Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • CENGKERAMAN CYBERCRIME di SISTEM OPERASI ANDROID
  • Teknologi

CENGKERAMAN CYBERCRIME di SISTEM OPERASI ANDROID

3 min read
Phising dan Taktik

Credit image: Freepix

Tidak diragukan lagi, Android kini sudah menjadi sistem operasi perangkat mobile yang paling banyak digunakan. International Data Corporation (IDC) melaporkan, hingga kuartal satu 2013 Android menguasai 75% market share sistem operasi smartphone dunia, naik 79,5% dari tahun 2012.

Perangkat mobile telah menggeser perilaku user, faktanya banyak user yang menggunakan perangkat Android tidak lagi sekedar untuk berkomunikasi, tetapi juga untuk mendukung aktivitas pekerjaan dan gaya hidup.

Pemanfaatan perangkat Android menjadi alat bantu dalam pekerjaan, membuat perangkat tersebut akhirnya tidak cuma terisi data nomor telepon, tetapi juga, kontak lain seperti WhatsApp, email, history percakapan pesan singkat, juga mailbox.

Top10Smartphone Usage

Ada pula yang menggunakan perangkat Android untuk menyimpan file pekerjaan termasuk dokumen, materi presentasi, dan gambar. Singkat kata, kini perangkat mobile menjadi storage data bergerak bahkan media untuk transaksi keuangan sehingga menjadi target yang seksi untuk diserang penjahat dunia maya.

Di Indonesia, Android juga mengalami peningkatan signifikan karena harga perangkat Android semakin terjangkau. Meskipun demikian, banyak pengamat menilai sistem keamanan pada Android memiliki banyak celah sehingga sangat mudah terekspos oleh ancaman malware. Belum lagi menyebut seringnya pengguna kehilangan handphone.

Pengguna kurang menyadari pentingnya keamanan
Hal lain yang memperburuk keadaan adalah perilaku keamanan dari user sendiri. Laporan dari survey yang dilakukan Juniper Network mencatat, hanya 15% pengguna yang yakin dengan keamanan pada perangkatnya. Keyakinan tersebut bisa didorong karena aplikasi keamanan yang sudah terinstall pada handset.

Karena itu dapat disimpulkan baru sebagian kecil saja user yang menyadari pentingnya keamanan data pada perangkat mobile Androidnya. Dari sisi social engineering, pergeseran tersebut menjadi celah untuk dimanfaatkan pelaku kejahatan internet, terutama yang berhubungan dengan situs berbasis membership seperti jejaring sosial, game online, dan penyedia layanan pembayaran online.

Data berikut ini menunjukkan mayoritas pengguna ponsel masih belum sadar akan bahaya kejahatan pencurian data penting yang tersimpan di perangkat Android dan sejauh mana user mengamankan perangkatnya.

 Smartphone-Owners-and-security1

 Anatomi Keamanan Android
Tidak mudah untuk mengukur prevalensi infeksi malware pada pengguna Android Indonesia karena minimnya laporan detail tentang infeksi malware. Umumnya perilaku yang berhubungan dengan keamanan baru berubah setelah user mengalami kejadian seperti perangkatnya terkena terinfeksi malware, data terhapus, atau yang lainnya.

Pada sisi lain, ada pihak tertentu yang tertarik dengan ramainya pengguna sistem operasi Android. Kombinasi celah keamanan yang relatif lemah, pergeseran pola penggunaan perangkat dan perilaku yang cenderung mengesampingkan aspek keamanan menjadikan Android semakin rawan.

Faktanya, menurut laporan yang dilansir Juniper Network, sampai dengan Maret 2013, prevalensi serangan ke Android mencapai angka 92%.

Menyinggung tentang volume serangan, ESET Antivirus mengungkapkan peningkatan volume serangan ke sistem operasi Android hingga kuartal dua 2013 terjadi secara konstan dan berbanding terbalik dengan serangan yang ditujukan ke sistem operasi Windows.

Sasaran, target dan modus pelaku dalam melancarkan aksi juga tidak sesederhana sebelumnya. Dengan alur yang lebih kompleks, pelaku umumnya mencari ‘keramaian’ dan potensi keuntungan finansial, meski tidak secara langsung.

InfectRateChart-Q2-2013

Pengamanan Android
Di semua sistem keamanan dan prosedur pelaksanaan sebuah sistem yang ada, masih terdapat faktor lain yang memegang peranan sangat penting yaitu user itu sendiri. Pada banyak kasus, faktor manusia menjadi rantai paling lemah dalam sebuah sistem sekaligus pegang peranan.

Celah kelemahan itulah yang banyak dimanfaatkan untuk memperoleh apa yang diinginkan oleh pelaku cybercrime. Melengkapi perangkat Android kita dengan perangkat solusi keamanan belumlah cukup, user juga harus menggunakan akal sehat, disinilah perilaku user dalam berinternet termasuk berjejaring sosial, dan game online dengan menggunakan perangkat Android menjadi sangat penting.

Selain itu user harus menyadari pentingnya mengamankan data yang tersimpan di perangkat Androidnya. Agar perangkat terhindari dari serangan kejahatan internet yang menggunakan metode social engineering, jangan lupa menggunakan software keamanan. ESET Social Media Scanner misalnya, aplikasi keamanan ini bisa didapatkan secara gratis. Tools ini dapat men-scanning profil akun dan mendeteksi link yang mengandung malware dan potensial melakukan serangan phishing.

Post navigation

Previous PHISHING, ANCAMAN SERIUS PELAKU INDUSTRI INDONESIA
Next 6 TIPS MENGAMANKAN PERANGKAT ANDROID DARI VIRUS

artikel terkini

Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon Caller-as-a-Service Industrialisasi Penipuan Telepon

Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon

April 24, 2026
109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware 109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware

109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware

April 24, 2026
Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber

Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber

April 24, 2026
Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI

Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI

April 24, 2026
Saat Foto Menjadi Senjata Siber Saat Foto Menjadi Senjata Siber

Saat Foto Menjadi Senjata Siber

April 23, 2026
Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban

Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban

April 23, 2026
Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI

Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI

April 23, 2026
Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda

Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda

April 23, 2026

Lainnya

Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon Caller-as-a-Service Industrialisasi Penipuan Telepon
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Caller as a Service Industrialisasi Penipuan Telepon

April 24, 2026
109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware 109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

109 Repositori GitHub Palsu Penyebar Malware

April 24, 2026
Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber
3 min read
  • Ransomware
  • Teknologi

Taktik Enkripsi Lintas Platform Ransomware Kyber

April 24, 2026
Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI
4 min read
  • Teknologi

Melawan Serangan Deepfake dan Penipuan GenAI

April 24, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.