Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Informasi seputar IT Security

  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Edukasi
  • Mobile Security
  • Teknologi
  • Ransomware
  • Tips & Tricks
  • Home
  • Sektor Bisnis
  • Bongkar Taktik 4 Tahap Penipuan BEC
  • Sektor Bisnis

Bongkar Taktik 4 Tahap Penipuan BEC

3 min read
Bongkar Taktik 4 Tahap Penipuan BEC

Credit image: Freepix

Bongkar Taktik 4 Tahap Penipuan BEC – Serangan Business Email Compromise (BEC) adalah salah satu jenis penipuan siber yang paling merugikan perusahaan.

Serangan ini memerlukan usaha dan waktu, melibatkan pertukaran beberapa email untuk meyakinkan target agar menyetujui transfer uang dalam jumlah besar ke rekening penipu.

Secara umum, ada empat langkah utama dalam serangan BEC, dari awal hingga transfer dana sukses, yakni:

  1. Mengidentifikasi Target.
  2. Pembentukan Kepercayaan (Grooming).
  3. Pertukaran Informasi Pembayaran.
  4. Transfer Dana.

Berikut pemaparannya lebih lanjut mengenai empat langkah yang dilakukan oleh penjahat siber saat melakukan serangan BEC.

Baca juga: Meminimalisir Risiko Serangan BEC

1. Mengidentifikasi Target Korban

Tahap ini mungkin yang paling memakan waktu. Kelompok kriminal akan melakukan riset mendalam untuk menyusun profil perusahaan yang akurat:

  • Mereka menyisir informasi yang tersedia untuk umum di LinkedIn, Facebook, Google, dan situs lain. Mereka mencari nama dan jabatan para eksekutif atau karyawan yang memiliki akses ke data keuangan atau catatan karyawan.
  • Penipu mengamati media sosial, artikel online, dan apa pun yang memberikan detail spesifik tentang perusahaan.
  • Penipu yang berhasil menyusup ke jaringan perusahaan dengan malware bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu atau berbulan-bulan untuk memantau: Informasi vendor, sistem penagihan dan pembayaran, lalu Jadwal liburan karyawan (saat eksekutif sedang lengah).
  • Mereka bahkan memantau gaya penulisan eksekutif (misalnya, CEO) untuk membuat email palsu yang sangat meyakinkan, sering kali menggunakan alamat email yang dimanipulasi (spoofed) atau domain yang mirip.

2. Pembentukan Kepercayaan

Berbekal informasi dari Tahap 1, penipu beralih ke Tahap 2, yaitu pembentukan kepercayaan. Tujuannya adalah menargetkan karyawan yang memiliki akses ke keuangan perusahaan:

  • Taktik Social Engineering: Penipu menggunakan spear-phishing, panggilan telepon, atau taktik manipulasi sosial lainnya.
  • Membangun Kepercayaan: Proses ini seringkali memakan waktu beberapa hari pertukaran komunikasi untuk membangun kepercayaan.
  • Tekanan Otoritas: Selama fase ini, penipu menyamar sebagai CEO atau eksekutif lain, menggunakan otoritas palsu mereka untuk menekan karyawan agar bertindak cepat (sense of urgency), seringkali dengan dalih “transaksi rahasia” atau “pembayaran mendesak.”

Contoh Penipuan: Penjahat siber sering menggunakan pemalsuan nama tampilan (display name spoofing) untuk menyamar sebagai pendiri atau CEO perusahaan.

Mereka mungkin menggunakan alamat email gratis (seperti domain comcast.net atau yang serupa), yang mudah terlewatkan jika dilihat melalui perangkat seluler.

Baca juga: Serangan BEC Ancam Setiap Mailbox Perusahaan

3. Pertukaran Informasi Pembayaran

Pada Tahap 3, korban sudah yakin bahwa mereka sedang melakukan transaksi bisnis yang sah.

  • Setelah korban yakin, penipu mengirimkan instruksi rinci untuk melakukan transfer dana (biasanya wire transfer atau transfer kawat) ke rekening bank yang dikendalikan oleh organisasi kriminal.
  • Penipu telah berhasil meyakinkan korban bahwa seluruh proses ini adalah bagian dari operasional bisnis yang normal dan mendesak.

4. Transfer Dana (Payment)

Ini adalah tahap akhir: dana ditransfer dan disimpan ke rekening bank yang sepenuhnya dikendalikan oleh organisasi kriminal. Pada titik ini, uang tersebut akan segera dicairkan atau dipindahkan ke rekening lain, membuatnya sangat sulit untuk dilacak dan dikembalikan.

Yang Harus Dilakukan Jika Menjadi Korban

Jika Anda menderita kerugian akibat skema Business Email Compromise, bertindak cepat adalah kuncinya:

  1. Hubungi Institusi Keuangan Anda Segera: Beri tahu bank Anda tentang transfer dana yang curang tersebut.
  2. Minta Bantuan Bank: Mintalah institusi keuangan Anda untuk segera menghubungi bank penerima dana curang tersebut.
  3. Laporkan kepada Aparat: Hubungi kantor polisi atau lembaga investigasi kejahatan siber setempat Anda (seperti Bareskrim Polri atau institusi terkait) dan laporkan insiden tersebut.
  4. Ajukan Pengaduan Resmi: Di Amerika Serikat, korban dapat mengajukan keluhan ke FBI’s Internet Crime Complaint Center (IC3). Di Indonesia, Anda bisa melapor melalui jalur pengaduan resmi dari BSSN (Badan Siber dan Sandi Negara) atau Ditipidsiber Bareskrim Polri.

Dengan memahami empat tahap ini, perusahaan dapat memperkuat pelatihan karyawannya, terutama tim keuangan dan HR, untuk mengenali setiap bendera merah di setiap fase serangan.

 

 

 

Baca artikel lainnya:

  • Modus Penipuan Email Bisnis Paling Merugikan
  • Mengapa Karyawan Adalah Gerbang Utama Masuknya Peretas
  • Serangan Phising Terfavorit 2025
  • Jenis dan Taktik Serangan Phising Terkini
  • Spearphishing Spesifik dan Berbahaya
  • Mencegah Bisnis menjadi Korban Serangan Phising
  • Lima Tren Serangan Perusahaan
  • Kredensial Curian Komoditas Utama Dunia Siber
  • Teknologi, Phising dan Pelatihan Siber

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

 

 

 

 

Post navigation

Previous Mengapa MSP Wajib Adopsi Layanan MDR
Next Qilin Evolusi Ancaman Siber Lintas Platform

Related Stories

Ancaman Malware AI 2025 Ancaman Malware AI 2025
3 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Ancaman Malware AI 2025

December 19, 2025
Memahami Serangan Distributed Denial of Service (DDoS) Memahami Serangan Distributed Denial of Service (DDoS)
6 min read
  • Sektor Bisnis
  • Teknologi

Memahami Serangan Distributed Denial of Service (DDoS)

December 18, 2025
Evolusi Phising Dulu vs Sekarang Evolusi Phising Dulu vs Sekarang
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Evolusi Phising Dulu vs Sekarang

December 18, 2025

Recent Posts

  • Bahaya! Gambar JPG Bisa Retas PC
  • Dari Makelar Data Menjadi Predator Siber
  • Bahaya Sleeping Bouncer Celah Rahasia di Motherboard
  • Jebakan Software Gratis & Video YouTube
  • Rahasia Aman Pakai ChatGPT
  • GhostPairing Modus Licik Intip WhatsApp
  • Ancaman Malware AI 2025
  • Panduan Cek Aplikasi Palsu & Mencurigakan Di Android
  • Memahami Serangan Distributed Denial of Service (DDoS)
  • Pengguna Android Waspadalah terhadap Si Cellik

Daftar Artikel

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

You may have missed

Bahaya! Gambar JPG Bisa Retas PC Bahaya! Gambar JPG Bisa Retas PC
3 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Bahaya! Gambar JPG Bisa Retas PC

December 24, 2025
Dari Makelar Data Menjadi Predator Siber Dari Makelar Data Menjadi Predator Siber
3 min read
  • Ransomware

Dari Makelar Data Menjadi Predator Siber

December 24, 2025
Bahaya Sleeping Bouncer Celah Rahasia di Motherboard Bahaya Sleeping Bouncer Celah Rahasia di Motherboard
3 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Bahaya Sleeping Bouncer Celah Rahasia di Motherboard

December 23, 2025
Jebakan Software Gratis & Video YouTube Jebakan Software Gratis & Video YouTube
3 min read
  • Sektor Personal
  • Teknologi

Jebakan Software Gratis & Video YouTube

December 23, 2025

Copyright © All rights reserved. | DarkNews by AF themes.