Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Connect with Us

Social menu is not set. You need to create menu and assign it to Social Menu on Menu Settings.

Tags

2FA anti bocor data anti maling antivirus Andal antivirus andalan Antivirus Canggih Antivirus ESET antivirus hebat antivirus jempolan Antivirus Komprehensif antivirus nomor satu Antivirus Nomor Wahid Antivirus Papan Atas Antivirus Populer Antivirus Super antivirus superb Antivirus Super Ringan anti virus super ringan Antivirus Tangguh Antivirus Terbaik Antivirus Top BacaPikirshare BacaPikriShare Cyber security Data Security Edukasi KOnsumen Edukasi Siber ESET ESET deteksi Ransomware ESET Indonesia ESET PArental Control GreyCortex Keamanan Komputer Malware News prosperita Parental Control phising Prosperita Ransomware Riset ESET Super Ringan tips Tips & Trik Trojan vimanamail

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks
  • Uncategorized
  • Home
  • Home
  • Teknologi
  • Mimpi Buruk IoT di Dunia Digital
  • Teknologi

Mimpi Buruk IoT di Dunia Digital

3 min read

Credit image: Pixabay

Tahun 2018 menjadi tahun yang paling mengejutkan di dunia digital, dengan kemunculan kerentanan pada prosesor yang disebut Meltdown dan Spectre yang bisa dimanfaatkan untuk mencuri informasi pribadi dan penting dari komputer dana smartphone. Situasi ini membuat seluruh vendor di dunia harus mengeluarkan patch untuk menutup lubang keamanan tersebut.

Tapi sekarang, ada masalah yang jauh lebih besar, bug pada perangkat lunak dan perangkat keras. Jika yang pertama bisa diperbaiki dengan menambal perangkat lunak melalui patch atau diperbaiki dengan melakukan update firmware.

Tapi itu tidak mungkin dapat dilakukan apabila kedua kerentanan tersebut disebabkan oleh cacat desain pada arsitektur perangkat keras dan hanya dapat diperbaiki dengan mengganti perangkat keras.

Beruntung pada kasus Meltdown dan Spectre dengan kerjasama antara pemasok sistem operasi modern dan vendor perangkat keras yang bertanggung jawab atas CPU yang terkena dampak, Sistem Operasi dapat ditambal, dan dilengkapi jika perlu dengan update firmware tambahan untuk perangkat keras.

Lapisan pertahanan tambahan yang mencegah kode berbahaya mengeksploitasi lubang atau setidaknya membuatnya lebih sulit adalah cara yang mudah untuk membuat perangkat desktop, laptop, tablet, dan perangkat smartphone pengguna lebih aman.

Namun di sini masalahnya dimulai. kita semua tahu CPU yang dibuat oleh AMD, ARM, Intel, dan mungkin yang lainnya, terpengaruh oleh kerentanan ini. Perbedaannya, CPU ARM digunakan di banyak perangkat IoT, dan bisa dibilang perangkat ini dimiliki semua orang, dan ini membuat celah besar bagi penjahat dunia maya untuk mengeksploitasi. Menurut ARM, mereka sudah “mengamankan” 1 Triliun perangkat. Memang, tidak semua CPU ARM terpengaruh, namun jika bahkan 0,1% diantaranya, maka berarti perangkat yang terpengaruh mencapai 1 Miliar.

Memang banyak yang bertanya-tanya data penting macam apa yang bisa dicuri dari perangkat IoT seperti pengontrol cahaya WiFi, kulkas atau dari smart TV, jawabannya sederha, banyak. Coba bayangkan jika kata sandi pada perangkat WiFi dicuri yang memungkinkan seseorang masuk ke jaringan lokal Anda.

Atau bingkai foto digital yang seringkali dikonfigurasi untuk terhubung secara otomatis ke Instagram atau Dropbox untuk mengambil gambar yang baru diambil, atau kredensial di Netflix.

Begitu banyak informasi bisa diperoleh dari perangkat IoT. Jadi tentu saja ini sangat berbahaya, berapa banyak perangkat pintar yang ada di rumah kita, bagaimana jika semua perangkat tersebut menjadi celah keamanan yang dieksploitasi oleh peretas. Ini seperti senjata makan tuan, diperdaya oleh barang milik kita sendiri.

Untuk mendapat akses dan masuk ke perangkat IoT pelaku dapat mengkompromikan jaringan yang sudah masuk ke dalamnya atau mereka harus menguasai rantai pasokan data atau mengkompromikan aplikasi atau widget yang berjalan dalam perangkat atau cara lainnya.

Begitu banyaknya cara untuk melakukan penetrasi ke perangkat IoT menunjukkan begitu begitu rentannya perangkat IoT dari serangan siber. Banyak cara untuk mendapatkan akses ke perangkat ini.

Fakta juga mengungkapkan bahwa sangat tidak mungkin mengganti semua CPU di semua perangkat, karena biaya yang dibutuhkan akan sangat mahal, selain tingkat keberhasilan saat pemasangan dan pemuatan ulang pin pada multi layer board tidak akan pernah mencapai 100%.

Orang akan menyimpan terus perangkat mereka sampai perangkat tersebut sudah tidak bisa digunakan lagi, sehingga untuk tahun-tahun mendatang, orang-orang harus hidup dengan perangkat IoT rentan yang kapan saja bisa mengancam keamanan data mereka.

Kebanyakan orang tidak mengetahui jika mereka memiliki banyak perangkat di jaringan lokal mereka. Untuk mengetahuinya Anda memerlukan perangkat lunak yang mumpuni, ESET salah satunya memiliki produk yang mampu mengidentifikasi semua perangkat yang ada dalam jaringan Anda.

Jika Anda menggunakannya, Anda akan terkejut melihat begitu banyak perangkat yang tidak pernah disadari ada dalam rumah.

Seperti disebutkan, akan terlalu mahal untuk mengganti semua CPU yang bermasalah, terutama pada perangkat IoT yang lebih murah. Pada mereka, bahkan mengupdate firmware atau patching sistem operasi mungkin tidak mungkin dilakukan.

Karena itu kemungkinan produsen akan menawarkan perangkat serupa dengan CPU yang sudah diperbarui, dengan begitu mereka berharap perangkat IoT sebelumnya yang sudah terpengaruh dapat digantikan dengan yang baru dan lebih aman. Ini skenario yang mungkin bisa saja terjadi.

Info dan pembelian www.tokoeset.com email: eset.sales@eset.co.id

Sumber berita:

www.welivesecurity.com

Tags: BacaPikirshare ESET IoT Keamanan Komputer MADIot Meltdown Spectre

Post navigation

Previous Mencegah Penyalahgunaan Kredensial Khusus
Next Mengawasi Evolusi Eksploit Kit

artikel terkini

Saat Foto Menjadi Senjata Siber Saat Foto Menjadi Senjata Siber

Saat Foto Menjadi Senjata Siber

April 23, 2026
Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban

Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban

April 23, 2026
Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI

Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI

April 23, 2026
Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda

Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda

April 23, 2026
Serangan Siber yang Paling Konsisten Serangan Siber yang Paling Konsisten

Serangan Siber yang Paling Konsisten

April 22, 2026
Ribuan Bug Mengintai di Perangkat Serial-to-IP Ribuan Bug Mengintai di Perangkat Serial-to-IP

Ribuan Bug Mengintai di Perangkat Serial-to-IP

April 22, 2026
Phising iPhone Lewat Notifikasi Resmi Apple Phising iPhone Lewat Notifikasi Resmi Apple

Phising iPhone Lewat Notifikasi Resmi Apple

April 22, 2026
Membongkar Sisi Bisnis Geng Ransomware Membongkar Sisi Bisnis Geng Ransomware

Membongkar Sisi Bisnis Geng Ransomware

April 22, 2026

Lainnya

Saat Foto Menjadi Senjata Siber Saat Foto Menjadi Senjata Siber
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Saat Foto Menjadi Senjata Siber

April 23, 2026
Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban
3 min read
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Geng The Gentlemen dan Botnet 1.500 Korban

April 23, 2026
Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Respons Insiden Dinamis di Era Kecepatan AI

April 23, 2026
Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda
5 min read
  • Mobile Security
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Cara Peretas Menguras ATM Menggunakan Ponsel Anda

April 23, 2026
PROSPERITA IT News | DarkNews by AF themes.