengatasi setiap serangan yang masuk. Beragamnya jenis serangan maka pengguna harus memiliki solusi di tiga titik, yaitu:

  1. Endpoint Security yaitu solusi yang mengamankan titik akhir (pengguna)
  2. Data Security yaitu teknologi keamanan yang berfungsi untuk melindungi data dari berbagai kemungkinan serangan siber bahkan bencana alam.
  3. Cloud Email Security, teknologi cloud dengan spesifikasi dikhususkan untuk memfilter setiap email yang masuk sebelum sampai ke internal sistem perusahaan.
  4. Network Security, ini merupakan teknologi canggih yang dapat mendeteksi setiap aktivitas yang terjadi di dalam jaringan, sehingga dengan sendirinya tidak ada satupun kejahatan yang bisa lolos dari solusi ini.

Dan ketiga jenis solusi tersebut semuanya dimiliki oleh ESET, sebagai firma keamanan yang berpengalaman dalam menghadapi kejahatan siber, ESET selalu memberikan berbagai solusi sesuai dengan kebutuhan.

Tags: Ancaman Siber Antivirus ESET Antivirus Super Ringan Antivirus Terbaik BacaPikirshare DLP ESET GreyCortex Kontrol Diri Lemah Network Security News prosperita Prosperita Psikologi Siber Safetica vimanamail

Post navigation

Previous Tips Melindungi Diri dari Penipuan Online
Next Sodinokibi, Ransomware Belis Paling Menakutkan

artikel terkini

Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun

Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun

July 10, 2026
Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi

Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi

July 10, 2026
Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI

Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI

July 10, 2026
Kualitas Email Phising Terus Meningkat Kualitas Email Phising Terus Meningkat

Kualitas Email Phising Terus Meningkat

July 10, 2026
IoT dan Risiko Siber IoT dan Risiko Siber

IoT dan Risiko Siber

July 9, 2026
FortiBleed Gerbang Baru Serangan Ransomware FortiBleed Gerbang Baru Serangan Ransomware

FortiBleed Gerbang Baru Serangan Ransomware

July 7, 2026
Update yang Berubah Menjadi Malware Update yang Berubah Menjadi Malware

Update yang Berubah Menjadi Malware

July 7, 2026
Kejahatan Siber Memasuki Era Baru Kejahatan Siber Memasuki Era Baru

Kejahatan Siber Memasuki Era Baru

July 3, 2026

Lainnya

Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun
4 min read
  • Ransomware

Ransomware Meningkat tetapi Pembayaran Tebusan Justru Menurun

July 10, 2026
Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Operasi Global Menargetkan Puluhan Ribu Organisasi

July 10, 2026
Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI
5 min read
  • Ransomware
  • Teknologi

Ransomware JadePuffer Era Ransomware AI

July 10, 2026
Kualitas Email Phising Terus Meningkat Kualitas Email Phising Terus Meningkat
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Kualitas Email Phising Terus Meningkat

July 10, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.