Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Informasi seputar IT Security

  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Edukasi
  • Mobile Security
  • Teknologi
  • Ransomware
  • Tips & Tricks
  • Home
  • Teknologi
  • Server Pokemon Go Diretas
  • Teknologi

Server Pokemon Go Diretas

3 min read

Credit image: Pixabay

Beberapa hari yang lalu server Pokemon Go mengalami down secara keseluruhan, setelah satu hari sebelumnya sempat mengalami hal yang sama, tetapi yang paling parah terjadi pada malam Senin lalu dimana seluruh server Pokemon Go lumpuh selama beberapa jam.

Beberapa gamer seperti dari Australia, Selandia Baru, Inggris dan Indonesia menanyakan status server di akun resmi Pokemon Go di Facebook harus kecewa setelah admin menjawab bahwa mereka sendiri tidak tahu sampai kapan kondisi itu akan berlangsung.

Awalnya masih ada beberapa server yang mampu bertahan, namun tujuh jam kemudian semua server Pokemon Go crash. Banyak yang berpendapat Niantic Lab belum siap menerima animo masyarakat yang besar, tetapi kabar terbaru mengatakan ada hacker yang mengaku telah meretas Pokemon Go dua hari lalu.

pok

Kelompok Hacker

Kelompok hacker yang mengaku di belakang peretasan Pokemon Go dikenal dengan nama OurMine yang namanya menjadi populer di dunia setelah bulan lalu berhasil membobol akun media sosial milik Mark Zuckerberg dan CEO Google Sundar Pinchai.

OurMine memberi pernyataan bahwa mereka telah meretas server Pokemon Go dengan menggunakan Distributed Denial of Service (DDoS) untuk membanjiri traffic sampai server Pokemon Go runtuh.

Sementara grup hacker lain yang menyebut dirinya dengan PoodleCorp juga mengaku bertanggung jawab atas insiden yang sama. PoodleCorp dalam sebuah interview di You Tube, ketika ditanya alasan di balik peretasan, mereka menjawab bahwa tujuan mereka sangat sederhana yaitu ingin membuat kekacauan. mereka juga menyatakan klaim mereka via Twitter, kicauan mereka dapat dilihat pada gambar di bawah ini:

pok1

Senin Pagi akun resmi Twitter Pokemon Go mengatakan bahwa masalah yang terjadi telah berhasil mereka atasi, namun mereka tidak menyinggung sedikitpun adanya serangan cyber mengggunakan DDoS seperti yang diklaim beberapa kelompok hacker.

pok2

Polemik Pokemon Go di Indonesia

Selama dua malam gamer Pokemon Go di Indonesia dibuat kecewa karena mereka tidak dapat berburu monster-monster lucu di berbagai tempat.

Banyak yang berpendapat server mengalami overload karena saking banyaknya orang yang ikut bermain saat itu, apalagi akun Pokemon Go di Facebook hanya mengatakan bahwa server sedang offline.

Sebagian gamer lain menganggap kegagalan server disebabkan karena server Pokemon Go untuk Indonesia berdomisili di Australia dan bukan Indonesia menjadi salah satu penyebab kejadian tersebut.

Mereka melihat penempatan server di negara lain tidaklah efektif dan cenderung rawan terganggu, apalagi jika dilihat dari sudut pemasaran Indonesia merupakan pasar sangat besar di dunia dan Niantic Labs seharusnya lebih perhatian terhadap Indonesia, sehingga apabila ada kasus-kasus baru, penggemar di Indonesia dapat segera memperoleh informasi yang valid.

Nintendo dan Niantic Labs Dilema

Sejauh ini masih belum ada kejelasan apakah server Pokemon Go down akibat dari serangan DDoS atau korban kesuksesan mereka sendiri karena tidak siap dengan antusiasme besar orang di dunia. Saat ini hanya Nintendo dan Niantic Labs yang mengetahui dengan pasti apa yang sudah terjadi.

Tetapi yang jelas sebagai developer dan yang menjalankan server Pokemon Go mereka akan menghadapi tantangan yang lebih besar, mengingat game ini akan dirilis di banyak negara dan harus siap server mereka akan diuji kembali.

Seluruh mata kali ini akan terus menyorot ke arah Nintendo dan Niantic, insiden beberapa hari lalu tentu mendapat perhatian khusus setiap gamer, apabila kegagalan server seperti kemarin masih saja terus berulang, maka mereka harus bersiap ditinggal penggemarnya.

Sumber berita:

http://www.welivesecurity.com

Post navigation

Previous Aplikasi – Aplikasi Gadungan Pokemon Go di Google Play Store
Next Membatasi Kecanduan Anak Bermain Pokemon Go

Related Stories

Saat AI Memalsukan Kenyataan Digital Anda Saat AI Memalsukan Kenyataan Digital Anda
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Saat AI Memalsukan Kenyataan Digital Anda

March 2, 2026
Antara Efisiensi dan Risiko Keamanan Korporat Antara Efisiensi dan Risiko Keamanan Korporat
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Antara Efisiensi dan Risiko Keamanan Korporat

February 27, 2026
Masa Depan Perlindungan Siber Masa Depan Perlindungan Siber
4 min read
  • Teknologi

Masa Depan Perlindungan Siber

February 26, 2026

Recent Posts

  • Tips Kelola Izin di Android & iOS
  • Bahaya Laten Ransomware 2026
  • Double Extortion Targetkan Gamers
  • Serangan Rantai Pasok Incar Jantung Pengembangan Aplikasi
  • Antara Efisiensi dan Risiko Keamanan Korporat
  • Saat AI Memalsukan Kenyataan Digital Anda
  • Antara Efisiensi dan Risiko Keamanan Korporat
  • Aliansi Baru Peretas Negara dan Ransomware
  • Malware Pengincar Para Pengembang
  • Masa Depan Perlindungan Siber

Daftar Artikel

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

You may have missed

Tips Kelola Izin di Android & iOS Tips Kelola Izin di Android & iOS
5 min read
  • Mobile Security
  • Sektor Personal

Tips Kelola Izin di Android & iOS

March 3, 2026
Bahaya Laten Ransomware 2026 Bahaya Laten Ransomware 2026
6 min read
  • Ransomware

Bahaya Laten Ransomware 2026

March 3, 2026
Double Extortion Targetkan Gamers Double Extortion Targetkan Gamers
4 min read
  • Sektor Personal

Double Extortion Targetkan Gamers

March 3, 2026
Serangan Rantai Pasok Incar Jantung Pengembangan Aplikasi Serangan Rantai Pasok Incar Jantung Pengembangan Aplikasi - Dalam beberapa tahun terakhir, benteng pertahanan perusahaan besar menjadi semakin sulit ditembus secara langsung.
3 min read
  • Sektor Bisnis

Serangan Rantai Pasok Incar Jantung Pengembangan Aplikasi

March 2, 2026

Copyright © All rights reserved. | DarkNews by AF themes.