Image credit: Freepix
6 Modus Penipuan Apple Pay – Apple Pay telah menjadi metode pembayaran favorit dengan ratusan juta pengguna di seluruh dunia, dan memproses triliunan pembayaran hanya pada tahun 2025.
Meskipun Apple telah membekali sistemnya dengan keamanan canggih seperti Face ID dan tokenisasi, para penipu kini beralih target, mereka tidak lagi meretas teknologi, melainkan memanipulasi penggunanya (social engineering).
Selain itu, laporan terbaru menunjukkan bahwa deteksi malware Android yang menyalahgunakan fitur NFC meningkat hampir dua kali lipat sepanjang tahun 2025.
|
Baca juga: Phising Penipuan Kontekstual |
6 Modus Penipuan Apple Pay
- Phising & Smishing: Anda menerima pesan atau email yang mengklaim akun Anda bermasalah atau Anda memenangkan hadiah. Tujuannya adalah menggiring Anda ke situs palsu untuk mencuri data bank atau Apple ID. Penipu bahkan bisa meminta kode OTP (2FA) secara real-time untuk mendaftarkan kartu Anda ke perangkat mereka.
- Penipuan Marketplace: Penipu membeli barang Anda menggunakan kartu kredit curian yang dihubungkan ke Apple Pay mereka. Saat pemilik kartu asli menyadari pencurian tersebut dan melakukan pembatalan transaksi (dispute), bank akan menarik kembali uang Anda, sementara barang sudah terlanjur dikirim.
- Kelebihan Bayar (Overpayment): Penipu berpura-pura membeli barang Anda tetapi sengaja mengirimkan uang “berlebih”. Mereka lalu meminta Anda mengembalikan selisihnya melalui Apple Cash atau aplikasi lain. Ternyata, uang awal tersebut berasal dari kartu curian yang nantinya akan dibatalkan oleh bank.
- Pembayaran Nyasar (Unsolicited Payment): Anda tiba-tiba menerima transfer uang dari orang tak dikenal. Mereka akan menghubungi Anda dan meminta uang tersebut dikembalikan. Sama seperti modus overpayment, uang tersebut berasal dari sumber ilegal, dan Anda akan kehilangan uang pribadi Anda saat transaksi ilegal tersebut dibatalkan.
- Struk Palsu (Fake Receipt): Pembeli mengirimkan tangkapan layar (screenshot) bukti pembayaran Apple Pay yang palsu. Mereka sering beralasan bahwa uang sedang ditahan oleh sistem (escrow) sampai Anda mengirimkan nomor resi pengiriman. Faktanya, Apple Pay tidak memiliki fitur penahanan dana seperti itu.
- Wi-Fi Publik Berbahaya: Peretas membuat jaringan Wi-Fi palsu di tempat umum untuk memantau lalu lintas data Anda. Mereka bisa mengarahkan Anda ke halaman login Apple palsu guna mencuri username dan password Anda.
|
Baca juga: Pacar AI Curi Data Intim |
Tanda-Tanda Bahaya (Red Flags)
Waspadalah jika Anda menemui situasi berikut:
- Pesan yang menciptakan rasa panik atau mendesak Anda mengambil keputusan cepat.
- Siapa pun yang meminta kode verifikasi (2FA) Anda. (Apple dan Bank tidak akan pernah meminta kode ini).
- Permintaan pengembalian uang melalui metode berbeda (seperti kartu hadiah atau Apple Cash).
- Permintaan untuk mengirim barang sebelum dana benar-benar masuk ke rekening Anda.
Cara Tetap Aman
Untuk melindungi uang dan identitas digital Anda, lakukan langkah-langkah berikut:
- Aktifkan Perlindungan Perangkat yang Dicuri: Masuk ke Settings > Face ID & Passcode > Stolen Device Protection.
- Nyalakan Notifikasi: Pastikan Anda menerima peringatan setiap kali ada transaksi pada kartu di dompet digital Anda.
- Gunakan VPN: Saat menggunakan Wi-Fi publik, gunakan VPN terpercaya untuk mencegah penyadapan data.
- Pilih Kartu dengan Fitur Chargeback: Gunakan kartu kredit yang memberikan perlindungan konsumen jika terjadi penipuan saat belanja online.
Apa yang harus dilakukan jika terlanjur tertipu? Segera hubungi bank Anda untuk membatalkan kartu atau transaksi. Ubah kata sandi Apple ID Anda seketika dan laporkan kejadian tersebut ke pihak berwenang.
Sumber berita: