Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Informasi seputar IT Security

  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Edukasi
  • Mobile Security
  • Teknologi
  • Ransomware
  • Tips & Tricks
  • Home
  • Teknologi
  • Hacker Ubah Notifikasi Browser Jadi Alat Phising
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Hacker Ubah Notifikasi Browser Jadi Alat Phising

3 min read
Hacker Ubah Notifikasi Browser Jadi Alat Phising

Credit image: Freepix

Hacker Ubah Notifikasi Browser Jadi Alat Phising – Para pelaku kejahatan siber kini memiliki alat baru yang sangat mudah digunakan untuk mengubah peringatan browser Anda yang biasanya sah menjadi vektor untuk serangan phising.

Alat ini, yang dijuluki Matrix Push, yakni framework Command and Control (C2) yang dirancang untuk menginfeksi pengguna dengan malware melalui notifikasi browser asli mereka.

Menurut laporan dari peneliti keamanan, melalui antarmuka yang modern, hacker kini dapat mendesain notifikasi yang dikirim langsung ke korban dari browser yang sah, namun isinya mengarahkan ke situs web berbahaya.

Memanfaatkan Notifikasi Browser untuk Phising

Matrix Push hadir dengan templat notifikasi dan halaman landing palsu yang meniru merek-merek terkenal seperti PayPal, MetaMask, Cloudflare, TikTok, Netflix, dan lainnya.

Penyerang dapat dengan bebas mengirimkan notifikasi kepada pengguna yang berisi:

  • Peringatan login yang tidak biasa, seolah-olah datang dari PayPal.
  • Peringatan keamanan dari dompet kripto seperti MetaMask.
  • Pesan kesalahan palsu dari Cloudflare.

Dari dashboard Matrix Push, penyerang dapat melacak data penting korban secara real time, seperti:

  • Jumlah total korban.
  • Lokasi geografis.
  • Alamat IP.
  • Jenis dan versi browser.
  • Sistem operasi (OS) yang digunakan.
  • Hingga dompet cryptocurrency yang pernah mereka gunakan.

Data real time ini, termasuk status online korban, memungkinkan penyerang menyerang pada saat korban paling mungkin merespons peringatan palsu.

Baca juga: Ratusan Ribu Ekstensi Browser Bermasalah

Senjata Phising yang Menggunakan API Legal

Bagi penyerang, bagian tersulit dalam menggunakan Matrix Push hanyalah membuat pengguna mengaktifkan izin notifikasi di awal.

  1. Melalui rekayasa sosial atau cara lain yang diperlukan, penyerang harus memancing korban ke situs web yang dikontrol atau dikompromikan.
  2. Situs berbahaya tersebut, sama seperti situs sah lainnya, menggunakan Application Programming Interface (API) notifikasi browser untuk meminta izin pengiriman notifikasi push.
  3. Jika pengguna memberikan izin tersebut, situs berbahaya mendaftarkan service worker, membuat langganan Push API, dan mengirimkan data tersebut kembali ke alat C2 Matrix Push.

Karena API dan proses ini adalah standar di semua browser utama, Matrix Push berfungsi dengan baik terlepas dari browser atau sistem operasi apa pun yang digunakan korban.

Hacker Ubah Notifikasi Browser Jadi Alat Phising
Credit image: Freepix

Mengapa Sulit Dideteksi?

Setelah semua proses ini selesai, penyerang dapat memasukkan pesan phising melalui fungsi notifikasi asli browser, tanpa membunyikan alarm keamanan.

Peneliti menjelaskan, browser mengizinkan perilaku ini karena dari sudut pandang browser, pengguna telah memberikan izin notifikasi secara eksplisit.

Dan API yang digunakan sepenuhnya sah. Notifikasi dikirimkan menggunakan lalu lintas push terenkripsi normal melalui layanan push vendor browser.

Tidak ada binary berbahaya atau exploit yang terlibat. Alat keamanan umumnya tidak menandai aktivitas ini karena terlihat identik dengan notifikasi situs web sehari-hari.

Dan satu-satunya komponen berbahaya adalah konten pesan atau tautan tujuan, yang dapat berotasi terlalu cepat bagi pendeteksi tradisional untuk mengimbanginya,

Baca juga: Malware Mengunci Browser Curi Kredensial

Model Berlangganan yang Fleksibel

Matrix Push baru muncul di kanal Telegram dan forum Dark Web bulan lalu. Ia dijual di kalangan kejahatan siber menggunakan model harga berlangganan berjenjang, mulai dari $150 (dalam cryptocurrency) per bulan hingga $1.500 untuk langganan setahun penuh.

Pengembangnya memasarkannya dalam bahasa Inggris kepada aktor ancaman yang termotivasi secara finansial, yang menyiratkan audiens kriminal siber internasional yang luas.

Karena sifatnya yang fleksibel dan tidak bergantung pada platform (platform-agnostik), alat ini kemungkinan akan disukai oleh penyerang yang menargetkan konsumen untuk:

  • Pencurian kredensial.
  • Penipuan pembayaran.
  • Penipuan cryptocurrency.
  • Dan operasi rekayasa sosial berskala besar lainnya.

Pertahanan Kolektif Diperlukan

Peneliti berpendapat bahwa menghentikan alat yang cerdik seperti Matrix Push memerlukan upaya terkoordinasi dari pengembang browser, vendor keamanan, administrator jaringan, dan pengguna:

  • Pengembang Browser: Dapat menerapkan perlindungan penyalahgunaan yang lebih kuat, seperti sistem reputasi, pencabutan izin otomatis untuk situs yang mencurigakan, dan peringatan yang lebih jelas untuk permintaan notifikasi berisiko tinggi.
  • Produk Keamanan: Dapat membantu dengan mendeteksi dan memblokir infrastruktur Matrix Push yang diketahui dan memberikan opsi kepada perusahaan untuk menonaktifkan atau membatasi Web push secara keseluruhan.
  • Pengguna dan Administrator: Memainkan peran kunci dengan menghindari persetujuan notifikasi yang tidak perlu dan secara teratur meninjau serta menghapus izin dari situs yang tidak dikenal atau tidak tepercaya.

 

 

 

 

Baca juga: 

  • Browser in the Middle
  • Browser Adalah Titik Serangan Baru Sudahkah Anda Siap?
  • Keamanan Browser Menjadi Pertahanan Utama Melawan Scattered Spider
  • Ekstensi Browser Bisa Jadi Pintu Masuk Peretas
  • Serangan Browser in the Browser
  • Sidik Jari Browser
  • Ancaman Browser Teratas
  • Mengurangi Risiko Kerentanan Browser
  • RedLine Alasan Kenapa Menyimpan Data di Browser Berbahaya
  • Youndoo, Malware Pembajak Browser

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

Post navigation

Previous Trojan Perbankan Pembaca Enkripsi Pembajak Android
Next Peran OSINT dalam Keamanan Siber

Related Stories

AMOS Pencuri Identitas Digital AMOS Pencuri Identitas Digital
4 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

AMOS Pencuri Identitas Digital

February 16, 2026
Jebakan Gemini & ChatGPT Palsu Jebakan Gemini & ChatGPT Palsu
4 min read
  • Sektor Personal

Jebakan Gemini & ChatGPT Palsu

February 16, 2026
Teror Siber di Jalur Produksi Teror Siber di Jalur Produksi
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Teror Siber di Jalur Produksi

February 13, 2026

Recent Posts

  • DLS Senjata Pemeras Ransomware
  • AMOS Pencuri Identitas Digital
  • Jebakan Gemini & ChatGPT Palsu
  • Penyusup di Balik Centang Resmi
  • Musang Berbulu Ayam Ransomware Crazy
  • Teror Siber di Jalur Produksi
  • Mata-Mata Baru di Ponsel Anda
  • Jebakan Palsu 7-Zip Palsu
  • Ancaman RCE Terbaru dari SolarWinds
  • DKnife Si Pembajak Lalu Lintas Jaringan

Daftar Artikel

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

You may have missed

DLS Senjata Pemeras Ransomware DLS Senjata Pemeras Ransomware
4 min read
  • Ransomware

DLS Senjata Pemeras Ransomware

February 16, 2026
AMOS Pencuri Identitas Digital AMOS Pencuri Identitas Digital
4 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

AMOS Pencuri Identitas Digital

February 16, 2026
Jebakan Gemini & ChatGPT Palsu Jebakan Gemini & ChatGPT Palsu
4 min read
  • Sektor Personal

Jebakan Gemini & ChatGPT Palsu

February 16, 2026
Penyusup di Balik Centang Resmi Penyusup di Balik Centang Resmi
4 min read
  • Sektor Bisnis

Penyusup di Balik Centang Resmi

February 13, 2026

Copyright © All rights reserved. | DarkNews by AF themes.