Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • 15 Celah Keamanan TP-Link
  • Teknologi

15 Celah Keamanan TP-Link

3 min read
15 Celah Keamanan TP-Link

Image credit: magnific

15 Celah Keamanan TP-Link – Para peneliti keamanan siber baru-baru ini mengungkap 15 kerentanan pada teknologi jaringan TP-Link. Temuan ini mendorong komunitas keamanan untuk meninjau ulang kepercayaan penuh organisasi terhadap sistem Zero-Touch Provisioning (ZTP).

TP-Link merupakan salah satu produsen perangkat edge terbesar di dunia, dengan klaim pengguna mencapai 1,7 miliar orang di lebih dari 170 negara dan menguasai sekitar 15% hingga 45% pangsa pasar global untuk teknologi Wireless Local Area Network (WLAN).

Para peneliti menggarisbawahi bahwa ancaman utama tidak hanya terletak pada perangkat fisik, melainkan pada proses otomatisasi pemasangan dan konfigurasi perangkat baru yang dikenal sebagai ZTP.

ZTP tidak secara langsung memperluas area serangan, tetapi dalam praktiknya dapat meningkatkan risiko secara signifikan dengan menggabungkan banyak keputusan kepercayaan mandiri menjadi satu alur provisi otomatis.

Hal ini menciptakan titik kompromi bernilai tinggi, di mana rantai kelemahan dapat memicu infiltrasi jaringan atau rantai pasokan skala besar.

Kemudahan vs Risiko Keamanan

Menyiapkan perangkat jaringan secara manual di banyak cabang organisasi merupakan pekerjaan yang rumit dan menyita waktu. Solusi untuk efisiensi ini adalah Zero-Touch Provisioning (ZTP).

Melalui ZTP, administrator jaringan dapat menggunakan satu server provisi terpusat untuk mengonfigurasi banyak perangkat baru secara otomatis tanpa perlu melakukan pengaturan manual satu per satu di lokasi.

Meskipun kepraktisannya mendorong adopsi yang sangat pesat di industri, riset Forescout menunjukkan bahwa penerapan ZTP yang tidak aman dapat memaparkan organisasi pada berbagai risiko siber:

  • Penggunaan protokol yang tidak aman.
  • Penggunaan kunci rahasia bersama (shared secrets).
  • Server provisi yang menjadi titik kegagalan tunggal (single point of failure).
  • Jalur serangan yang memanfaatkan perangkat yang terlalu dipercaya (overly trusted devices).

Baca juga: Shadow AI Ancam Keamanan Perusahaan

Analisis 15 Kerentanan 

Kerentanan yang ditemukan pada ekosistem Omada sebagian besar berada pada tingkat keparahan sedang hingga tinggi (Medium to High) berdasarkan kriteria Common Vulnerability Scoring System (CVSS). Secara garis besar, kerentanan tersebut dikelompokkan ke dalam empat kategori:

  • Pengambilalihan dan Pemalsuan Perangkat (Device Hijacking & Spoofing)
  • Eksekusi Kode di Sisi Klien (Client-side Code Execution)
  • Kebocoran Informasi Sensitif (Disclosure of Sensitive Information)
  • Kompromi Enkripsi dan Rantai Kepercayaan (Encryption & Chain of Trust Compromises)

Skenario Serangan Eksternal dan Internal

Penyerang eksternal yang tidak terautentikasi dapat memanfaatkan pola nomor seri perangkat TP-Link yang bersifat berurutan (sequential) untuk memalsukan identitas perangkat yang akan dihubungkan ke sistem Omada.

Penyerang dapat mengeksploitasi race condition untuk terhubung ke jaringan cloud sebelum perangkat asli masuk, lalu melakukan otentikasi menggunakan kredensial bawaan (default) seperti username admin dan password admin.

Setelah berhasil masuk, penyerang dapat memperoleh data konfigurasi teks polos (cleartext), yang kemudian dapat digunakan untuk pergerakan lateral (lateral movement) atau melancarkan aksi phishing ke administrator jaringan untuk menguasai seluruh pengontrol sistem (controller).

Untuk penyerang yang sudah berada di dalam jaringan internal, gabungan kerentanan ini dapat dimanfaatkan untuk:

  • Menyuruh peretasan sebagai perangkat klien atau pengontrol jaringan.
  • Mengeksekusi kode jarak jauh (Remote Code Execution/RCE) dengan hak akses root.
  • Mengendalikan lalu lintas data yang keluar-masuk gateway publik melalui serangan Man-in-the-Middle (MiTM).

Riset ini juga menemukan bahwa sistem manajemen video (surveillance camera) TP-Link berbagi elemen infrastruktur dan protokol yang sama, sehingga dapat dieksploitasi dengan cara serupa untuk mencegat dan memanipulasi rekaman video.

  • h peretasan sebagai perangkat klien atau pengontrol jaringan.
  • Mengeksekusi kode jarak jauh (Remote Code Execution/RCE) dengan hak akses root.
  • Mengendalikan lalu lintas data yang keluar-masuk gateway publik melalui serangan Man-in-the-

Karena beberapa kerentanan berkaitan dengan keputusan desain inti pada protokol dasar Omada, perbaikan menyeluruh membutuhkan waktu lebih dari satu tahun sejak laporan pertama diserahkan kepada pihak vendor.

Baca juga: Kartelisasi Hacker

Dari ZTP Menjadi Zero-Trust Provisioning

Forescout tidak menganggap ZTP sebagai teknologi yang buruk, melainkan menegaskan bahwa penerapannya tidak boleh dilakukan secara gegabah tanpa perhitungan keamanan.

Kesalahan paling umum yang dilakukan organisasi adalah menganggap bahwa teknologi ZTP pasti aman secara bawaan. Peneliti menyarankan agar istilah ZTP diartikan dan diperlakukan sebagai “Zero-Trust Provisioning”.

ZTP tetap memberikan manfaat nyata dalam mengurangi pekerjaan manual dan mempercepat penyebaran perangkat.

Namun, manfaat tersebut sangat bergantung pada implementasi yang kuat, segmentasi jaringan yang ketat, pengelolaan kunci rahasia yang disiplin, serta pemodelan ancaman (threat modeling) yang berkelanjutan.

 

 

 

 

 

Baca juga: 

  • Tanda-Tanda Akun Facebook Anda Telah Diretas
  • 6 Risiko Tersembunyi Password Manager
  • AI Ubah Phising Jadi Spear Phising Massal
  • Risiko Fans K-Pop Serangan Malware KakaoTalk
  • Hacker Pakai Nama IndonesianFoods untuk Scam
  • Phising AI Canggih Quantum Route Redirect
  • RAT Baru Gunakan Trik SMS Curi Data
  • Serangan Water Saci Trojan Baru di WhatsApp
  • Skema Phising Canggih Targetkan Hotel dan Pelanggan

 

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

 

 

Post navigation

Previous Dilema CISO: Anggaran vs Keamanan Siber
Next Badai Phising Global: Kit AiTM Incar Microsoft 365

artikel terkini

Badai Phising Global: Kit AiTM Incar Microsoft 365 Badai Phising Global: Kit AiTM Incar Microsoft 365

Badai Phising Global: Kit AiTM Incar Microsoft 365

August 7, 2026
15 Celah Keamanan TP-Link 15 Celah Keamanan TP-Link

15 Celah Keamanan TP-Link

August 7, 2026
Dilema CISO: Anggaran vs Keamanan Siber Dilema CISO: Anggaran vs Keamanan Siber

Dilema CISO: Anggaran vs Keamanan Siber

August 7, 2026
Saat Asisten AI Menjadi Mata-Mata Rapat Anda Saat Asisten AI Menjadi Mata-Mata Rapat Anda

Saat Asisten AI Menjadi Mata-Mata Rapat Anda

August 6, 2026
Satu Server Ribuan Korban Satu Server Ribuan Korban

Satu Server Ribuan Korban

August 6, 2026
Celah Supply Chain QuickFox Sebarkan Malware Celah Supply Chain QuickFox Sebarkan Malware

Celah Supply Chain QuickFox Sebarkan Malware

August 6, 2026
Email Phising Menyamar Balasan Email Phising Menyamar Balasan

Email Phising Menyamar Balasan

August 6, 2026
Popularitas Giring Malware Incar Roblox Popularitas Giring Malware Incar Roblox

Popularitas Giring Malware Incar Roblox

August 5, 2026

Lainnya

Badai Phising Global: Kit AiTM Incar Microsoft 365 Badai Phising Global: Kit AiTM Incar Microsoft 365
5 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Badai Phising Global: Kit AiTM Incar Microsoft 365

August 7, 2026
15 Celah Keamanan TP-Link 15 Celah Keamanan TP-Link
3 min read
  • Teknologi

15 Celah Keamanan TP-Link

August 7, 2026
Dilema CISO: Anggaran vs Keamanan Siber Dilema CISO: Anggaran vs Keamanan Siber
5 min read
  • Sektor Bisnis

Dilema CISO: Anggaran vs Keamanan Siber

August 7, 2026
Saat Asisten AI Menjadi Mata-Mata Rapat Anda Saat Asisten AI Menjadi Mata-Mata Rapat Anda
4 min read
  • Mobile Security
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Saat Asisten AI Menjadi Mata-Mata Rapat Anda

August 6, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.