Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber
  • Teknologi

Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber

4 min read
Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber

Image credit: Magnific

Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber – Web Application Firewall (WAF) adalah sistem keamanan yang dirancang khusus untuk memantau, memfilter, dan memblokir lalu lintas HTTP/HTTPS dari dan ke aplikasi web atau API.

Berbeda dengan firewall jaringan konvensional, WAF beroperasi di Layer 7 (Application Layer) pada model OSI. Hal ini memungkinkannya untuk memeriksa isi muatan data (payload) dari setiap permintaan (request) HTTP secara mendalam untuk mendeteksi ancaman spesifik yang sering kali lolos dari pemeriksaan firewall biasa.

Cara Kerja WAF

WAF umumnya bertindak sebagai Reverse Proxy, berdiri di antara pengguna (client) dan server origin. Setiap request yang dikirimkan oleh pengguna akan diperiksa oleh WAF terlebih dahulu sebelum diteruskan ke server aplikasi.

WAF memproses traffic menggunakan tiga model kebijakan (security model):

  • Blacklisting (Negative Security Model): Hanya memblokir request yang mencocokkan pola ancaman atau tanda serangan (signatures) yang sudah dikenal, seperti perintah SQL injection.
  • Whitelisting (Positive Security Model): Secara default menolak semua lalu lintas, dan hanya mengizinkan request yang secara eksplisit didefinisikan aman (misalnya berdasarkan struktur URL, parameter, atau daftar IP tepercaya).
  • Hybrid Security Model: Menggabungkan analisis signature (blacklisting) dan validasi lalu lintas tepercaya (whitelisting) untuk proteksi yang optimal.

Baca juga: Titik Buta Ketika EDR Menjadi Target

Jenis Ancaman yang Diblokir oleh WAF

WAF dirancang untuk memitigasi berbagai kerentanan aplikasi web, termasuk daftar OWASP Top 10, di antaranya:

  • SQL Injection (SQLi): Upaya menyuntikkan perintah SQL berbahaya ke formulir atau parameter URL untuk mengakses database tanpa izin.
  • Cross-Site Scripting (XSS): Menyuntikkan skrip berbahaya (misalnya JavaScript) ke sisi klien untuk mencuri sesi login atau data cookie.
  • Cross-Site Request Forgery (CSRF): Memaksa pengguna terautentikasi untuk mengeksekusi perintah yang tidak diinginkan pada aplikasi.
  • Remote File Inclusion (RFI) / Local File Inclusion (LFI): Mengeksploitasi mekanisme pemanggilan berkas untuk menjalankan code execution atau membaca file sensitif server.
  • Layer 7 DDoS & HTTP Flood: Serangan yang membanjiri server dengan ribuan request HTTP palsu untuk membuat aplikasi kelaparan sumber daya (resource exhaustion).
  • Automated Bots & Scraping: Mencegah bot jahat melakukan pencurian konten, credential stuffing, atau pemindaian celah keamanan.

Jenis-Jenis WAF

Berikut adalah beberapa jenis Web Application Firewall:

  • WAF berbasis jaringan: Dipasang secara lokal (on-premise) untuk mengurangi latensi atau jeda waktu.
  • WAF berbasis host: Menyatu langsung di dalam perangkat lunak aplikasi.
  • WAF berbasis cloud: Layanan luar jaringan seperti Cloudflare WAF yang mudah diatur lewat perubahan DN

Lapisan Tambahan Keamanan Siber

Web Application Firewall juga dapat memberikan lapisan pertahanan tambahan terhadap serangan terhadap aplikasi e-commerce. Ini menilik dari kasus Magento dan Adobe Commerce.

WAF dapat membantu mendeteksi pola permintaan berbahaya sebelum mencapai aplikasi. Dalam kasus CVE-2026-71362, laporan keamanan siber bahwa Shield WAF mereka telah memblokir percobaan eksploitasi menunjukkan bagaimana kontrol pada lapisan aplikasi dapat membantu mengurangi risiko ketika patch belum dapat langsung diterapkan.

Namun WAF bukan pengganti patch. 

Konfigurasi WAF dapat berubah, pola serangan dapat dimodifikasi, dan serangan baru mungkin tidak cocok dengan signature yang tersedia.

Karena itu, pendekatan yang lebih tepat adalah: Patch sebagai perbaikan utama, WAF sebagai lapisan pertahanan tambahan.

Baca juga: Memenangkan Balapan Melawan AI Siber

Jangan Lupakan Extension

Salah satu karakteristik penting ekosistem Magento adalah keberadaan extension pihak ketiga.

Extension dapat menambahkan berbagai fungsi yang tidak tersedia dalam instalasi dasar. Namun, setiap extension juga memperluas attack surface.

Pada 2026, peneliti telah melaporkan sejumlah kerentanan serius pada extension Magento, termasuk kerentanan yang memungkinkan unauthenticated file upload maupun remote code execution.

Kemudian pada Juni 2026, misalnya, Peneliti mengungkap kerentanan kritis pada Mirasvit Cache Warmer yang dapat dieksploitasi tanpa autentikasi dan berpotensi menghasilkan remote code execution.

Karena itu, administrator tidak cukup hanya memperbarui Magento atau Adobe Commerce core.

Extension juga harus:

  • Dipantau versinya.
  • Diperbarui ketika vendor merilis patch.
  • Dihapus apabila sudah tidak diperlukan.
  • Diperoleh hanya dari sumber terpercaya dan.
  • Dievaluasi dari sisi keamanan sebelum digunakan di lingkungan produksi.

Tidak Boleh Menunggu Sampai Diserang

CVE-2026-71362 memberikan satu pelajaran penting bagi pengelola toko online: kerentanan pada mekanisme otorisasi dapat sama berbahayanya dengan kerentanan yang memungkinkan eksekusi kode.

Tidak semua serangan harus dimulai dengan malware atau remote code execution.

Kadang-kadang, masalahnya lebih sederhana tetapi dampaknya tetap serius: aplikasi gagal memastikan bahwa pengguna hanya dapat mengakses data yang memang menjadi haknya.

Dalam lingkungan e-commerce, kegagalan tersebut dapat berubah menjadi account takeover, pencurian data pelanggan, penipuan, hingga kerugian reputasi.

Karena itu, administrator Magento dan Adobe Commerce sebaiknya tidak menunggu munculnya laporan korban dalam jumlah besar sebelum bertindak.

Pembaruan keamanan perlu diterapkan sesegera mungkin pada sistem yang terdampak. Setelah itu, administrator perlu melakukan pemeriksaan terhadap log dan aktivitas sistem untuk memastikan tidak ada indikasi kompromi yang terjadi sebelum patch diterapkan.

Yang juga tidak kalah penting adalah membangun proses vulnerability management yang berkelanjutan.

Kerentanan baru akan terus ditemukan. Extension baru akan terus dipasang. Infrastruktur akan terus berubah. Karena itu, keamanan toko online tidak dapat bergantung pada satu kali aktivitas patching.

Baca juga: Berpacu dengan Infiltrasi Hitungan Menit

Menjaga Kepercayaan di Balik Transaksi Digital

Toko online pada dasarnya bukan hanya sebuah website. Di belakangnya terdapat identitas pelanggan, transaksi, sistem pembayaran, data pengiriman, kredensial, integrasi dengan pihak ketiga, dan berbagai proses bisnis yang saling terhubung.

Ketika sebuah kerentanan memungkinkan penyerang berpindah dari pengguna anonim menjadi pemilik sesi pelanggan lain, batas kepercayaan tersebut ikut runtuh.

CVE-2026-71362 menjadi pengingat bahwa authorization merupakan fondasi penting dalam keamanan aplikasi. Sistem harus selalu memverifikasi bukan hanya apakah seseorang telah berhasil masuk, tetapi juga apakah orang tersebut memang berhak mengakses sumber daya yang dimintanya.

Bagi pengelola e-commerce, pesan akhirnya sederhana: jangan menunggu sampai akun pelanggan diambil alih untuk mulai memperhatikan keamanan sesi.

Perbarui platform, periksa extension, pantau aktivitas, gunakan pertahanan berlapis, dan selalu anggap bahwa kerentanan yang baru diumumkan dapat segera menjadi target serangan.

Dalam dunia e-commerce, menjaga keamanan bukan hanya berarti melindungi server. Menjaga keamanan berarti menjaga kepercayaan pelanggan.

 

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Evolusi Teknologi Email Phising
  • Bahaya Driver Rentan Qilin
  • 10 Serangan Injeksi Paling Berbahaya di 2026
  • Penipuan QR Code Surat Tilang
  • Menghadapi Ancaman Siber Tingkat Tinggi
  • Waspada Software Palsu Target Pengguna Indonesia
  • AI Beri Kekuatan Super Metode Penipuan Lama
  • Stop Spam di Router
  • Ancaman Pemerasan Digital di Era Kecerdasan Buatan (AI)
  • DeepLoad Malware AI Nir-Lelah

 

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

 

 

 

Post navigation

Previous Ancaman Pengambilalihan Akun Magento dan Adobe Commerce

artikel terkini

Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber

Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber

August 20, 2026
Ancaman Pengambilalihan Akun Magento dan Adobe Commerce Ancaman Pengambilalihan Akun Magento dan Adobe Commerce

Ancaman Pengambilalihan Akun Magento dan Adobe Commerce

August 19, 2026
Email Phising Tidak Selalu Terlihat Seperti Phising Email Phising Tidak Selalu Terlihat Seperti Phising

Email Phising Tidak Selalu Terlihat Seperti Phising

August 19, 2026
Saat QR Code Menjadi Perangkap Siber Saat QR Code Menjadi Perangkap Siber

Saat QR Code Menjadi Perangkap Siber

August 18, 2026
Ketika AI Menjadi Penyerang Siber Ketika AI Menjadi Penyerang Siber

Ketika AI Menjadi Penyerang Siber

August 18, 2026
Jangan Asal Unduh: Software Palsu Bisa Jadi Pintu Masuk Malware Jangan Asal Unduh Software Palsu Bisa Jadi Pintu Masuk Malware

Jangan Asal Unduh: Software Palsu Bisa Jadi Pintu Masuk Malware

August 18, 2026
Ratusan Ekstensi VPN Palsu Mengintai Pengguna Chrome Ratusan Ekstensi VPN Palsu Mengintai Pengguna Chrome

Ratusan Ekstensi VPN Palsu Mengintai Pengguna Chrome

August 14, 2026
NFC dan Ancaman Baru NFC dan Ancaman Baru

NFC dan Ancaman Baru

August 14, 2026

Lainnya

Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber
4 min read
  • Teknologi

Mengenal WAF Lapisan Tambahan Keamanan Siber

August 20, 2026
Ancaman Pengambilalihan Akun Magento dan Adobe Commerce Ancaman Pengambilalihan Akun Magento dan Adobe Commerce
6 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Ancaman Pengambilalihan Akun Magento dan Adobe Commerce

August 19, 2026
Email Phising Tidak Selalu Terlihat Seperti Phising Email Phising Tidak Selalu Terlihat Seperti Phising
7 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Email Phising Tidak Selalu Terlihat Seperti Phising

August 19, 2026
Saat QR Code Menjadi Perangkap Siber Saat QR Code Menjadi Perangkap Siber
5 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

Saat QR Code Menjadi Perangkap Siber

August 18, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.