Skip to content

PROSPERITA IT NEWS

Informasi seputar IT Security

  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Edukasi
  • Mobile Security
  • Teknologi
  • Ransomware
  • Tips & Tricks
  • Home
  • Sektor Bisnis
  • AI Ubah Phising Jadi Senjata
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

AI Ubah Phising Jadi Senjata

3 min read
AI Ubah Phising Jadi Senjata

Credit image: Dreamina

AI Ubah Phising Jadi Senjata – Ketika kita bicara soal ancaman siber, ransomware (virus tebusan yang mengunci data) sering menjadi bintang utama. Ia tampak destruktif, mewah, dan selalu menjadi berita utama.

Namun, ransomware jarang datang sendirian. Mayoritas serangan peretasan yang sukses, termasuk ransomware, dimulai dari satu hal yang terlihat sederhana: sebuah email di kotak masuk Anda.

Spam mungkin terdengar seperti gangguan kuno, tetapi para penjahat siber telah mengubahnya menjadi senjata yang jauh lebih berbahaya.

Hari ini, spam hanyalah titik awal. Ancaman sebenarnya adalah Phishing dan BEC (Business Email Compromise), yang mengeksploitasi rasa percaya, mencuri data masuk (kredensial), dan merugikan organisasi hingga miliaran dolar.

Badan Keamanan Siber AS (CISA) melaporkan bahwa 90% serangan siber yang sukses dimulai dengan phishing. Laporan keamanan pun menguatkan hal ini, di mana email tetap menjadi vektor serangan utama.

1. Spam Tidak Mati Ia Berevolusi

Jika Anda mengira spam sudah ketinggalan zaman, Anda salah. Penjahat siber kini mengubahnya menjadi alat presisi yang lebih sulit dideteksi dan lebih mudah disebarkan.

Spam telah ada sejak awal mula email. Namun, hari ini, fokusnya bergeser ke:

Baca juga: Membongkar Cara Kerja Peretasan Psikologis

Phishing dan BEC

  • Phishing: Upaya penipu untuk mencuri informasi sensitif (seperti username dan password) dengan menyamar sebagai entitas tepercaya dalam sebuah email palsu.
  • BEC (Kompromi Email Bisnis): Ini adalah skema di mana peretas memanipulasi karyawan agar mentransfer dana atau mengungkapkan informasi rahasia. Kerugian finansial global dari penipuan BEC kini melebihi $3 miliar per tahun.

Para peneliti menemukan bahwa phishing adalah jalur akses awal dalam 43% kasus insiden darurat yang mereka tangani tahun lalu.

Jelas, baik itu pelanggaran aktif maupun peringatan dini, ancaman berbasis email adalah cara paling umum bagi peretas untuk mendapatkan pijakan awal.

2. Kebangkitan Phishing yang Ditingkatkan AI

Ancaman terbesar saat ini adalah perpaduan antara kecanggihan phishing dengan kekuatan kecerdasan buatan (Generative AI).

Peretas kini menggunakan alat AI seperti GPT (Generative Pre-trained Transformer) untuk menciptakan email phishing yang jauh lebih meyakinkan:

  • Model Bahasa Besar (Large Language Models – LLMs) dapat digunakan untuk membuat konten yang secara tata bahasa sempurna dan bervariasi dari satu target ke target lain. Ini sangat efektif untuk menipu filter email tradisional yang hanya mengandalkan pola atau tanda tangan ancaman yang sudah diketahui.
  • Para peneliti telah mendemonstrasikan bahwa seluruh kampanye phishing dapat dibuat secara otomatis oleh AI, menggunakan informasi yang dikumpulkan dari profil media sosial target. Hal ini menghasilkan serangan yang sangat spesifik dan personal (spear phishing).
  • Taktik populer lainnya adalah menyematkan kode QR berbahaya di dalam email. Ketika pengguna memindai kode QR tersebut, mereka diarahkan ke situs phishing. Taktik ini sering kali lolos dari filter karena mengandalkan citra visual, bukan teks.

Intinya, AI membuat serangan email menjadi lebih mudah dibuat, lebih sulit dideteksi, dan jauh lebih berbahaya daripada sebelumnya.

Baca juga: Mod Minecraft Gratis Jebakan Malware Berbahaya

3. Faktor Manusia

Spam dan phishing tidak bergantung pada kelemahan teknis; mereka menargetkan manusia. Di lingkungan kerja yang serba cepat, bahkan karyawan yang paling waspada pun bisa tertipu.

Peretas memanfaatkan elemen manusia ini melalui:

  • Eksploitasi Rasa Percaya: Penjahat siber semakin sering menargetkan staf bantuan teknis (help desk) dan mengeksploitasi kepercayaan manusia, alih-alih mencari kerentanan teknis.
  • Manipulasi Perilaku: Beberapa kelompok peretas menggunakan trik baru, misalnya meminta karyawan untuk melakukan urutan tombol keyboard untuk “membuktikan” mereka adalah manusia. Padahal, tindakan itu secara diam-diam menjalankan kode berbahaya untuk menginstal malware pencuri informasi.

Bahkan perusahaan keamanan siber pun tidak kebal. Salah satu perusahaan baru-baru ini menjadi korban phishing ketika salah satu karyawan senior mereka memasukkan kredensial ke halaman login palsu.

Kasus ini menyebabkan peretas mencoba memotong otentikasi multi-faktor (MFA), yang menunjukkan betapa meresap dan efektifnya ancaman email ini.

Cara Melindungi Diri

Mengingat 90% serangan dimulai dari email, perlindungan harus fokus pada dua lapisan utama:

  1. Teknologi Adaptif: Gunakan solusi keamanan email canggih yang tidak hanya mengandalkan filter tradisional, tetapi juga mampu beradaptasi dan menganalisis konteks (phishing) atau pola (BEC) yang dihasilkan AI.
  2. Kesadaran Karyawan: Kesadaran dan pelatihan yang berlapis sangat penting. Karyawan harus terus dilatih untuk mengenali taktik rekayasa sosial terbaru, termasuk quishing dan manipulasi perilaku.

Jangan biarkan email sederhana menjadi pintu gerbang bagi krisis data bernilai miliaran dolar.

 

 

 

Baca artikel lainnya: 

  • Hati-Hati! Situs WordPress Jadi Sarang Infostealer
  • Hati-Hati! Helpdesk Anda Jadi Target Utama Peretas
  • Infrastruktur Dunia Terancam Kerentanan Sixnet RTU
  • Bahaya Memotong Anggaran Keamanan Siber
  • Segera Update Google Chrome untuk Hindari Serangan Peretas
  • Aplikasi Tanpa Izin Bisa Curi Isi Layar Ponsel Android
  • TigerJack Target Baru Curi Kripto
  • Grokking Saat AI Sebarkan Tautan Phising
  • Worm Canggih Curi Data Bank dari WhatsApp
  • Kerentanan Tunggal Menjadi Operasi Multi Vektor

 

 

 

Sumber berita:

 

WeLiveSecurity

Post navigation

Previous Mod Minecraft Gratis Jebakan Malware Berbahaya
Next Pentingnya Firewall di Era Modern

Related Stories

Keylogger dan Panduan Aman Keylogger dan Panduan Aman
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Keylogger dan Panduan Aman

February 4, 2026
Ciri-Ciri Email PayPal Palsu Ciri-Ciri Email PayPal Palsu
3 min read
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Ciri-Ciri Email PayPal Palsu

February 4, 2026
Tanda-Tanda Perangkat Anak Dimata-matai Tanda-Tanda Perangkat Anak Dimata-matai
3 min read
  • Edukasi
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Tanda-Tanda Perangkat Anak Dimata-matai

February 2, 2026

Recent Posts

  • Keylogger dan Panduan Aman
  • Ciri-Ciri Email PayPal Palsu
  • Tanda-Tanda Perangkat Anak Dimata-matai
  • Internal Spearphising Serangan Siber Paling Mengancam
  • Manipulasi Psikologis Siber
  • Melawan Ancaman AI di Dunia Digital
  • Spyware Berkedok Aplikasi Kencan
  • Credential Stuffing Kunci Duplikat Digital Anda
  • Waspada!! LinkedIn Jadi Incaran Spionase Digital
  • 6 Modus Penipuan Apple Pay

Daftar Artikel

Categories

  • Edukasi
  • Mobile Security
  • News Release
  • Ransomware
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal
  • Teknologi
  • Tips & Tricks

You may have missed

Keylogger dan Panduan Aman Keylogger dan Panduan Aman
4 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Keylogger dan Panduan Aman

February 4, 2026
Ciri-Ciri Email PayPal Palsu Ciri-Ciri Email PayPal Palsu
3 min read
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Ciri-Ciri Email PayPal Palsu

February 4, 2026
Tanda-Tanda Perangkat Anak Dimata-matai Tanda-Tanda Perangkat Anak Dimata-matai
3 min read
  • Edukasi
  • Sektor Personal
  • Tips & Tricks

Tanda-Tanda Perangkat Anak Dimata-matai

February 2, 2026
Internal Spearphising Serangan Siber Paling Mengancam Internal Spearphising Serangan Siber Paling Mengancam
5 min read
  • Sektor Bisnis
  • Sektor Personal

Internal Spearphising Serangan Siber Paling Mengancam

February 2, 2026

Copyright © All rights reserved. | DarkNews by AF themes.