Bahaya Doomscrolling Bagi Keamanan Digital

Di masa lalu, orang mendapatkan dosis harian berita melalui radio dan TV. Saat ini, kebanyakan orang dapat mengakses berita kapan saja dan di mana saja di perangkat seluler, tablet, dan PC mereka. Berita-berita tersebut termasuk di antaranya berita negatif.

Dan pada umumnya orang menyukai berita semacam ini dan seakan “diprogram” untuk tidak berpaling, dan dengan mudah menyelami umpan negatif dan terus menggulir. sehingga sekarang ada istilah untuk menggambarkannya sebagai doomscrolling.

Baca juga: Orangtua Indonesia malas Bahas Keamanan Siber dengan Anak

Doomscrolling

Doomscrolling berarti secara aktif mencari dan memakan berita negatif. Wajar saja, kegiatan ini semakin meningkat dengan terjadinya peristiwa-peristiwa negatif dan destruktif di dunia. Dua tahun lalu, ESET melihat peningkatan doomscrolling dengan lonjakan kasus COVID-19 di seluruh dunia. Saat ini, meskipun kasus COVID-19 sedang menurun dan beberapa negara mengabaikan pembatasan, kita menghadapi ancaman lain, yang kemungkinan lebih besar daripada COVID-19.

Sejak awal perang di Ukraina, ESET telah melihat peningkatan dalam istilah seperti Ukraina, Perang Dunia III, Rusia, perang dan invasi yang ditanyakan di mesin pencari. Tidak hanya orang-orang yang menggunakan istilah ini lebih banyak, tetapi outlet media, baik online maupun cetak, juga ikut bermain menaikkan tren ini.

Jadi mengapa kita melakukan doomscroll? Ini bisa menjadi bentuk untuk mendapatkan kendali atas suatu situasi. Ketika orang merasa mereka tidak dapat mengubah situasi, mereka dapat menjadi cemas dan berusaha untuk berpegang teguh pada kendali kecil yang mungkin dimiliki. Meskipun jarang dapat mengontrol peristiwa dunia, kita dapat mengontrol konten apa yang kita konsumsi. Dan justru di situlah kita gagal saat melakukan doomscrolling.

Ini mungkin tampak tidak berbahaya, atau bahkan alami, tetapi juga bisa sangat merusak stabilitas emosi dan perkembangan intelektual. Membiarkan diri kita terpaku secara permanen pada layar bukanlah hal yang baik, terutama ketika konten yang kita konsumsi didominasi negatif. Doomscrolling juga dapat mengalihkan perhatian Anda dari aspek lain dalam hidup Anda, baik di rumah maupun di tempat kerja. Terakhir, Anda mungkin tidak secara eksplisit menyadari dampak negatif dari doomscrolling terhadap Anda.

Apa yang dapat Anda lakukan untuk mencegah diri Anda jatuh ke mulut buaya penjahat siber?

  • Satu hal yang dapat Anda lakukan saat ini adalah berhenti mengikuti feed berita yang memposting konten negatif, terutama di media sosial.
  • Luangkan waktu terbatas untuk mendidik diri sendiri tentang topik negatif. Cobalah untuk tetap mendapat informasi sambil tetap obyektif.
  • Fokus pada interaksi positif secara offline, misalnya dengan mengelilingi diri Anda dengan teman dan kolega yang Anda kenal dapat membawa hal baik ke dalam dunia Anda. Carilah hal-hal positif, baca atau tonton sesuatu yang positif, atau lakukan sesuatu yang Anda sukai.
  • Setiap kali Anda melihat diri akan kembali ke doomscrolling, cobalah menyibukkan diri dengan sesuatu yang lain. Cukup dengan meletakkan ponsel terkadang bisa membantu.
  • Gunakan monitor screentime untuk melacak berapa banyak waktu yang Anda habiskan di aplikasi.

Baca juga: Jangan Menomorduakan Keamanan Siber

Ancaman doomscrolling terhadap keamanan digital

Penjahat dunia maya pandai memperkirakan perilaku online orang. Mereka tahu bahwa di saat-saat sulit untuk diri kita sendiri atau orang lain, kita cenderung melakukan kesalahan dan mengelilingi diri kita dengan konten negatif.

Lalu menawarkan tautan berbahaya ke pos negatif berikutnya secara berurutan. Tautan berbahaya dapat mengarah ke penawaran penipuan, pengunduhan malware, atau halaman login palsu yang mencoba mencuri kredensial akun. Ini juga bisa menjadi langkah pertama untuk menjadi korban serangan ransomware, sebuah perjalanan yang sering dimulai dengan mengklik tautan berbahaya tanpa berpikir sebelumnya.

Logika inilah yang terungkap dalam beberapa penelitian ESET seputar penipuan COVID-19. Hingga saat ini dan varian omicron, faktor sosial dan psikologis yang terkait dengan ketakutan dan keserakahan telah dimanfaatkan oleh penjahat untuk penipuan phising, ransomware, menargetkan otoritas kesehatan nasional, vaksin dan sertifikat palsu, serta tes palsu atau di bawah standar, alat pelindung diri palsu, dan pencurian data pribadi dan keuangan.

Untuk melindungi diri dari bahaya dunia online, pertimbangkan untuk menggunakan perangkat lunak keamanan berkualitas, seperti ESET Internet Security. ESET Internet Security adalah solusi keamanan lengkap yang menggabungkan perlindungan maksimum dan jejak sistem minimal.

Anda akan terlindungi dari berbagai ancaman yang mengintai di dunia digital. Selain itu, Anda dapat memastikan bahwa perbankan dan belanja online selalu aman dengan menggunakan Banking & Payment Protection, yang meluncurkan browser aman untuk mencegah peretas merekam penekanan tombol dan mencuri kata sandi.

ESET Internet Security dirancang khusus untuk melindungi jaringan dan perangkat rumah. Membeli lisensi produk memungkinkan untuk mengunduh dan mengaktifkan perlindungan untuk perangkat Windows, macOS, dan Android, sehingga dapat menikmati rasa aman untuk semua perangkat Anda setiap saat.

 

Baca lainnya: