Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Sektor Bisnis
  • Ransomware Peralat Microsoft Azure
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis

Ransomware Peralat Microsoft Azure

2 min read
Ransomware Peralat Microsoft Azure

image credit: Pixabay.com

Fenomena di dunia kejahatan siber kembali dengan munculnya kasus ransomware peralat Microsoft Azure, ini tentu saja mengancam semua pengguna Microsoft Azure di seluruh dunia.

Geng ransomware yang sedang naik daun seperti BianLian dan Rhysida semakin banyak menggunakan Azure Storage Explorer dan AzCopy milik Microsoft

Mereka menggunakan storage explore tersebut untuk mencuri data dari jaringan yang diretas dan menyimpannya di penyimpanan Azure Blob.

Storage Explorer adalah alat manajemen GUI untuk Microsoft Azure, sementara AzCopy adalah alat baris perintah yang dapat memfasilitasi transfer data skala besar ke dan dari penyimpanan Azure.

Dalam serangan yang diamati data yang dicuri kemudian disimpan dalam kontainer Azure Blob di cloud, yang nantinya dapat ditransfer oleh pelaku ancaman ke penyimpanan mereka sendiri.

Namun, para peneliti mencatat bahwa para penyerang harus bekerja ekstra untuk membuat Azure Storage Explorer berfungsi, termasuk menginstal dependensi dan memutakhirkan .NET ke versi 8.

Hal ini menunjukkan meningkatnya fokus pada pencurian data dalam operasi ransomware, yang merupakan daya ungkit utama bagi pelaku ancaman dalam fase pemerasan berikutnya.

Baca juga: Panduan Ransomware Singkat

Alasan Kenapa Azure

Meskipun setiap kelompok ransomware memiliki perangkat eksfiltrasinya sendiri, kelompok ransomware umumnya menggunakan Rclone yang berfungsi untuk:

  • Menyinkronkan file dengan berbagai penyedia cloud dan MEGAsync
  • Dan untuk menyinkronkan dengan cloud MEGA.

Azure, sebagai layanan tepercaya tingkat perusahaan yang sering digunakan oleh perusahaan, tidak mungkin diblokir oleh firewall dan perangkat keamanan perusahaan.

Oleh karena itu, upaya transfer data melalui layanan ini lebih mungkin berhasil dan lolos tanpa terdeteksi sehingga memudahkan dalam penetrasi..

Selain itu, skalabilitas dan kinerja Azure, yang memungkinkannya menangani sejumlah besar data tidak terstruktur, sangat bermanfaat ketika penyerang mencoba mengeksfiltrasi sejumlah besar file dalam waktu sesingkat mungkin.

Dalam pengamatan pelaku ransomware menggunakan beberapa instans Azure Storage Explorer untuk mengunggah file ke kontainer blob, sehingga mempercepat proses tersebut semaksimal mungkin.

Baca juga: 3 Fase Serangan Ransomware

Eksfiltrasi Ransomware

Para peneliti menemukan bahwa pelaku ancaman mengaktifkan pencatatan tingkat ‘Info’ default saat menggunakan Storage Explorer dan AzCopy, yang membuat file log di %USERPROFILE%\.azcopy.

Berkas log ini sangat berharga bagi responden insiden, karena berisi informasi tentang operasi berkas, yang memungkinkan penyelidik untuk segera menentukan:

  • Data apa yang dicuri (UPLOADSUCCESSFUL) dan
  • Muatan lain apa yang berpotensi diperkenalkan (DOWNLOADSUCCESSFUL).

Langkah-langkah pertahanan meliputi pemantauan untuk eksekusi AzCopy, lalu lintas jaringan keluar ke endpoint Azure Blob Storage di “.blob.core.windows.net”

Atau rentang IP Azure, dan pengaturan alarm untuk pola yang tidak biasa dalam penyalinan berkas atau akses pada server penting.

Jika Azure sudah digunakan dalam suatu organisasi, sebaiknya centang opsi ‘Logout on Exit’ untuk keluar secara otomatis setelah keluar dari aplikasi, untuk mencegah penyerang menggunakan sesi aktif untuk pencurian berkas.

Demikian topik bahasan kita kali ini mengenai ransomware peralat Microsoft Azure, semoga informasi tersebut dapat bermanfaat bagi para pembacanya.

 

 

 

Baca lainnya:

  • Pencegahan Ransomware Berdasar Persyaratan Keamanan Kata Sandi
  • LockBit, Ransomware yang Diperjualbelikan Pahami Cara Mitigasinya
  • Ransomware Meningkat Permintaan Akses Jaringan Menjamur
  • Ransomware Tren yang Tidak Pernah Pupus
  • Ransomware, Rebranding dan Pemerasan Tiga Kali Lipat
  • Persiapan Menghadapi Ransomware
  • 4 Alasan Tidak Perlu Membayar Tebusan Ransomware
  • Fenomena Ransomware Baru Bermunculan
  • Serangan Ransomware Ganda

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

Tags: antivirus Andal Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super Antivirus Super Ringan antivirus superb Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik eksploitasi microsoft azure microsoft azure diserang rabnsowmare peralat azure ransomware bianlian ransomware rhysida

Post navigation

Previous Cara Menanggulangi Typosquatting
Next Tren Itu Bisa Menjerumuskan

artikel terkini

Tawaran Kolaborasi Palsu Berujung Pembajakan Akun Tawaran Kolaborasi Palsu Berujung Pembajakan Akun

Tawaran Kolaborasi Palsu Berujung Pembajakan Akun

October 9, 2026
Peran Isolasi Backup Menghadapi Ransomware Peran Isolasi Backup Menghadapi Ransomware

Peran Isolasi Backup Menghadapi Ransomware

October 9, 2026
Runyam! Hacker Kloning Sertifikat HTTPS Runyam! Hacker Kloning Sertifikat HTTPS

Runyam! Hacker Kloning Sertifikat HTTPS

October 9, 2026
Hati-hati Domain Tiruan Microsoft Teams Beredar Hati-hati Domain Tiruan Microsoft Teams Beredar

Hati-hati Domain Tiruan Microsoft Teams Beredar

October 9, 2026
Awas! Jangan Asal Curhat pada Chatbot AI Awas! Jangan Asal Curhat pada Chatbot AI

Awas! Jangan Asal Curhat pada Chatbot AI

October 8, 2026
Keamanan Pintar: Jawaban Tantangan Siber untuk UKM Keamanan Pintar: Jawaban Tantangan Siber untuk UKM

Keamanan Pintar: Jawaban Tantangan Siber untuk UKM

October 8, 2026
Penjahat Siber Sembunyikan Jejak dalam Serangan ClickFix Penjahat Siber Sembunyikan Jejak dalam Serangan ClickFix

Penjahat Siber Sembunyikan Jejak dalam Serangan ClickFix

October 8, 2026
Pembajakan Akun Surel Profesional Pembajakan Akun Surel Profesional

Pembajakan Akun Surel Profesional

October 8, 2026

Lainnya

Tawaran Kolaborasi Palsu Berujung Pembajakan Akun Tawaran Kolaborasi Palsu Berujung Pembajakan Akun
5 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Tawaran Kolaborasi Palsu Berujung Pembajakan Akun

October 9, 2026
Peran Isolasi Backup Menghadapi Ransomware Peran Isolasi Backup Menghadapi Ransomware
4 min read
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Peran Isolasi Backup Menghadapi Ransomware

October 9, 2026
Runyam! Hacker Kloning Sertifikat HTTPS Runyam! Hacker Kloning Sertifikat HTTPS
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Runyam! Hacker Kloning Sertifikat HTTPS

October 9, 2026
Hati-hati Domain Tiruan Microsoft Teams Beredar Hati-hati Domain Tiruan Microsoft Teams Beredar
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Hati-hati Domain Tiruan Microsoft Teams Beredar

October 9, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.