Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • ESET KELUARKAN DECRYPTOR RANSOMWARE AES-NI
  • Teknologi

ESET KELUARKAN DECRYPTOR RANSOMWARE AES-NI

2 min read

Credit image: Pixabay

Versi pertama Ransomware AES-NI, dikenali sebagai Win32/Filecoder.AESNI.A, dikenal dunia pada Desember 2016. Untungnya, untuk varian ini beberapa kunci utama dekripsinya sudah disebarkan secara umum. Kemudian, pengembang Ransomware AES-NI merilis varian kedua Win32/Filecoder.AESNI.B dan varian ketiga yang didetesi ESET sebagai Win32/Filecoder.AESNI.C.

Meskipun tidak semasif WannaCry, Ransomware AES-NI termasuk salah satu yang ditakuti di dunia digital. Peneliti ESET yang baru saja selesai menggarap decryptor untuk Ransowmare Crysis tidak tinggal diam, dibuatlah anti tesis AES-NI, sebuah decryptor baru untuk memulihkan file terinfeksi.

Ransomware AES-NI B dan AES-NI C berhasil ditaklukan tak lama setelah master key untuk Ransomware AES-NI dipublikasikan. Berdasarkan hal tersebut, peneliti ESET menyusun formula yang membuahkan alat dekripsi sebagai antidot AES-NI.

Tool besutan ESET berfungsi mendekripsi setiap file yang dienkripsi oleh kunci RSA offline yang digunakan oleh ransomware, sehingga semua file yang memiliki ekstensi tambahan .aes256, .aes_ni, dan .aes_ni_0day dapat dipulihkan kembali seperti sediakala. Begitu pun file yang terinfeksi oleh AES-NI varian C dengan ekstensi .~xdata~.

Menurut Director Marketing PT Prosperita – ESET Indonesia Chrissie Maryanto terkait peluncuran decryptor AES-NI mengatakan: “Decryptor AES-NI merupakan sumbangsih para peneliti ESET terhadap dunia digital, bagi korban yang masih memiliki file terenkripsi oleh ransomware AES-NI sekarang dapat mengunduh decryptor AES-NI dari halaman utilities ESET. Dan sebagai informasi tambahan tentang cara penggunaan untuk tool decryptor ini, pengguna dapat melihat panduannya di ESET Knowledge Base dengan alamat http://kb.eset.co.id/index.php?solution_id=1267.”

Cerita menarik dibalik Ransomware AES-NI, pihak pengembang mengaku jika source code mereka telah dicuri awal tahun ini, kemudian dikembangkan oleh peretas lain dan didistribusikan secara bebas.

Yang menjadi masalah adalah penyebaran malware ini dilepas di Rusia dan negara pecahannya, sementara pengembang aslinya melarang keras peredaran ransomware di sana.

Karena ini merupakan taktik umum bagi pengembang ransomware asal Rusia agar terhindar tuntutan hukum dari pemerintah mereka.

Berikut daftar extensions ransomware AES-NI yang dapat didecrypt:

  • .aes256
  • .lock
  • .aes_ni_0day
  • .aes_ni
  • .decrypr_helper@freemail_hu
  • .~xdata~

Manual dekripsi dapat dilihat di http://kb.eset.co.id/index.php?solution_id=1267
“Saat ini ESET sendiri sudah melengkapi solusinya dengan Anti-Ransomware sebagai tindakan preventif. User hanya perlu mengaktifkan fitur Anti-Ransomware,” tutup Chrissie.

Post navigation

Previous ESET RILIS DECRYPTOR CRYSIS .WALLET DAN .ONION
Next Ransomware Android Diam-diam Menyelinap

artikel terkini

Trik Baru Phising Tanpa Tanda Bahaya Klasik Trik Baru Phising Tanpa Tanda Bahaya Klasik

Trik Baru Phising Tanpa Tanda Bahaya Klasik

September 30, 2026
Mengenal Supabase dan Risiko Keamanan Datanya Mengenal Supabase dan Risiko Keamanan Datanya

Mengenal Supabase dan Risiko Keamanan Datanya

September 30, 2026
Fenomena LLMjacking dan Risiko Keamanan Akun AI Fenomena LLMjacking dan Risiko Keamanan Akun AI

Fenomena LLMjacking dan Risiko Keamanan Akun AI

September 30, 2026
Teknik DLL Sideloading di Balik Ancaman NeedyMantis Teknik DLL Sideloading di Balik Ancaman NeedyMantis

Teknik DLL Sideloading di Balik Ancaman NeedyMantis

September 30, 2026
Sisi Gelap Vibe Coding dan Ancaman Privasi Pengguna Sisi Gelap Vibe Coding dan Ancaman Privasi Pengguna

Sisi Gelap Vibe Coding dan Ancaman Privasi Pengguna

September 29, 2026
Modus Infostealer Lunex yang Lumpuhkan EDR Modus Infostealer Lunex yang Lumpuhkan EDR

Modus Infostealer Lunex yang Lumpuhkan EDR

September 29, 2026
PeopleSoft Disalahgunakan untuk Sebar Web Shell PeopleSoft Disalahgunakan untuk Sebar Web Shell

PeopleSoft Disalahgunakan untuk Sebar Web Shell

September 29, 2026
Kredensial Korban Dicuri Lewat Dokumen Palsu Kredensial Korban Dicuri Lewat Dokumen Palsu

Kredensial Korban Dicuri Lewat Dokumen Palsu

September 29, 2026

Lainnya

Trik Baru Phising Tanpa Tanda Bahaya Klasik Trik Baru Phising Tanpa Tanda Bahaya Klasik
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Trik Baru Phising Tanpa Tanda Bahaya Klasik

September 30, 2026
Mengenal Supabase dan Risiko Keamanan Datanya Mengenal Supabase dan Risiko Keamanan Datanya
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Mengenal Supabase dan Risiko Keamanan Datanya

September 30, 2026
Fenomena LLMjacking dan Risiko Keamanan Akun AI Fenomena LLMjacking dan Risiko Keamanan Akun AI
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Fenomena LLMjacking dan Risiko Keamanan Akun AI

September 30, 2026
Teknik DLL Sideloading di Balik Ancaman NeedyMantis Teknik DLL Sideloading di Balik Ancaman NeedyMantis
4 min read
  • Sektor Bisnis

Teknik DLL Sideloading di Balik Ancaman NeedyMantis

September 30, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.